Memberdayakan Yang Terabaikan

Penulis : Candra | Wed, 7 February 2018 - 10:54 | Dilihat : 199
memberdayakan-yang-terabaikan.jpg

Reformata.com. Jakarta – Sesuai dalam Firman Tuhan “Kasihilah sesamamu manusia, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri”, Kita harus memberdayakan mereka-mereka yang tidak berdaya dan terabaikan dengan upaya yang maksimal, tidak ada alasan untuk tidak.

Hal itu dikatakan oleh Dr. dr. Ampera Matippana S. Ked. M.H, kepala Badan Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) provinsi Sulawesi Selatan, saat menjadi pembicara di acara talkshow dan diskusi interaktif yang digelar di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jawa Barat. (3/02).

Dr. Ampera Matippana menceritakan di tempatnya melayani, yaitu di Sulawesi Selatan, beberapa puskesmas sudah mulai bergerak memberdayakan mereka yang terabaikan, yaitu para penghuni panti jompo. Karena kata Ampera, banyak orang tua di panti jompo yang diabaikan oleh anak-anaknya. “Selain diberikan motivasi, oma dan opa juga dilatih kekuatan fisiknya, agar minimal mereka bisa mengurus dirinya sendiri, ini adalah bagian dari upaya pemberdayaan bagi mereka yang terabaikan”. ujar Ampera Mattipana.

Bukan itu saja, Dr. Ampera menjelaskan ada banyak hal selama ini yang kita abaikan, seperti contoh anak yang berkebutuhan khusus yang terlahir cacat bukan karena kemauan mereka, yang terkadang kita abaikan. “Ayo kita latih mereka bagaimana anak-anak tuna netra dan cacat fisik untuk bisa menjadi salah satu contoh menjadi olahragawan, atau  dibidang mereka masing-masing. Lewat itu mereka akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan karena mereka dihargai, ini sebuah tantangan” ujar Ampera.

Selain Ampera Matippana, hadir pula ketua Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI), Pdt. Osil Tontongan yang dalam pemaparannya mengatakan, bahwa kesadaran yang dilakukan YKMI sejak tahun 2015 lalu terhadap para mantan narapidana yang dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, bukan hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka, namun lebih dari itu bisa mengurangi hal-hal buruk dalam masyarakat. “Memandirikan kelompok yang terabaikan baik secara iman atau pun secara karya itu memang membutuhkan sinergitas dari banyak pihak, tak terkecuali dari masyarakat” ujar Pdt. Osil, dalam diskusi bertemakan “Memberdayakan Yang Terabaikan”, 

Selain Kepala Badan Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. Ampera Matippana S. Ked. M.H, dan ketua Yayasan Karmel Ministry Indonesia, Pdt. Osil Tontongan, dalam diskusi dan talkshow yang  Pewarna.ID sajikan, bekerjasama dengan Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI), hadir pula Ir. Soleman Matippana ST. MH, seorang pengusaha muda yang memberikan sudut pandang bagaimana memberdayakan kelompok yang terabaikan dari sudut pandang pengusaha.  

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top