Menag Buka Konas Revisi Alkitab Terjemahan Baru

Penulis : Candra | Fri, 9 February 2018 - 15:46 | Dilihat : 270
menag-buka-konas-revisi-alkita.jpg

Reformata.com. Bogor - Lembaga Alkitab Indonesia (lLAI) gelar Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (Konas TB 2) di Bogor (7/02). Kegiatan penting ini dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin.

Seperti ditulis dalam laman Kemenag.go.id, Menag menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang senantiasa menjaga dan memelihara Alkitab sebagai panduan umat kristiani dalam menjalankan agamanya. Dia mengatakan, bahwa sesungguhnya yang kita perbaharui adalah terjemahannya, bukan firman Tuhan, itu yang sering memicu kesalahpahaman di kalangan umat.

“Firman Tuhan tidak mungkin kita ubah, yang kita ubah adalah cara pandang kita terhadap teks-teks kitab suci,” ujar Menag Lukman dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Alkitab Indonesia, Pendeta Ishak P. Lambe menyampaikan, konsultasi nasional ini bertujuan untuk melakuan revisi terjemahan Alkitab dengan tidak merubah isi Alkitab.

Motivasinya, bahasa manusia itu sendiri terus berkembang, istilah baru tiba-tiba muncul. Alkitab itu ditulis dan diterjemahkan dalam bahasa Ibrani, Yunani dan bahasa Arab, menterjemahkan kata dari bahasa lain tidak mudah.

“Jadi itulah motivasinya, bukan untuk mengubah atau merevisi isi Alkitab,” ujar Ishak.

Selain Menteri Agama, hadir pula Dirjen Bimas Kristen, Thomas Pentury dan Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi.

Di lain tempat Dirjen Bimas Kristen, Thomas Pentury mengatakan, revisi terjemahan Alkitab dari Bahasa Ibrani perlu dilakukan mengingat Bahasa Indonesia mengalami dinamika luar biasa, ada kata yang hilang atau mengalami degradasi, bahkan perubahan makna.

“Revisi pada terjemahan Alkitab dari bahasa asli Ibrani memang perlu dilakukan mengingat bahasa, khususnya bahasa Indonesia mengalami dinamika luar biasa. Makanya kemudian perlu revisi terhadap terjemahannya dari bahasa asli yang disesuaikan dengan perkembangan kebahasaan,” katanya.

Thomas Pentury berharap, dengan forum konsultasi nasional ini, revisi nantinya akan lebih memperkaya pemahaman umat terhadap teks Alkitab. Termasuk didalamnya, pemahaman terkait konteks pada masa Alkitab dituliskan serta proses pemaknaan subtansi teks pada konteks kekinian.

“Harapan lainnya, dengan kegiatan ini akan lebih mengarahkan kita semua, khususnya umat Kristen di Indonesia untuk berada pada rel moderasi agama,” tambah Thomas Pentury.

Sumber : kemenag.go.id

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top