Rancangan Damai Sejahtera, Mungkinkah?

Penulis : Bigman Sirait | Thu, 9 April 2015 - 14:37 | Dilihat : 3637
111016-r-damai-dari-allah-350x200.png

Shalom bapak Pendeta ….
Rancangan Damai Sejahtera, Mungkinkah?
Dalam kitab Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Sedangkan ayat sebelumnya dikatakan bahwa Allah menghukum Israel dalam pembuangan selama 70 tahun.

Pertanyaannya:
1. Bagaimana memahami rancangan Allah tentang damai sejahtera dan hari depan penuh harapan, sedangkan umat ada dalam penghukuman (murka Allah)?
2. Apakah sesudah masa pembuangan 70 tahun di Babel orang Israel hidup dalam damai sejahtera?

Terimakasih untuk jawabannya
Hendra – Cirebon

Hendra yang dikasihi Tuhan, sebuah pertanyaan penting. Banyak orang mengutip ayat ini tanpa mengetahui konteks dimana ayat ini disampaikan oleh nabi Yeremia. Umat serba dihibur bahwa semua jalan hidup akan baik tanpa masalah. Sementara Alkitab tidak berbicara begitu. Mari kita lihat secara utuh apa yang dimaksud oleh nabi Yeremia.

Pertama, ketika nabi Yeremia melayani di Yehuda (kerajaan dibagian selatan, karena Israel terbagi dua, dan diutara Israel). Kerajaan Yehuda sudah berada dalam kekuasaan Asyur dan harus membayar upeti sebagai kerajaan taklukan. Sementara Israel diremukkan oleh Asyur. Realita rapuhnya karajaan umat pilihan ini, yang hanya bersatu adan kuat di tiga periode raja, yaitu; Saul, Daud, dan Salomo.

Selanjutnya gonta ganti perang, bertahan dan dikuasasi. Jadi situasi umum kerajaan dalah keadaan tidak sejahtera sepenuhnya. Dan, ada banyak raja yang membawa umat kepada penyembahan berhala. Ironis! Apanya yang dimaksud rancangan sejahtera? Pertanyaan penting. Kedua, ketika nabi menyampaikan Firman Tuhan, bahwa rancangan Tuhan adalah damai sejahtera, Yehuda sudah dalam pembuangan di Babel (Yer 29:1). Dipenghujung kerajaan Asyur melemah, dan dikalahakan oleh Mesir. Tapi tak lama, Mesir kemudian dikalahkan oleh Babilonia, yang membawa Yehuda sebagai orang buangan ke Babel. Jadi memang sulit memahami apa maksudnya rancangan damai sejahtera tapi statusnya orang buangan, bait Allah di Yerusalem dirusak dan dijarah habis. Tak ada kebanggan yang tersisa di Yehuda, sebagai kerajaan umat pilihan. Mereka takluk ditangan kerajaan kafir. Ah, betapa besarnya misteri pemeliharaan Allah, yang seringkali digampangkan oleh banyak orang. Jadi apa maksudnya rancangan sejahtera.

Sejahtera tidak sama dengan memiliki semua yang diingingkan. Ada banyak janda di Israel, tapi janda miskin di Sarfat yang merasakan sejahteranya pemeliharaan Tuhan lewat nabi Elia. Sepanjang hidupnya dia tetap miskin, tapi hidup sejahtera karena penyertaan Tuhan. Begitu pula dengan janda miskin di PB, yang hidup adalah kesejahteraan, sehingga mampu memberi persembahan dalam rasa syukur yang penuh atas hidupnya. Sejahtera adalah buah Roh yang Tuhan beri pada orang percaya, sehingga orang percaya memiliki damai sejahtera dalam hidupnya. Damai sejahtera itu dari dalam keluar, bukan dari luar kedalam. Jadi, sejahtera tidak ditentukan oleh situasi disekitar diri, melainkan relasi dengan Tuhan.

Yehuda memang dibuang ke Babel, tapi jangan lupa Yehuda dikalahakan Babel adalah bentuk penghukuman Tuhan atas kebebalan Yehuda (baca juga kita Yesaya, Habakuk). Tuhan bisa memakai apa saja atau siapa saja untuk membentuk umat Nya. Tujuh puluh tahun akan terbuang, sudah dinubuatkan oleh nabi sebelum peristiwa itu terjadi, dan Yehuda masih berdiri. Namun, saat bersamaan Tuhan juga berjanji  akan membebaskan Yehuda dari pembuangan, dengan memakai kerajaan Koresh, yaitu Persia (Yesaya 45:1).

Semua urutan peristiwa ini sangat jelas dalam kitab Yesaya dan Yeremia, yang dipakai Tuhan memberitakan pembuangan oleh Babel, hidup di pembuangan dan pembebasan oleh Persia. Tuhan penguasa bumi, menguasai sejarah, politik, dan setiap detail kehidupan manusia. Peristiw aini justru mengajar umat agar mengerti siapa yang berkuasa yang patut disembah dan setia kepada Nya. Jadi kekalahan,pembuangan, bukanlah ketidakberdayaan Allah, melainkan sebaliknya kemahakuasaan Nya.   Jadi, rancangan damai sejahtera sangat jelas, tidak sama dengan hidup tenang, melainkan dibadai hidup Tuhan tidak pernah meninggalkan umat pilihan Nya. Tapi harus juga diingat bahwa tidak semua Israel umat pilihan. Seleksi itu sudan dimulai dan nyata sejak perjalanan di gurun, dari Mesir menuju tanah perjanjian. Tidak sedikit yang ditulahi kematian oleh Tuhan sendiri.

Begitu pula di masa Elia, Tuhan memberikan tujuh ribu Israel sejati, artinya yang pilihan (1 Raja-raja 19:18). Istilah sisa-sisa Israel menunjuk hal ini, yaitu Israel yang sejati, umat pilihan Allah (Yesaya 10:20-21). Jadi tidak semua Israel adalah Israel, bahsa PB nya banyak dipanggil (menjadi Kristen), tetapi sedikit yang dipilih (masuk surga). Alkitab sangat konsisten mengenai hal ini.

Rancangan sejahtera Tuhan dalam kasus ini sangat jelas, di Babel muncul tokoh-tokoh muda generasi baru yang taku Tuhan. Ada Daniel dan kawan-kawannya yang tidak taku mati demi iman kepada Allah Israel. Lalu diujung kejayaan Babel, munculnya era Persia, ada Zerubabel, Ezra, Nehemia, yang memimpin Israel kembali ke Yerusalem dan memulihkan kemurnian ajaran Taurat. Israel masih juga tersandung, itulah limitasi pelayanan para nabi, karena bersifat progresif menuju kesempurnaan didalam Yesus Kristus Tuhan. Yesaya menyebut Nya Imanuel yang berarti Allah beserta kita.

Hendra, yang dikasihi Tuhan, jelaslah sekarang arti sejahtera yang sesungguhnya, yaitu beriman kepada Allah, dan hidup didalam Nya. Badai hidup boleh bertiup silih berganti, tapi rancangan dama sejahtera yang menyertai orang percaya yang sejati. Semoga ini menjadi berkat bagi kita semua.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top