Ibu Hamil Merokok, Anak Bisa Idiot

Penulis : dr Stephanie Pangau | Tue, 30 June 2015 - 13:43 | Dilihat : 1270
ibu-hamil-merokok.jpg

Saat ini saya sedang hamil muda (6 minggu). Saya menikah dua setengah tahun lalu. Usia saya 24 tahun. Saya merokok sejak SMA kelas dua, dan sampai saat ini (8 tahun). Saat hamil seperti sekarang pun saya masih merokok walaupun tidak sebanyak sebelum hamil, paling hanya 2 – 3 batang per hari.
Pertanyaan saya: 1) Mengapa lama sekali saya bisa hamil (dua setengah tahun setelah pernikahan) apakah karena pengaruh rokok? Perlu dokter ketahui, karena ingin sekali dikaruniai anak, saya dan suami selalu melakukan hubungan suami istri secara teratur. Suami saya (28 tahun ) juga sudah memeriksakan diri ke dokter, dan hasilnya dia dalam keadaan  sehat jasmani. 2) Apakah risiko merokok pada ibu hamil maupun pada janin? 3) Apakah saran dokter untuk kehamilan saya ini agar bayi saya lahir sehat? Atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Kiki M.
Jakarta Pusat

KESULITAN untuk hamil setelah Anda berdua melakukan hubungan suami istri selama kurang lebih dua setengah tahun sebenarnya dapat dikategorikan tidak subur (infertile). Tapi puji Tuhan akhirnya Anda sekarang bisa hamil. Umumnya keadaan sulit hamil pada perempuan perokok dapat disebabkan antara lain:  Pengaruh buruk asap rokok yang dapat menyebabkan: gangguan keseimbangan hormon yang diperlukan untuk reproduksi; mengganggu pergerakan rahim tempat ovum (telur ) dan sperma yang sudah bersatu sehingga pembuahan yang sudah terjadi tadi tidak mendapat tempat yang tepat untuk bernidasi (menempel di rahim) dan berakibat gagalnya kehamilan.  
Risiko merokok pada ibu hamil antara lain: Risiko terjadi keguguran lebih besar pada perempuan perokok dibanding mereka yang tidak merokok; Asap rokok juga dapat memperlambat kenaikan berat badan ibu saat hamil sehingga ibu akan mudah terserang infeksi; Lebih sering  ditemukan melahirkan bayi prematur; Air Susu Ibu (ASI) yang dihasilkan menjadi kurang berkualitas sehingga dapat menghambat pertumbuhan si anak; Dapat meningkatkan kelainan letak plasenta seperti misalnya:
- plasenta terletak di muka jalan persalinan /menutup jalan lahir, selain itu plasenta bisa menjadi  sangat mudah terlepas sehingga bisa berakibat jelek pada ibu dan anak
- dapat meningkatkan KPD (ketuban pecah dini) dengan akibat memperlambat jalannya     persalinan
- sering sampai harus dilakukan sectio caessar untuk bisa menolong si anak dari persalinan
- belum lagi risiko bahaya lain yaitu ibu bisa juga terkena penyakit seperti  kanker paru-paru yang mempercepat kematian, padahal sang bayi masih sangat membutuhkan ibunya.

Risiko pada janin:
- Asap rokok dapat menghambat kenaikan berat badan bayi sehingga berakibat janin mudah  terserang penyakit infeksi
-dapat meningkatkan kelainan bawaan pada bayi yang dikandung
-dapat menurunkan kecerdasan pada si bayi
-bayi bisa lahir sebelum waktunya/prematur
Setelah mempelajari banyaknya bahaya yang dapat ditimbulkan akibat merokok baik  kepada ibu yang hamil maupun kepada janin yang dikandung maka alangkah bijaksananya bila Anda segera menghentikan kebiasaan merokok tersebut dan mulai mempersiapkan kesehatan diri sendiri serta dapat menghargai anugerah TUHAN bagi Anda dan suami  yang dititipkan dalam rahim Anda. Apalagi tidak semua perempuan perokok bisa seberuntung Anda. Memang tidak mudah bagi seorang pecandu rokok untuk mendadak berhenti, tapi Anda perlu berusaha kuat dengan memiliki niat yang sungguh-sungguh. Mungkin Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog Anda, dan terutama berdoa mohon pertolongan Tuhan untuk berhenti dari kebiasaan buruk yang sangat merugikan ini. Sehingga anda boleh berharap memiliki keturunan yang sehat, juga supaya Anda mempunyai  tenaga yang cukup untuk melahirkan nanti, kalau bisa tidak harus mengalami kesulitan selama hamil maupun persalinan. Selamat berusaha Bu Kiki. Tuhan memberkati.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top