Setara Institut Kecam Pembubaran Kebaktian Di HKBP Pasaman Barat

Penulis : Candra | Wed, 28 February 2018 - 10:07 | Dilihat : 1109
setara-institut-kecam-pembubar.jpg

Reformata.com. Jakarta. - Setara Institut mengecam keras tindakan Forum Komunikasi Organisasi Islam (FKOI) ) Pasaman Barat atas pembubaran paksa pelaksanaan kebaktian gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kanagarian, Kinali, Kecamatan Kinali Kabupaten Pesaman Barat, Sumatera Barat.

Wakil ketua Setara Institut, Bonar Tigor Naipospos melalui siaran Persnya mengatakan, bahwa Setara Institut mengecam tindakan pembubaran paksa pelaksanaan ibadah, seperti yang dialami oleh HKBP di Pesaman Barat Pada 25 Februari 2018 lalu. Oleh karena itu Setara Institut juga mendesak pemerintah setempat agar mencari solusi atas permasalahan itu.

“Pemda Pesaman Barat dan jajarannya agar segera mencarikan solusi bagi kelompok non muslim khususnya warga kristen dari kelompok manapun untuk dapat melaksanakan ibadah dengan agama dan keyakinannya tanpa rasa takut akan intimidasi dan pembubaran, serta tidak tunduk pada tekanan kelompok intoleran”  tulis Bonar dalam Siaran Persnya (26/02).

Selain itu dia juga meminta Forum Kerukunan Umat beragama setempat agar tidak mempersulit dan dapat segera memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah dengan memberikan pertimbangan khusus atau Afirmatif bagi daerah-daerah yang jauh dari akses pemerintahan kabupaten.

Tidak Memiliki Izin Resmi?

Pada 25 Februari 2018 lalu, terjadi pembubaran paksa oleh Forum Komunikasi Organisasi Islam (FKOI) Pasaman Barat, terhadap pelaksanaan Kebaktian Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kanagarian Kinali, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Puluhan orang yang melakukan pembubaran paksa itu beralasan rumah yang digunakan untuk kebaktian tidak memiliki izin resmi sebagai tempat peribadatan.

Gereja dimaksud berlokasi di areal Perkebunan Sawit milik PTP Nusantara VI yang telah dimanfaatkan lebih dari 10 tahun. HKBP mengaku memanfaatkan tempat kebaktian tersebut dikarenakan gereja resmi milik HKBP berlokasi jauh berada di kota kecamatan Kinali.

Menurut keterangan salah seorang jemaat HKBP, kelompok FKOI sebenarnya sudah lama keberatan dengan penggunaan rumah tersebut sebagai tempat beribadah oleh Jemaat HKBP. Sebelumnya pada 21 Februari 2018 mereka juga telah melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Pasaman Barat yang intinya meminta agar Bupati Sahiran Lubis bertindak tegas kepada Jemaat HKBP yang menggunakan rumah sebagai tempat ibadah. Pada saat yang sama Pemda Pasaman Barat bersama MUI dan FKUB memutuskan penghentian pendirian rumah ibadah, khususnya gereja tanpa izin di Nagari Persiapan Giri Maju Kecamatan Luhak Nan Duo.

Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top