Seminar PGLII: Memahami LBTQ Dari Perspektif Alkitab Dan Medis

Penulis : Candra | Mon, 26 February 2018 - 07:34 | Dilihat : 1246
pglii-dki-jakarta-gelar-semina.jpg

Reformata.com. Jakarta - Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia DKI Jakarta (PGLII DKI Jakarta) menggelar seminar bertajuk “Memahami Perspektif Biblikal-Medis terhadap LGBTQ secara integratif dari sisi Alkitab dan sisi Medis atau Sains”.

Seminar yang digelar di Eagle Auditorium, Lumina Tower, Kuningan Place ini mengundang 2 pembicara yang berkompeten di bidangnya seperti Dr. Andik Wijaya, MD, MrepMed, Medical Sexologi dan Ps. Indri Gautama, dari PGLII.

Ps. Indri Gautama mengatakan tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk membekali para mahasiswa teologi agar kedepannya mereka dapat menghadapi isu yang berkembang terutama isu Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Querr (LGBTQ). Menurut Indri isu ini sudah mulai digunakan sebagai alat politik dan kekuasaan.

“Karena isu ini sudah digunakan sebagai alat politik, dll, saya rasa gereja mustinya berada di garis depan memahami hal ini, PGLII Sudah mengeluarkan surat sebagai pernyataan sikap bahwa kami tidak menerima perkawinan sejenis sebagaimana Tuhan sebagai pencipta mengatur perkawinan itu seperti apa” ujar Indri yang juga salah satu ketua PGLII DKI Jakarta. (24/02).

Lanjut Indri, “dalam seminar ini, kami juga menggandeng organisasi Jakarta Rumahku dan Gereja Bethel agar menjadi satu movement dimana kami berjejaring dan bersinergi antara gerja, sinode dan juga lembaga atau yayasan kristiani dan pemerintah setempat untuk mensejahterakan kota, kami akan memperkuat pelayanan kami dalam menentukan kabar baik itu” tegas Ps Indri kepada awak media.

Sementara itu Dr. Andik Wijaya mengatakan bahwa Biblicomedic sexiologi adalah ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi antara seksologi berdasarkan kitab suci dan seksologi berdasarkan ilmu kedokteran, di mana ilmu-ilmu itu sangat dibutuhkan oleh semua pemimpin kerohanian guna merespon tantangan zaman diarea kekudusan seksual.

Dr. Andik juga berharap gereja dan negara harus dengan tegas menyatakan bahwa perilaku LGBTQ adalah perilaku yang tidak sehat dan sangat berbahaya, dan karena itu harus dinyatakan sebagai perilaku yang terlarang. “ menyatakan LGBTQ sebagai perilaku yang terlarang sebagaimana juga dalam firman Tuhan adalah bentuk perlindungan yang dilakukan gereja terhadap umatnya, serta negara kepada rakyatnya” tegas Dr. Andik.

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top