Maruarar Siahaan, Rektor UKI, Perangi Narkoba Di Kampus

Penulis : * | Thu, 9 April 2015 - 10:04 | Dilihat : 1332
maruarar-siahaan-rektor-uki-pe.jpg
sumber foto www.satuharapan.com

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1967 ini, merupakan bekas hakim konstitusi Republik Indonesia periode 2003 sampai dengan 2008 dan terpilih kembali untuk periode keduanya di Mahkamah Konstitusi (2008-2013), saat ini ia aktif dalam dunia pendidikan dengan menjabat sebagai Rektor dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Segudang pengalaman dengan carut-marutnya sistem hukum di Indonesia sudah dilalui pria kelahiran Tanah Jawa, Sumatera Utara, 16/12/1942 ini, pengalamannya mengenai pengetahuannya tentang hukum sudah tidak perlu diragukan lagi. Maruarar mengikuti Pendidikan Hukum Internasional dan Perbandingan Hukum pada International And Comparative Law Center, Southwestern Legal Foundation, Dallas, 1976. The National College for State Judicary, University Of Nevada Reno, 1976.  Visiting Scholar, School Of Law, Berkeley, 1990, 1991.  Judicial Orientation, New South Wales, Judicial Commission and AIJA, Wollonggong, Australia, 1997.  Lemhanas IX, tahun 2001.  Program Doktor Universitas Diponegoro Semarang 2010 dengan disertasi berjudul "Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang-Undang (Studi tentang Mekanisme Checks and Balances di Indonesia)".

Pada akhir Januari silam Reformata berkesempatan untuk mewawancarai langsung Rektor yang sempat dikritik oleh sebagian civitas akademika UKI yang merasa pengangkatannya sebagai Rektor tidak memenuhi kriteria. Hal itu dijawab Maruarar dengan membuktikan pengembangan potensi UKI untuk menjadi Universitas swasta dengan lulusan yang berdaya saing tinggi, salah satunya dengan mengandeng berbagai pihak untuk bekerjasama tidak hanya pihak-pihak yang berhubungan dengan pendidikan tinggi tapi juga mengadakan kesepakatan kerjasama dengan pihak keamanan seperti dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan pihak Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membasmi narkoba yang memang  banyak beredar di kampus-kampus yang ada di Indonesia, tidak terkecuali kampus UKI.

Persoalan narkotika yang kian merebak di Asia Tenggara menyita perhatian seluruh negara di regional ini untuk terus memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika secara efektif dan masif. Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan produktif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, mampu bersaing, berdaya guna dan berhasil guna sehingga diharapkan dapat meraih masa depan yang gemilang. Maruarar Siahaan selaku Rektor UKI dengan kebijakannya saat ini, ikut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba di lingkungan kampus. Bukan perkara mudah untuk membersihkan kampus dari peredaran narkoba, Jumat dinihari, 19 Desember 2014 sehari setelah razia narkoba oleh BNN di kampus UKI, pos keamanan kampus dirusak oleh sekelompok orang yang diduga tidak senang dengan adanya razia yang dilakukan BNN bersama pihak kampus UKI. Maruarar Siahaan merespon tindakan tersebut dengan memproses tindakan vandalisme itu ke pihak berwajib, tidak hanya itu saja pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) pun dilakukan untuk mempermudah pengawasan lingkungan kampus. Menurut Maruarar, UKI akan terus meningkatkan mutu dari pendidikan dan kualitas sumberdaya manusianya. Beberapa program mengenai pengembangan dari potensi kampus sedang dilakukan oleh Rektorat, selain bekerjasama dengan Universitas lain baik dari dalam maupun Luar Negeri, UKI juga menurut Maruarar bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah seperti kepolisian, TNI/Kodam Jaya, Kementrian Pemuda dan Olahraga, BNPT, BNN, Pemda, serta lembagaseperti Breakthrough Mission, CBN, Golden Kids, media cetak, elektronik dan online adapun perusahaan yang bekerjasama dengan UKI seperti PT Astra Tbk, Sinar Mas Group, PT Indomaret, dan lain-lain.

Ada beberapa program kedepan yang sedang dilakukan UKI kata Maruarar yang saat wawancara didampingi oleh Public Relations UKI, Angel Damayanti, program itu adalah Green Campus (Sustainable, Development, Bersih, Anti Narkoba, dan Stop Tawuran), peningkatan akreditasi institusi dan fakultas menuju perguruan tinggi swasta unggul.          ?Nick Irwan

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top