Kasus Dugaan Ijazah Palsu PGSD STT Setia Mulai Disidangkan

Penulis : Candra | Thu, 1 March 2018 - 18:19 | Dilihat : 523
sidikjpg1-1.jpg
ist

Reformata.com. Jakarta - Polda Metro Jaya telah melimpahkan perkara Pdt. Dr. Matheus Mangentang, pimpinan di Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT SETIA) dan Ernawaty Simbolon, direktur program Pendidikan Guru Sekolah Dasar STT SETIA ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Hal ini dikonfirmasi oleh Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus ini.

“Memang benar, pada pertengahan januari 2018, perkara Matheus Mangentang dari Polda dilimpahkan ke Kejaksaan Jakarta Timur, dan kita langsung melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur” ujar Asnawi, salah satu Jaksa Penuntut Umum saat dijumpai di Kantornya Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Jl. D. I. Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur. (15/02), lalu.

Kepada Reformata Asnawi menjelaskan, bahwa sekarang ini perkara tersebut sudah ada di wilayah penangan Majelis Hakim, yaitu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sebelumnya di Kejaksaan Jakarta Timur status MM adalah sebagai tahanan kota,

"Kalau kemarin di kejaksaan jakarta timur MM sebagai tahan kota. Sekarang kan sudah masuk dipersidangan dan sudah wilayah majelis hakim.  Kemarin di kejasaan timur kami memutuskan dia sebagai tahan kota, dasarnya penangguhan penahan itu dikarenakan kami tidak melihat adanya potensi melarikan diri dari terdakwa" ujar Asnawi.

Asnawi juga membenarkan jika perkara MM terkait dugaan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin, yang melanggar Pasal 67 Ayat (1) dan pasal 71 UU RI No. 20 Tahun 2013 Tentang Pendidikan Nasional.  Dia mengatakan bahwa Perkara ini sudah mulai disidangkan di PN. Jakarta Timur. Dan sidang perdana dimulai pada hari Rabu, 14/02/2018 lalu.  Agendanya adalah pembacaan tuntutan UU Sisdiknas No: 20 Tahun : 2003 Pasal 67. Yang berbunyi: “(1) Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/ atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Dan Pasal 71 “Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

Sebelumnya MM dan ES dilaporkan oleh William Frans Ansanay atas dugaan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin.  Yakob Budiman Hutapea, Kuasa Hukum William Frans Ansanay membenarkan jika kliennya, Pdt. William Frans Ansanay, adalah saksi pelapor yang dipercaya para korban untuk mengatasnamakan mereka melapor ke Polda Metro Jaya.  Yakob budiman menjelaskan, Berdasarkan surat laporan polisi nomor : TBL / 4698 / XI / 2015/ PJM/ Dit. Reskrimum. Tgl 06 November 2015 lalu. MM dan ES dilaporkan oleh William Frans Ansanay atas dugaan Penyelenggaraan Pendidikan Tanpa Izin, (Pasal 67 Ayat (1) dan pasal 71 UU RI No. 20 Tahun 2013). Yang mengakibatkan kerugian Materiil dan Immateriil yang berdampak bagi para Alumni 654 lulusan  STT Setia pada Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD).  Sebab, ijazah yang dimiliki setelah tamat menyelesaikan pendidikan tidak mendapatkan pengakuan.  Diantara 654 mahasiswa adalah para saksi.  

Yakob menambahkan, jika Ijazah yang diterima tidak dapat digunakan untuk melamar pekerjaan sebagai guru, Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau swasta, karena tidak terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Bahkan kata Yakob, ada korban yang telah menjadi PNS harus rela diberhentikan karena mempunyai ijazah yang tida sah.

"Saat ini kami mendampingi para korban, saya tahu bahwa korban sangat kecewa dan sedih karena ada yang sudah diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah, tapi pas di cek tidak bisa diangkat karena ijazahnya tersebut dinyatakan ilegal dan tidak terdaftar" terang Yakob.

Sampai berita ini diturunkan kami belum dapat menghubungi pihak Matheus Mangentang.

*Candra

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top