Pdt. Yewangoe, Gereja Mempunyai Tanggung Jawab Besar Untuk Membangun Bangsa

Penulis : Candra | Thu, 8 February 2018 - 13:36 | Dilihat : 295
pdt-yewangoe-gereja-mempunyai-.jpg

Reformata.com. Jakarta - Jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, Pdt. Dr. A.A. Yewangoe menghimbau agar gereja menjalankan empat  tugas penting gereja:yaitu sebagai bagian integral yang mempunyai tanggung-jawab besar untuk membangun bangsa, ikut bertanggung-jawab memilih pemimpin yang mengupayakan kesejahteraan dan menegakkan keadilan, memilih pemimpin yang sungguh-sungguh Pancasilais sejati, dan memilih pemimpin yang memiliki Kuasa itu bukan demi kuasa tapi demi pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, Anggota Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), dalam diskusi bersama pimpinan gereja aras nasional, dan pimpinan sinode gereja, di Graha Oikoumene, Jakarta, Selasa (6/02), lalu, seperti ditulis dalam laman PGI. 

Dalam acara bertajuk "Prayer Leaders Summit" yang diselenggarakan oleh Jaringan Doa Nasional (JDN) itu Yewangoe juga mengingatkan, bahwa demokrasi bukan soal jumlah dan kemenangan, tapi terutama adalah menyangkut nilai kemanusiaan, kebaikan budi pekerti, dan etika. Menurutnya, realitas menunjukkan kemenangan mayoritas ternyata tidak selalu mengemban nilai yang diembannya. Di sisi lain, Pilkada kali ini dibayang-bayangi oleh Pilkada DKI yang sarat dengan sentimen keagamaan.

“Layakkah Pilkada DKI ditiru, yang memanipulasi ayat dan mayat? Pilkada DKI telah mengeksploitasi emosi-emosi primordial dieksploitasi melampaui kewajaran dan tidak memakai program sebagai tolak ukur,” ujar Yewangoe yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGI itu.

Lebih lanjut Pdt. Dr. A.A. Yewangoe mengingatkan, pendekatan populisme, atau paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil di luar proporsi bisa sangat berbahaya. Bukan saja kemungkinan melabrak aturan tapi juga bisa menimbulkan anarkisme.

Mengenai diskusi ini, Charles Jonan, Fasilitator Umum JDN mengatakan, bahwa kegiatan Prayer Leaders Summit ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh JDN. Melalui kegiatan ini diharapkan pimpinan lembaga gereja aras nasional, pimpinan sinode, dan lembaga Kristen dapat sharring bersama menyikapi situasi bangsa, dan kemudian berdoa.

“Di tahun 2018 ini sebagai tahun politik, sehingga fokus kita tentunya juga akan melihat pilkada yang akan diadakan di Indonesia, apa yang menjadi masalah, kita akan membahasnya dan menjadi topik-topik doa. Misalnya soal keamanan, sebab situasi politik akan memanas, kita inginkan dengan adanya kegiatan ini akan ada pokok-pokok doa yang kita doakan. Dan kita akan sebarkan kepada setiap jaringan, gereja, untuk menjadi doa bersama. Disinilah peran JDN, membangun kesatuan melalui doa,” jelas Charles

Sumber :  PGI

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top