Khotbah Populer

Cara Setan Tawarkan Kesempatan

Tue, 14 July 2009 - 14:45 | Dilihat : 6519
Tags : Doktrin Setan Satanologi

Terkait


Follow Twitter: @bigmansirait

Pdt.Bigman Sirait

DALAM beberapa edisi lalu  kita membahas topik  tentang takut akan Tuhan. Kini kita coba membahas tentang takut pada setan. Takut pada setan, bukan sifat orang beriman. Takut pada setan justru suatu tindakan melawan Tuhan. Takut pada setan membuat kita diperbudaknya. Budak setan bisa menjadi tukang pukul yang sangat menakutkan. Uniknya, tukang pukul yang kerjanya menghajar orang, merasa diri pemberani, justru mengaku tidak takut pada setan. Ini salah, sebab pada dasarnya dia tunduk pada setan, tetapi kesadaran itu diputarbalikkan dengan mende-monstrasikan keberaniannya memukul dan menghancurkan orang sehingga dia merasa sombong dan paling hebat. Padahal dia diperbudak setan.   

Dalam Yakobus 4: 7-8 kita disuruh melawan iblis dan mendekatkan diri pada Allah. Maka takutlah kepada Tuhan dalam arti positif.  Kita adalah anak-anak Tuhan yang sudah mengenal Tuhan. Karena itu tidak ada ruang yang membuat kita takut pada setan hingga berkompromi terhadap anjuran setan. Dengan menyadari posisi sebagai orang yang kenal Tuhan, kita bisa memainkan peran secara utuh sebagai orang yang tidak takut pada setan. Sebab hanya orang yang kenal Tuhanlah yang tidak takut setan.

Bagaimana setan bekerja? Pertama: setan akan membangun rasa tidak pasti dalam hidup. Karena hidup ini tidak pasti, maka setan berkata bahwa kita harus punya uang banyak. Maka korupsilah, babat lawan-lawanmu, karena mereka berbahaya. Manusia memang butuh ke-pastian, dan setan mengobralnya. Kenikmatan-kenikmatan kosong diberikan.
Ketidakpastian itu adalah musuh kita. Karena itu datanglah kepada Tuhan karena hanya di dalam Dia-lah ada kepastian. Jangan beli barang palsu dari setan. Takut akan Tuhanlah yang memberikan kepastian, bukan saja di dalam hidup ini bahkan nanti di balik kehidupan itu, yakni kematian, misteri yang kemudian menjadi tampak nyata dan terang di dalam kehidupan.
Kedua, setan menawarkan relativisme. Setan menawarkan agar kita menghindar dari kemutlakan. Relativisme adalah satu paham yang mengatakan tidak ada yang mutlak, termasuk Alkitab, Firman Tuhan. Menurut relativisme, kebenaran itu relatif: hari ini bisa benar, besok tidak. Bagi relativisme, gereja bisa benar, tetapi suatu waktu bisa salah. Menurut relativisme, gereja  benar karena mewariskan pemikiran-pemikiran hebat. Tapi gereja salah waktu membunuh ilmuwan Galileo Galilei, karena mengatakan bumi ini berputar. Memang waktu itu ada keyakinan bahwa matahari yang berputar mengitari bumi. Karena waktu itu ada pemahaman bumi itu bukan bulat tetapi setengah lingkar. Gereja yang sangat berkuasa waktu itu, membunuh Galileo yang teorinya terbukti benar.

Orang yang tidak mau takut kepada Tuhan akan tunduk kepada setan, dan setan akan menawarkan relativisme ini sehingga tidak ada kemutlakan. Jadi Anda bisa berbuat dosa. Dan dosa itu bisa benar, bisa salah, tergantung tatanan dan ukuran yang diciptakan. Dalam relativisme, ukuran membunuh itu sangat relatif dan sangat situasional. Maka membunuh orang yang brengsek bisa dibenarkan. Mencuri, belum tentu dosa, karena tergantung situasi. Daripada mati kelaparan, mencuri jadi boleh, sah atas dasar argumen tadi. Itulah relativisme yang harus kita lawan!

Lawan relativisme!
Jangan pernah mencuri karena alasan lapar, karena kita percaya betul bahwa orang yang takut akan Tuhan akan diperlihara dengan cara-Nya yang ajaib. Karena itu jangan takut kepada setan. Lawan relativisme, bangunlah struktur kebenaran kemutlakan, dan taklukkan dirimu ke sana. Dan kemutlakan itu adalah Firman Tuhan itu. Kadang, melakukan ajaran Tuhan itu berat. Bayangkan, kita disuruh berdoa buat musuh. Padahal kita ingin menghajar dan menghabisi musuh, tapi firman Tuhan menyuruh kita memberkati musuh. Sungguh sulit. Maunya kita menangkap dan hancurkan musuh. Itu anjuran setan. Semangat takut akan Tuhan harus dikembangkan yang membuat kita berpikir ratusan kali kalau mau berbuat dosa. Dan akhirnya kita selamat dengan tidak berbuat dosa, karena tidak takut kepada setan yang menawarkan berbagai kemungkinan.
Yang ketiga setan juga menawarkan kesempatan, seakan-akan hanya dengan melakukan apa yang ditawarkan setanlah kita akan mendapatkan kesempatan. Dengan korupsi kita akan mendapat kesempatan kaya. Dengan telikung sana-sini, kita akan punya kesempatan menduduki kursi jabatan. Kaya, punya jabatan tinggi, memang tidak salah, tetapi bagaimana cara meraih dan menjalaninya. Maka setan akan menawarkan berbagai kesempatan, bahkan termasuk pesta pora dalam dosa. Seakan-akan kalau tidak ikut itu kita akan habis.

Mungkin kesempatan jauh darimu. Kejujuran mungkin membuatmu disingkirkan, tidak disukai. Tetapi percayalah, Tuhan pasti menolong, menuntun dan membela. Bagaimana mendemonstrasikan itu sebagai orang yang mengenal Tuhan, itu perlu kita bangun. Jadi, jangan takut pada setan yang datang menghimpit dengan relativisme, atau menggoda dengan kesempatan-kesempatan. Ketika kita merasa takut akan hari esok, takut sakit, itu wajar sebagai manusia. Tetapi Tuhan berkata: “Jangan takut, serahkan takutmu kepada-Ku. Serahkan khawatirmu kepada-Ku.”
Takut dan khawatir yang dipelihara akan membunuh keberimanan, karena  membuat setan tumbuh subur dalam hidup kita. Karena itulah kita perlu bertarung seperti yang Tuhan kehendaki sehingga hidup kita berkemenangan, hanya untuk memuji dan memuliakan Dia. Jangan hina dirimu dengan takut pada setan. Dengan takut pada setan justru kau mengatakan bahwa Tuhan tidak hidup. Lawan setan itu, maka bahagialah hidupmu karena kau merdeka.v
(Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P.Tan)
 

Lihat juga

Komentar


Group

Top