Mendag RI: Gereja Jangan Berpolitik, Tapi Jangan Tabu Bicara Politik

Penulis : Candra | Thu, 18 January 2018 - 13:50 | Dilihat : 699
mendag-ri-gereja-tidak-boleh-b.jpg
Mentri Perdagangan Republik Indonesia, Drs. Enggartiasto Lukita dan Mentri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D saat menghadiri Sidang GKPS Se-Indonesia.

Reformata.com, Jakarta - “Gereja tidak boleh berpolitik tetapi jangan tabu untuk berbicara politik” Hal itu dikatakan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Drs. Enggartiasto Lukita dalam sambutannya di acara sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia yang di gelar di Hotel Grand Cempaka, JL. Letjen Suprapto. Jakarta Pusat. (17/01).

Enggartiasto Lukita dalam himbauannya menyebut agar gereja dalam artian warga gereja jangan menarik diri hal politik itu, dia menyesalkan bahwa bicara politik di dalam gereja bahkan di halaman gereja saja kita tidak boleh, padahal biasanya setelah tejadi pemilihan, warga gereja akan mempersoalkan siapa yang terpilih.

“Orang banyak berkata politik itu kotor, padahal orangnya atau politikusnyalah yang kotor, menurut saya politik itu adalah seni, dan saya tidak mengingkari bahwa politik itu adalah kekuasaan tetapi kekuasaan untuk apa? kekuasaan yang diartikan untuk kepentingan rakyat atau masyarakat. Ayo warga gereja dan kita semua cobalah membahas dan mengikuti perkembangan-perkembangan itu dan tetap berpegang kepada firman Tuhan” ujar politisi dan juga pengusaha ini.

Sementara itu Ephorus GKPS, Pdt. M. Rumanja Purba mengatakan sangat bersyukur atas hadirnya dua Menteri dalam pembukaan sidang GKPS itu, dia mengatakan bahwa hadirnya Mentri Perdagangan Republik Indonesia, Drs. Enggartiasto Lukita dan Mentri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D, dapat menjadi inspirasi para pendeta GKPS, sehingga banyak belajar bagaimana bisa berperan ditengah-tengah bangsa dan negara.

“Tidak harus menjadi menteri, kami juga pendeta-pendeta GKPS dapat memberikan motivasi kepada seluruh jemaat kami yang berjumlah kurang lebih 2500 jiwa, agar berperan lebih besar lagi untuk merawat bangsa dan negara ini” ujar Rumanja Purba.

Dalam pembukaan Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia yang mengangkat tema "Dilengkapi untuk melakukan perbuatan baik" (2 Timotius 3:17) dan Sub tema "Bimbinglah jemaat bermurah hati, seperti Kristus bermurah hati kepada orang miskin, yang menderita dan tertindas", tampak hadir Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba, Praeses GKPS Pdt Jameldin Sipayung, STh, MA, dan dihadiri 283 pendeta yang datang dari seluruh Indonesia.Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top