Pdt. Anwar Tjen, Puji-pujian Bawa Semangat Reformasi Gereja

Penulis : Candra | Wed, 29 November 2017 - 10:14 | Dilihat : 222
pdt-anwar-tjen-puji-pujian-baw.jpg

Reformata.com. Jakarta - “Musik atau Puji-pujian berperan penting membawa semangat 500 tahun reformasi Gereja.

Hal itu dikatakan oleh Pdt. Dr. Anwar Tjen dalam acara yang bertajuk Kantata Reformasi yang digelar di Gedung pertemuan Pertamina, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (26/11).

Anwar Tjen juga mengatkan bahwa Martin Luther adalah seorang tokoh yang luar biasa, selain seorang pemimpin yang dapat menggerakkan banyak orang dan juga teolog, Luther juga sebagai pencipta lagu atau musisi.

“A Mighty Fortress Is Our God atau Allahku benteng yang teguh, adalah lagu ciptaan Martin Luther, itu adalah lagu reformasi, dalam lagu itu kita diajak untuk bergerak melawan apa pun kekuatan dari lawan dengan kekuatan firman Tuhan, itulah yang mendorong lahirnya kantata reformasi GKPI ini” ujar Pdt Anwar Tjen yang juga konsultan ahli di Lembaga Alkitab Indonesia itu.

Dalam acara Kantata Reformasi yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Pdt. Dr. Anwar Tjen membawakan refleksi reformasi, ia mengatakan GKPI mau mengambil balik roh reformasi itu, bagaimana ini kembali menjadi sebuah penggerak dalam memajukan GKPI dan sesuai cita-cita GKPI itu sendiri yang ingin menjadi gereja yang mengindonesiakan.

Senada dengan itu, Haposan hutagalung, ketua panitia peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja GKPI itu mengatakan bahwa musik tidak sekedar lantunan nada yang membentuk harmoni sebuah lagu. Menurut dia, musik lebih dari itu.

“Menyanyi bukan sekedar menyanyi saja, bagaimana jemaat GKPI melalui puji-pujian kualitas keimananya makin bagus. Jangan ada masalah langsung patah semangat, kita mau membuat jemaat yang militan, tidak cengeng, lewat acara ini juga kita membuat bagaimana jemaat yang kompak, kuat dan mempunyai keseragaman kedepan” ujar Haposan

Seperti marthin Luther, lanjut Haposan, “Analogisnya bernyanyi bukan hanya mengeluarkan suara, tetapi bagaimana memaknai syair dan makna dari konten lagu itu agar melekat dihati kita sehingga semakin khusuk memuji Tuhan, kita ingin seperti marthin luther yang meyakini semua lagu yang diciptakan nya sewaktu masa sulitnya” tegasnya.

Dalam acara kantata ini, GKPI menampilkan paduan suara anak-anak sekolah minggu, pemuda, kaum pria dan kaum wanita yang berasal dari GKPI Jabodetabek. Selain itu hadir Joy Tobing, Fabio Hutagalung dan Hardoni Sihotang, acara puji-pujian ini di pandu oleh Vanda Hutagalung.

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top