NUBUATAN ALKITAB TENTANG JERUSALEM (6)

Penulis : Bigman Sirait | Thu, 21 December 2017 - 09:35 | Dilihat : 6202

Bigman Sirait

www.twitter.com/bigmansirait

SUP-YERUSALEM, ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (6)

Ketika Israel dibawah kepemimpinan Yosua memasuki Kanaan, tempat tinggal nenek moyang mereka; Abraham, Ishak, Yakub, maka pembagian tanah menempatkan suku Yehuda berada dan berpusat di Jerusalem (Yosua 15:63). Diam bersama orang Yebus yang ada di sana. Namun pergesekan tak terhindarkan, sehingga muncullah perang yang dipimpin suku Yehuda, dibantu oleh Simeon. Tuhan pemilik bumi menolong Yehuda dan berhasil merebut Jerusalem. Namun perang muncul dan tenggelam, hingga era Raja Daud Yerusalem dikuasai sepenuhnya, dan menjadi ibukota kerajaan Israel (2 Samuel 5:6-10). Kemudian, Daud mempersiapkan pembangunan Bait Allah yang akan diteruskan dan diselesaikan oleh Salomo anak Daud (1 Tawarikh 17:1-15). Daud merasa gelisah karena Istana baginya ada, namun Bait Allah (Kemah Sembayang) masih berpindah dan belum menetap. Allah berkenan dan memakai Salomo untuk mewujudkannya. Dari sini Tuhan berjanji bahwa; keturunan Daud, kerajaan Daud, Bait Allah, akan kekal selamanya. Nyatanya, kerajaan Daud hancur, hilang, keturunannya tercerai berai, dan Bait Allah rata tanah. Dimana letak kekalnya? Ternyata  sejarah ini bermakna rohani, di mana Yesus Kristus yang menjadi penggenapannya, Kekal selamanya. Yesus disebut Anak Daud, Penguasa Kerajaan Daud, dan Bait Allah yang Kekal (baca lagi #SUP sebelumnya ya). Pergerakan makna rohani, yang disebut sebagai progressive revelation, gagal dipahami banyak orang. Progress pemeliharaan Tuhan bergerak jelas dalam sejarah manusia yang dicatat Alkitab. Sayangnya, banyak orang berani berbicara isi Alkitab, tapi kurang berani capek, berjerih payah, mempelajari isi nya.

BACA JUGA: MEMAHAMI PERIODE JAMAN AKHIR

Pergerakan makna itu jelas dalam PB, di mana Jerusalem yang kekal selamanya menunjuk Jerusalem baru, bukan Jerusalem sekarang. Itu jelas dikatakan rasul Paulus (Galatia 4:23-28), tapi diputarbalikkan oleh guru masa kini yang tak jelas argumentasi pemahamannya. Sementara soal keturunan Abraham dengan tegas Paulus menunjuk Yesus Kristus (Satu) bukan Israel secara kebangsaan, bukan banyak (Galatia 3:16 band 1 Petrus 2:6). Mari kita kenal rasul Paulus (Galatia 1:11-24), dia satu-satunya rasul dengan latar belakang pendidikan agama yang tinggi. Dia seorang Yahudi yang ahli Taurat, murid Gamaliel guru Taurat yang terkenal di zamannya (Kisah 22:3). Paulus juga dikenal briliant sehingga tak mudah memahami tulisannya dan banyak yang memutarbalikkannya, kata rasul Petrus (2 Petrus 3:16). Dalam ajarannya Paulus membungkam Imam Yahudi yang kemudian menjadikan Paulus target pembunuhan. Di Athena, Yunani, pusat para pemikir dunia saat itu, dia juga membungkam mereka. Dan, rasul Paulus sebagai ahli PL dipakai Tuhan menulis lebih dari separuh kitab di PB, dan dia piawai menjelaskan hubungan PL dengan PB. Mau mengerti PL dengan tepat, bacalah surat-surat rasul Paulus, tapi mesti mau capek loh!!  Bacalah 10X untuk khotbah 1X. jangan terbalik, baca 1X untuk khotbah 10X. Jelas akan melenceng dari maksud Alkitab. Memelintir surat rasul Paulus seperti kata rasul Petrus. Ditiap #SUP ini ada ayat-ayat Alkitab, dibaca ya. Jangan buru-buru argumentasi, karena tidak terlalu penting apa yang saya katakan, tapi sangat penting dan jangan pernah melawan apa yang Alkitab katakan. Biarkan Alkitab menafsir Alkitab.

BACA JUGA: PEMBANGUNAN BAIT ALLAH KETIGA

Para Nabi di PL bernubuat banyak soal Jerusalem. Yesaya, berbicara tentang Jerusalem dan mengaitkannya dengan  Imanuel (Yesaya 7:1-14). Yeremia berbicara kutukan atas Jerusalem (Yeremia 9:11,16), dan dia juga meratapi kehancuran Jerusalem dalam kitab Ratapan. Namun juga pengharapan bahwa musuh Yeuda akan dihancurkan dan sisa umat yaitu yang setia akan dipimpin oleh Tunas Adil bagi Daud, yaitu Yesus Kristus (Yeremia 23:3-5). Daniel juga meratapi Jerusalem yang berdosa kepada Tuhan, dan memohon belas kasihan Tuhan (Daniel 9:16). Dan Daniel juga mendapat kepastian bahwa ada jaminan bagi orang pilihan (bukan semua), yaitu yang namanya tercatat dalam kitab kehidupan (Daniel 12:1). Akhir zaman menjadi jelas bagi orang percaya dalam Kisah 1:11, dikatakan bahwa Yesus Kristus yang naik kesurga (1st coming) akan datang kembali (2nd coming). Dan Yesus Kristus naik ke surga untk menyiapkan tempat bagi orang yang percaya, dan pada waktunya akan datang kembali menjemput (Yohanes 14:1-3). Akhir zaman itu penantian bagi orang percaya, begitu juga bagi Daniel di eranya. Bukan ketakutan seperti yang digambarkan banyak orang. Yesus Kristus sudah menang, koq masih pada takut ya, dan suka nakut-nakutin. Begitu juga nabi Yoel, memulai beritanya dengan murka Tuhan atas Jerusalem (Yoel 1). Dia berseru agar umat bertobat, dan hanya bagi yang bertobat ada pengharapan, bukan semua orang (Yoel 2:18-27). Juga gambaran tentang akhir zaman, hari Tuhan (Yoel 2:28-32 dan 3:9-21). Hebatnya dengan jelas ini digenapi pada hari Pentakosta yaitu kebangunan gereja Tuhan, bukan Jerusalem secara lahiriah. Di hari Pentakosta ketika surga mencurahkan berkat, Jerusalem lahiriah justru mencibir dan menyebut para rasul-rasul yang juga Yahudi sebagai mabuk anggur manis (Kisah 2:13). Waktu itu juga penggenapan nubuat nabi Yoel tentang teruna bernubuat (Kisah 2:16-17), menunjuk apa yang terjadi pada para Rasul yang dikuasai Roh Kudus. Yang mendapat berkat surga sesuai janji melalui para nabi PL adalah Israel yang bertobat, merekalah orang pilihan yang sejati yang merindukan Jerusalem baru. Ingat kata nabi dan rasul, bahwa bukan semua Israel itu Israel (Yesaya 10:21, Roma 9:6).

BACA JUGA: KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Memahami Israel harus dua dimensi, Israel secara umum/bangsa dan Israel sejati yang bertobat, orang pilihan. Juga Jerusalem harus dipahami dalam dua dimensi, Jerusalem yang sekarang (lahiriah) atau Jerusalem Baru (rohani).  Begitu juga dengan nubuatan nabi Zakharia yang melayani setelah kembali dari pembuangan di Babel tentang masa depan Jerusalem, yang jelas terpusat pada Sang Tunas, Yesus Kristus (Zakharia 2:6-13, 3:8). Namun Sang Tunas ditikam oleh Jerusalem (Zakharia 12;10 band Yesaya 53:5, Wahyu 1:7). Dengan jelas terlihat pemulihan dan pengharapan Jerusalem hanya ada pada Yesus Kristus (rohani), bukan kejayaan lahiriah Yerusalem yang memang tidak terwujud karena terus terjajah. Israel akan dimurnikan dan sisanya yang bertobat menjadi umat pilihan (Zakharia 13:9). Tuhanlah yang menjadi Raja, bukan raja lahiriah (Zakharia 14:9) atas seluruh bumi (band; Kisah 4:11-12; Yesus adalah Satu-satunya Nama Penyelamat umat Nya, dan 1 Timotius 6:14-15; Yesus Kristus Penguasa yang satu-satunya, Raja diatas segala raja).  Dia yang memerintah Jerusalem Baru dimana orang percaya dari segala bangsa berkumpul.

BACA JUGA: #YERUSALEM ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (5)

Perlu disadari bahwa nubuatan tentang Jerusalem Baru, Kristus Raja Kekal, bercampur dengan realita kehidupan Israel saat itu. Jadi harus jeli ketika berpindah isu dari lahiriah (sejarah) ke rohaniah (makna). Jika tidak maka kita akan tersesat, dan tidak bertemu dengan Yesus Kristus di Jerusalem Baru. Lagi-lagi, biarlah Alkitab yang menafsir Alkitab, kita mempelajarinya. Para nabi di PL konsisten dalam nubuatannya yang semua mengarah kepada Yesus Kristus dan Jerusalem Baru. Begitu pula para rasul menterjemahkannya kepada umat di PB. Terutama rasul Paulus yang memang ahli PL. Isu soal Jerusalem dalam konteks politik akan terus menjadi perdebatan, namun pengharapan orang percaya akan Jerusalem Baru akan menjadi nyata. Jerusalem sekarang memang sebuah misteri dalam histori.

BACA JUGA: #YERUSALEM ANTARA ISU ROHANI DAN POLITIK (4)

Sudah bisa mengenali khasnya rasa SUP kita ya. Enam mangkuk sudah, tapi masih akan disuguhkan lagi, biar tas, tuntas. Selamat menikmati SUP dengan berbagai rempah, jadi segar dan juga cerdas. Jangan makan sendiri, bagi-bagi buat keluarga dan sahabat.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top