SUP-YERUSALEM, ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (4)

Penulis : Bigman Sirait | Mon, 18 December 2017 - 14:59 | Dilihat : 2138

Bigman Sirait

www.twitter.com/bigmansirait

#SUP - Lagi-lagi perlu teliti mencermati isu Yerusalem supaya tidak salah. Jangan asal comot ayat Alkitab lepas dari konteksnya, apalagi abai pada sejarah Israel sendiri (dibaca ya semua ayat Alkitab yang ada!). Israel kerajaan utara yang dibuang oleh Asyur tak jelas jejaknya. Yang ada Samaria kota, tapi itu menjadi simbol orang berdosa bagi orang Farisi. Jadi Israel dalam Perjanjian Baru (PB) lebih menunjuk kepada orang kerajaan selatan (2 suku), yaitu Yehuda dan Benyamin yang kelak pulang ke Jerusalem dari pembuangan Babel, di era Persia sebagai “alat” Tuhan (Yesaya 45:1). Koresh yang diurapi Tuhan (dipakai secara khusus) sudah dinubuatkan nabi Yesaya. Koresh menaklukkan Media, Persia, Elam, dan Babel. Menjadikannya satu. Darius orang Media anak Ahasyweros menjadi raja di Babel, lalu diikuti era Persia bersatu. Namun yang luar biasa, sebelum semua ini terjadi Daniel sudah mengatakannya dengan tepat (Daniel 6:28). Andai saja kitab Daniel yang menjelaskan tentang orang Yehuda yang dibawa ke pembuangan Babel dibaca lengkap sebagi satu kesatuan, tidak dilepas dari konteksnya, pasti akan jadi sangat jelas makna pembuangan itu.

BACA JUGA: MEMAHAMI PERIODE JAMAN AKHIR

Di Babel, Daniel berbicara tentang masa yang akan datang, jatuhnya Babel, munculnya Persia, dan kemudian Yunani (Daniel 11:2). Salah satu raja Yunani Antiokhus, berlaku sangat kejam dan menganiaya umat Allah (Daniel 11:33-38). Dan semuanya digenapi dalam sejarah Israel. Israel kembali ke Yerusalem bertahap, pertama dipimpin oleh Zerubabel, mereka membenahi Bait Allah (Ezra 3). Lalu dibawah pimpinan Nehemia, mereka membangun tembok Jerusalem (Nehemia 2). Dan rombongan yang ketiga dipimpin oleh Ezra yang mereformasi umat dengan menegakkan Taurat (Ezra 7). Setelah merenovasi Bait Allah, memperbaiki tembok Yerusalem, umat dimurnikan oleh Taurat yang diajarkan Ezra. Hal ini dapat dipahami, karena tidak sedikit umat yang terkontaminasi dengan ajaran-ajaran di Babel. Para nabi; Yesaya, Yeremia, menubuatkan apa yang akan terjadi atas Israel, dibuang dan dimurnikan sehingga semakin jelas mereka yang disebut sebagai sisa Israel. Alkitab berkata Mesias datang dari Israel, dan itu betul, namun tidak semua Israel itu Israel, jangan dipelintir (Roma 9:5-6).

BACA JUGA: PEMBANGUNAN BAIT ALLAH KETIGA

Setelah Israel, kerajaan di selatan yaitu Yehuda, kembali ke Yerusalem, mereka dikenal dengan sebutan orang Yahudi. Lalu bagaimana dengan status Israel sebagai 12 suku? Mereka sudah tak lengkap dan tak jelas keberadaannya. Apakah Tuhan lupa janji-Nya kepada Israel yang 12 suku? Jawabannya jelas tidak lupa. Namun Yesus, Mesias Anak Allah, tidak mencari dan mengumpulkan ke 12 suku itu kembali, melainkan memilih 12 muridnya sebagai rasul representasi jumlah suku Israel (Markus 3:13-19). Itu sebab, ketika Yudas mati, maka Petrus segera menggenapi kembali jumlah mereka dengan Matias (Kisah 1:15-26). 12 Suku di PL digenapi dalam 12 Rasul di PB. Rasul Paulus menjadi kisah tersendiri. Begitu juga Yerusalem di PL digenapi dalam Yerusalem di PB, seperti kata rasul Paulus kita bukan menanti Yerusalem yang sekarang, melainkan Yerusalem yang baru (Galatia 4:25-26), yang turun dari surga yang akan mewarnai kedatangan Yesus Kritus yang ke-2 (Wahyu 21:2). Yerusalem Baru bukan yang sekarang, yang sesuai dengan janji-Nya yaitu Langit Baru dan Bumi yang Baru, bukan langit, bumi, yang sekarang (2 Petrus 3:13). Tentunya ini pengecualian bagi yang menanti janji Yerusalem yang lainnya.

BACA JUGA: KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Orang percaya dari segala bangsa (PB), sesuai ucapan Yesus Kristus (Kisah 1:8), dan menjadi penggenapan umat pilihan, Israel (PL), yang kini disebut umat pilihan, Kristen (PB), baik orang Yahudi, Yunani, dan kemudian segala bangsa (Roma 1:16, 2:9-11, Efesus 2:11-13) yang disebut sebagai warga Kerajaan Allah (Filipi 3:20-21). Bukan di Yerusalem melainkan Antiokhia yang di Siria (Kisah 11:26). Kristen artinya secara umum pengikut Kristus, laskar Kristus. Dari Antiokhia ada Nikolaus seorang Yahudi yang menjadi Kristen dan diangkat menjadi Diaken (Kisah 6:5). Orang percaya Yahudi di Yerusalem bertambah banyak, tapi dianiaya oleh Yerusalem, sampai kemudian mereka disebut Kristen di Antiokhia. Stefanus orang benar dirajam oleh Mahkamah Agama Yerusalem (Kisah 7:54-60). Jangan tanggungkan atas mereka, artinya jangan semuanya. Di sana hadir Saulus yang kelak menjadi Paulus yang rasul, dan juga dianiaya Yerusalem (Kisah 23:1-2,12) dan akhirnya atas tuntutan Yerusalem dan banding Paulus, dia dibawa ke Roma, dihukum dan mati di sana. Pada hari Pentakosta, ketika ada orang percaya (kebanyakan pendatang, Yahudi Diaspora), Yerusalem justru mencibir dan menyebut para rasul mabuk anggur manis (Kisah 2:13). Yakobus rasul, juga dibunuh dengan pedang oleh Yerusalem atas perintah Herodes demi kepuasan Yahudi, Mahkamah Agama (Kisah 12:1-3). Banyak orang Yahudi menjadi Kristen yang pertama, merekalah penggenapan nubuat nabi Yesaya sebagai sisa Israel (Yesaya 10:22), yang ditegaskan oleh Rasul Paulus bahwa tidak semua Israel itu Israel atau disebut juga sisa Israel, yaitu Israel sejati, umat pilihan yang sesungguhnya, yang menantikan Yerusalem Baru (Roma 9:6, 11:1-5).

BACA JUGA: #YERUSALEM ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (3)

Semua nubuat Alkitab mengarah kepada Yerusalem Baru, sangat jelas, dan antara Kitab-Kitab di Alkitab, saling menguatkan. Tapi memang ada saja yang mencopot sebagian. Benarlah nubuatan Tuhan Yesus; Bahwa Yerusalem seperti anak ayam yang kehilangan induk, dikumpulkan tapi tidak mau, akan menjadi sunyi, jauh dari kebenaran hingga kedatangan Yesus Kristus ke 2 (Matius 23;37-39). Jangan lupa hingga sekarang Mahkamah Agama Yahudi, tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dinubuatkan para nabi di PL. Mereka masih menanti Mesias dengan Jerusalem sekarang sebagai kiblatnya. Yang membingunkan adalah orang Kristen yang sepikir dengan mereka, seakan PB tidak jelas.

BACA JUGA: #JERUSALEM ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (2)

Yesus Kristus telah menjadi kegenapan Yerusalem, janji Allah kepada Daud (1 Tawarikh 17:12-14), bahwa Keturunan Daud, Kerajaannya, dan Bait Allah kekal selamanya. Dalam fakta sejarah di mana kekalnya? Keturunan Daud tercerai berai, kerajaannya hilang, dan sekarang adalah republik yang diperintah tidak tentu oleh suku Yehuda, dan di Perlemen Israel ada Arab Israel, Islam (Druz, Bahai), Kristen berbagai denominasi. Lalu Bait Allah dirusak oleh Babel di era pembuangan dan rata tanah di thn.70, di era Kaisar Titus. Apakah janji Allah gagal? Tidak mungkin! Lalu dimana penggenapan janji ini? Jawabanya jelas didalam Yesus Kristus Mesias Anak Allah, Tuhan Juruselamat manusia.

  1. Yesus adalah keturunan Daud, karena itu Dia disebut juga Anak Daud, umat bergembira, tapi imam Yerusalem jengkel (Yeremia 23:5-6, Yohanes 7:42, Matius 21:9,15).
  2. Yesus Kristus adalah pengenapan Kerajaan Daud, tetapi Yerusalem menyerongnya, membunuh Yohanes Pembabtis dan Yesus (Lukas 1:32, Matius 2:2, 27:37, Matius 11:12,19).
  3. Yesus Kristus adalah penggenapan Bait Allah, dengan jelas Dia menunjuk diri Nya ketika berkata rubuhkan Bait Allah ini, akan Ku bangun dalam 3 hari (Yohanes 2:19-21). Dia Bait Allah yang sejati, lebih besar dari Bait Allah Jerusalem (Matius 12:6-8). Dan, Yesus Kristus sendiri yang menubuatkan runtuhnya Bait Allah tanpa sisa (Matius 24:1-2). Karena itu Rasul Paulus mengingatkan orang percaya bahwa Bait Allah adalah tubuh kita, bukan gedungnya (1 Korintus 3:16)  

BACA JUGA: #JERUSALEM ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (1)

Yesuslah Anak Daud, Kerajaan Daud, Bait Allah yang sejati, kekal selamanya. Karena itu tak bisa dipahami mengapa orang fokus pada Yerusalem sekarang, bukan Yerusalem Baru, dan pembangun Bait Allah, bukan Yesus Kristus.  Bagi orang Yahudi yang belum menerima Yesus Kristus sebagai Mesias, itu bisa dipahami sepenuhnya, karena bagi mereka, semua itu tanda Mesias akan datang (bukan kedatangan ke 2 Kristus loh, ini beda sekali). Jangan pernah mengingkari realita sejarah Yerusalem yang jelas di Alkitab, namun jangan pula terjebak pada isu politik yang “liar”.

Itu dulu suguhan SUP nya sekarang, dimakan dulu, nanti kita tambah lagi sejarah dan situasi sosial politik Israel. Namun Alkitab harus diatas semuanya, dan jangan dipelintir ya, nanti SUP nya tumpah, panas loh. SUP berikutnya OTW (selamat berpikir serius dalam senyum hangat).

BACA JUGA: #SUP - MENJAWAB ZAKIR NAIK (SERI.5)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top