IID GMKI: Dialog Dapat Menjaga Toleransi Dan Perdamaian Dunia

Penulis : Candra | Sun, 19 November 2017 - 13:33 | Dilihat : 188
img-20171117-wa00071.jpg

Reformata.com. Ambon - "Dengan berdialog, kita dapat mewujudkan masyarakat yang toleran dan damai agar kita bisa maju membangun peradaban bersama"

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI (Gerakan Mahasiswa kristen Indonesia), Sahat Martin Philip Sinurat saat menyampaikan kata sambutannya di acara International Interfaith Dialogue, untum membahas hal-hal strategis dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan perdamaian dunia. Acara ini dilaksanakan di Ambon 16 sampai dengan 19 November 2017.

“Pentingnya kita sebagai anak bangsa untuk menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan mengenal dan memahami satu sama lain. Dengan kondisi bangsa yang majemuk dan dinamis ini saya ingin menekankan bahwa pemahaman lintas budaya adalah kemampuan yang dibutuhkan pemuda saat ini,” kata Sahat pada saat pembukaan di Taman Budaya, Ambon. Kamis lalu(16/11).

Lewat rilis pers yang diterima Reformata.com, Sahat mengatakan, dialog merupakan salah satu cara efektif dalam mewujudkan toleransi di dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Tapi sebelumnya penting untuk mengetahui bagaimana kebudayaan dan kebiasaan dari setiap orang sehingga komunikasi tidak berbenturan dengan budaya di setiap negara atau daerah.

Sementara itu, Saman Jayasuriya dari Sri Lanka dan juga Wakil Ketua Federasi Mahasiswa Kristen Dunia Regional Asia Pacific  (WSCF Asia Pasific) menyampaikan bahwa kegiatan dialog lintas agama yang dilakukan oleh GMKI perlu dilakukan mengingat kondisi intoleransi merajarela bukan hanya di Indonesia tetapi di berbagai negara lainnya.

“Dialog seperti ini perlu dilakukan sehingga pemuda dari berbagai negara dapat berbagi pengalaman bagaimana nilai toleransi dan perdamaian dapat diwujudkan di seluruh dunia,” ujar Saman

Hadir dalam kegiatan ini, Pdt. Albertus Patty, salah satu ketua PGI, Drs. Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan. Irjen. Ronny F. Sompie dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Thomas Pentury. Selain itu 24 peserta internasional yang berasal dari 19 negara, 115 peserta dari berbagai daerah dan organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia, serta 130 senior GMKI dari seluruh Indonesia.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top