Surat Pengembalaan Eporus HKBP Jelang Pesta Demokrasi

Penulis : Candra | Fri, 9 February 2018 - 15:40 | Dilihat : 293
surat-pengembalaan-eporus-hkbp.jpg

Reformata.com. Tarutung - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Ephorus Huria Kristen Batak Protestan terbitkan surat Penggembalaan.  Sebagai salah satu gereja terbesar di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan sesuai dengan panggilan dan visi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yaitu "Menjadi berkat bagi dunia." Eporus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumban Tobing mengeluarkan Surat Pengembalaan untuk menyambut pesta demokrasi yang akan dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia pada pertengahan tahun 2018.

“Sesuai dengan Konfessi HKBP Pasal 13, HKBP dan warganya memiliki tanggungjawab untuk mewujudkan keadilan, melindungi dan memelihara kehidupan umat dengan memilih pemimpin yang berwibawa yang kita yakini berasal dari Allah” ujar Eporus Darwin seperti yang ditulis di laman resmi HKBP.

Menurut rilis pers yang dimuat dilaman resmi HKBP, surat pengembalaan ini dikeluarkan setelah Pimpinan HKBP bersama 31 Praeses HKBP mengadakan Rapat pada tanggal 5-7 Februari 2018 lalu di Pearaja Tarutung, mempergumulkan situasi yang berkembang di Negara kita, termasuk bagaimana gereja mewujudkan panggilannya dalam proses pelaksanaan PILKADA serentak 2018 Untuk itu HKBP menyerukan, supaya:

  1. Semua jemaat dan warga HKBP mendoakan pelaksanaan PILKADA serentak dan berperan aktif untuk menjaga kekondusifan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan PILKADA, sehingga hajatan besar ini berlangsung dengan damai, sukacita dan berkeadilan.
  2. Semua jemaat dan warga HKBP menghindari segala tindakan dan ungkapan provokatif yang menyebabkan kegelisahan, kegaduhan dan kekacauan, dan berkomitmen merajut kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menghargai kebhinekaan sebagai anugerah Tuhan. Setiap warga harus waspada terhadap informasi dan penyebaran informasi bohong (Hoaks) baik verbal, tertulis dan secara khusus melalui Media Sosial (Medsos), memahami Undang-undang Informasi Tehnologi (ITE) No 11 tahun 2008 yang mengatur tentang informasi dan Transaksi Elektronik, sehingga tidak ada warga HKBP yang tejerat masalah hukum karena ungkapan-ungkapan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Setiap warga jemaat yang memiliki hak pilih menghayatinya sebaga kewajiban dan tanggungjawab, benar-benar menggunakan haknya dengan pergi ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) memilih dengan hati, yang didorong oleh keyakinan bahwa pilihannya adalah pemimpin terbaik dan yang memiliki Visi Misi yang berkeadilan, menghargai pluralitas masyarakat, pemimpin yang berintegritas dan terpercaya, bijaksana, takut akan Tuhan dan memiliki rekam jejak yang baik, serta jauh dari kasus korupsi, pengerusakan lingkungan, terutama pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
  4. Menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang dilakukan dengan "Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia, serta Jujur dan Adil." Kita memiliki tanggungjawab untuk menjaga kebebasan setiap warga menentukan pilihannya, tidak ada yang tertekan atau terpaksa memilih atau tidak memilih seseorang, serta melindungi hak setiap orang untuk menjaga kerahasiaan pilihannya.
  5. Setiap warga HKBP menghindari dan menolak praktek-praktek suap dan politik transaksional. karena itu bertentangan dengan hukum Pidana di Negara ini dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. "Suap janganlah kau terima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar" (Keluaran 23: 8)
  6. Tidak menggunakan gedung gereja atau fasilitas milik gereja menjadi tempat melakukan kampanye politik selama perhelatan PILKADA serentak ini.
  7. Semua pelayan HKBP menunjukkan keteladanan dan menjaga citra HKBP baik di dalam persiapan dan saat pelaksanaan pesta demokrasi ini.

Demikian pesan penggembalaan ini kami sampaikan, kiranya penyelenggaraan PILKADA serentak 2018 berlangsung dalam situasi kondusif, damai dan sukacita, demi kemajuan bangsa dan Negara yang kita cintai ini.

Sumber. Laman Resmi  HKBP.

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top