Konas Perempuan GMKI, Perempuan Indonesia Harus Merdeka, Mandiri, Dan Sejahtera

Penulis : Candra | Tue, 5 December 2017 - 13:19 | Dilihat : 128
konas-perempuan-gmki-perempuan.jpg

Reformata.com, TOBELO – Dalam menguatkan kampanye dan advokasi terhadap isu-isu perempuan di Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar Konsultasi Nasional Perempuan GMKI.  Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat Konas Perempuan yang dilaksanakan di Tobelo, Maluku Utara, 29 November- 2 Desember 2017 dengan tema "Perempuan Merdeka".

"Melalui Konas Perempuan, kita mengajak semua kader perempuan GMKI se-Tanah Air untuk berkonsultasi tentang apa, bagaimana, dan seperti apa nantinya model atau desain rencana tindak lanjut dari perjuangan perempuan merdeka. Pasca kegiatan ini, GMKI diharapkan dapat semakin gencar melakukan advokasi dan kampanye anti kekerasan perempuan. Selain itu kader-kader perempuan GMKI semakin termotivasi untuk menjadi pemimpin yang berdaya saing baik di kampus, organisasi, dan masyarakat," ujar Sahat dalam rilis pers yang diterima Reformata.com. Minggu 3 Desember lalu.

Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery mengapresiasi pelaksanaan Konas Perempuan yang diadakan di Tobelo. Agenda nasional ini menjadi momentum bagi perempuan Halmahera Utara untuk dapat berperan sesuai bidangnya masing-masing.

"Kabupaten Halmahera Utara mulai berbenah dalam mendorong kepemimpinan perempuan. Kepemimpinan di ruang publik sudah ada diisi oleh perempuan. Sayangnya, banyak perempuan Halmahera Utara yang masih membatasi dirinya, padahal dari segi jumlah, Halmahera Utara mayoritas dihuni oleh penduduk perempuan. Saya berharap para peserta terkhusus yang berasal dari GMKI Tobelo dapat menjadi penggerak dalam kepemimpinan perempuan di kabupaten ini," ujar Frans Manery.

Sementara itu, Ketua Umum Sinode Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Pdt. Demianus Ice dalam sambutannya menyampaikan, bahwa gereja dan lembaga agama memiliki peranan penting dalam mendekonstruksi dan mentransformasi pemahaman masyarakat tentang perempuan.

"Forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap persoalan kekerasan perempuan yang masih banyak terjadi. Di tengah bangsa yang mengalami krisis moral, perempuan GMKI ditantang untuk tampil sebagai pelayan gereja dan masyarakat yang berbela rasa dengan yang lain," ujar Pdt. Demianus.

Pembukaan kegiatan Konas Perempuan GMKI dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakilkan oleh Staf Khusus Menteri, Bapak Benny Bernard Naraha didampingi oleh Bupati Halmahera Utara, Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu, Ketua Umum Sinode GMIH, Ketua Panitia Debora Tongo Tongo, dan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

Pada kegiatan ini hadir kurang lebih seratus orang peserta perempuan dari puluhan cabang GMKI se-Indonesia, perwakilan OKP, utusan gereja, dan para undangan lainnya.

Sebelum membuka secara resmi acara ini, Staf Khusus Menteri berpesan agar para peserta dapat membangun komunitas di daerah masing-masing sehingga ketika terjadi persoalan perempuan, dengan cepat dapat diadvokasi oleh jaringan tersebut.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top