Peringati 500 Tahun Reformasi Gereja, GKPI Gelar Kantata Reformasi

Penulis : Candra | Wed, 29 November 2017 - 09:59 | Dilihat : 139
peringati-500-tahun-reformasi-.jpg
Panitia membuka acara Kantata Reformasi untuk Memperingati 500 tahun reformasi gereja. Foto Candra

Reformata.com. Jakarta - Memperingati 500 tahun reformasi gereja, Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), menggelar acara bertajuk Kantata Reformasi.

Perayaan yang dilangsungkan di Gedung pertemuan Pertamina, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (26/11) itu berbea dari peringatan pada umumnya yang cenderung monolog dengan sekadar kebaktian atau diskusi. Menurut Ketua badan kerja sama pria GKPI Wilayah XI Pdt. Irvan Hutasoit, penting melibatkan segenap jemaat untuk berperan serta, salah satunya melalui paduan suara. GKPI sadar bahwa musik gereja juga berperan penting dalam reformasi Marthin Luther.  Menurut Irvan, kantata adalah musik yang tidak sekedar lantunan nada, musik itu adalah sebuah produksi yang ada prosesnya, yang terdiri dari beberapa nada dan dipadu menjadi harmoni. Begitu juga dengan perjuangan Marthin Luther.

“Biasanya memperingati hari reformasi gereja akan dilakukan kebaktian atau pun diskusi, kami di GKPI merayakannya dengan Kantata, atau puji-pujian. Ini menjadi gambaran gereja memberikan peran kepada jemaat. Martin luther pernah berkata, bahwa music is the next teologi, dalam artian kami adalah penghayatan spritualitas seseorang terbentuk dalam musik” ujar Pdt. Irvan.

Dalam acara itu, Doa pembuka yang dibawakan oleh Pdt. Jojor Lumbanbatu M.Th, dilanjutkan refleksi reformasi yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Anwar Tjen. Pada kesempatan itu juga panitia meluncurkan buku tentang reformasi gereja, buah pikiran dari pada penulis yang diketuai oleh Pdt. Irvan Hutasoit.

Sementara itu, Pdt. Wasito Sinaga Berutu, kordinator wilayah XI Jawa – Kalimantan, mengatakan, acara Kantata ini merupakan suatu sukacita karena, melalui acara ini semangat GKPI kembali dibangun dan ditumbuhkan. Dan lewat acara ini kita merawat dan memilihara alat-alat musik yang merupakan berkat Tuhan. “Merawat dan memelihara apa yang sudah disediakan Tuhan, berarti kita mensyukur berkat dari Tuhan” ujarnya.

Segmen terakhir di acara kantata ini menampilkan paduan suara anak-anak sekolah minggu, pemuda, kaum pria dan kaum wanita yang berasal dari GKPI Jabodetabek. Selain itu hadir Joy Tobing, Fabio Hutagalung dan Hardoni Sihotang, acara puji-pujian ini di pandu oleh Vanda Hutagalung.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top