Ibadah Malam Natal Gri, Perawan Sukacita

Penulis : Chandra | Wed, 3 January 2018 - 09:14 | Dilihat : 259
ibadah-malam-natal-gri-perawan.jpg

Reformata.com. Jakarta - Gereja Reformasi Indonesia (GRI) kembali gelar Malam Terang Lilin. Bertempat di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, acara yang dihelat pada minggu sore 24 Desember 2017 lalu itu dihadiri oleh Ratusan jemaat.

Ibadah Malam terang lilin yang bertajuk Perawan Sukacita itu dipimpin oleh Pdt. Bigman Sirait. Khotbah diambil dari kitab Yesaya 7 ayat 14-16, dan Ratapan 2 ayat 13-15, Matius 1 ayat 21-23. Berisi tentang bagaimana seorang perempuan muda yang belum menikah mempunyai anak. Dara surga yaitu maria. Satu-satunya terjadi.  Tidak masuk akal, tetapi terjadi, bahwa maria mengandung dalam keperawananya.

Bukan soal siapa Marianya, bukan soal siapa putri sionnya, tetapi soal surga kenapa mau memakai dia. “Tidak menjadi penting secantik apa mempelai wanita itu, seunggul apa dia, tetapi megapa mempelai pria mau memperhitungkannya” ujar Bigman.

Pdt. Bigman Sirait juga mengatakan, bahwa di dalam perjanjian lama, putri sion digambarkan sebagai anak dara yang merana, karena pada waktu itu orang Yehuda dibuang ke Babel, mereka menangis di sana, waktu ratapan itu ditulis oleh Yeremia, Yeremia meratap tentang Yerusalem. “ya Allahku, mengapa kau jadikan putri sion itu, ya Allahku mengapa anak darah suci itu terputuk, ya Allah ku mengapa engkau pertemukan mereka dengan nabi-nabi, mengatakan tetang hal yang menyenangkan telinga mereka, tetapi tidak pernah mengatakan apa kesalahan mereka”. Yeremia menghardik jemaat, tetapi para nabi mengatakan aka nada terobosan kepada kita, Nabi penipu, iman penipu sampai sekarang dia hidup yang celaka bukan dia, tetapi berapa banyak umat yang menyukainya.

"Gereja digambarkan Alkitab sebagai mempelai wanita yang menantikan seorang pria tiba dalam kebahagian yang luar biasa, yang menjadi cita-cita yang berubah status dari seorang perawan menjadi seorang nyonya. Oleh karena itu, ini menjadi penantian puncak yang sangat menyenangkan bagi setiap orang percaya, sebaliknya itu menjadi aneh karena orang menjadi takut soal akhir jaman oleh karena kebodohan-kebodohan manusia. “semakin cepat dia datang semakin bahagia kita, semakin kejam dunia, semakin kita mempunyai kesempatan menunjukkan kualitas keimanan kita, seharusnya ini menjadi pertandingan kita karena kita petarung-petarung yang disiapkan Tuhan untuk memenangkan kompetisi kehidupan in” tegas Bigman Sirait,

Dalam ibadah malam natal GRI turut diisi oleh persembahan pujian dari Paduan Suara Anthiokia, dan diakhiri dengan prosesi pengucapan “Selamat Menjelang Natal” yang dilakukan oleh seluruh gembala Gereja Reformasi Indonesia bersama dengan penatua kepada segenap jemaat GRI yang hadir.

*Chandra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top