RELASI PENEBUSAN DAN KENAIKAN YESUS KRISTUS

Penulis : Pdt Robert R Siahaan | Wed, 1 July 2015 - 14:25 | Dilihat : 1900
kenaikan-tuhan-yesus-3.jpg

Ada satu kesinambungan dan satu konsep yang utuh dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus menjadi manusia yang selanjutnya mati di atas kayu salib dan kemudian bangkit dari kubur dan akhirnya naik ke surga. Semua peristiwa tersebut sudah dinubuatkan dalam kitab Perjanjian Lama dan telah digenapi dalam pelayanan Tuhan Yesus. Jika kita mempelajari urutan peristiwa kelahiran hingga kenaikan Tuhan Yesus ke surga maka kita akan mendapatkan suatu gambaran yang sangat jelas mengenai Yesus yang lahir, mati, bangkit dari kematian dan dengan tubuh yang sama itu pula Ia kemudian yang naik secara fisik ke surga (1Pet 3:18-22). Alasan utama Allah menjadi manusia dan lahir ke dalam dunia di dalam diri Yesus Kristus adalah dalam rangka memenuhi tuntutan pembayaran korban tebusan dan korban keselamatan yang Allah kehendaki. Syarat yang sesungguhnya ditentukan oleh hukum Taurat untuk pengampunan dosa manusia yang sempurna adalah darah manusia yang suci, yang sempurna dan sama sekali tidak bercacat.
Alkitab menegaskan bahwa semua manusia telah jatuh dalam dosa dan telah “terjual” di bawah hukum Taurat dan telah dinyatakan bersalah (berdosa) terhadap Allah dan hukumannya adalah kematian, dan akan dibinasakan dalam kekekalan (Roma 3:23-25, 6:23). Alkitab menyatakan bahwa tidak ada manusia yang sanggup membayar dosanya, karena terlalu mahal harga pembayarannya dan selamanya tidak akan terbayarkan (Mz 49:8-13). Kematian dan hukuman kekal adalah suatu kepastian yang akan menimpa setiap orang tanpa ada satu orang pun yang akan terluput, karena semua orang telah berbuat dosa dan telah terjatuh dalam dakwaan hukuman kekal. Itulah sebabnya Allah harus menyediakan korban tebusan dalam tubuh dan darah manusia,  dan yang telah dilakukan Allah di dalam diri Yesus Kristus melalui proses kelahiran hingga kematian-Nya. Alkitab memberikan catatan yang lengkap mengenai nubuatan kelahiran Yesus Kristus hingga kematian-Nya dan bagaimana kematian itu terjadi (Yes 53). Alkitab memberitahukan dengan jelas bahwa Yesus lahir ke dunia untuk menyelesaikan misi penyelamatan dan penebusan melalui kematian-Nya di kayu salib. Allah rela mengaruniakan anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus mati di kayu salib (Yoh 3:16).
Kematian Yesus bukan hanya sekedar mati sebagaimana manusia mati, kematian-Nya adalah untuk membayar korban tebusan umat-Nya, dan kematian-Nya adalah untuk mengalahkan maut (1 Kor 15:54-57). Hanya manusia Allah di dalam Kristus yang dapat memenuhi tuntutan murka Allah. Darah Kristus yang suci dan mahal itu adalah korban sempurna yang Allah kehendaki (Ibr 9:22, 10:4-10), dan tidak ada cara lain yang dapat menyelamatkan manusia selain Allah sendiri menjadi manusia dalam Yesus Kristus dan memberikan diri-Nya menjadi tebusan untuk membayar dosa-dosa umat pilihan-Nya di kayu salib (baca Im 17:11; Ibr 9:14, 22; Ef 1:7; 1 Kor 6:20). Hanya melalui proses pengorbanan diri Yesus dan dan darah-Nya yang dapat memenuhi tuntutan keadilan Allah atas dosa manusia dan juga dapat memuaskan tuntutan kekudusan Allah. Pada saat yang bersamaan kematian Kristus adalah juga merupakan ekspresi kasih terbesar Allah kepada manusia yang berdosa. Kematian Kristus tidaklah berakhir di kuburan, sebelum mati Ia sudah memberitahu murid-Nya bahwa Ia akan dibangkitkan pada hari yang ketiga (Luk 9:22).  Setelah kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan selama empat puluh hari Ia bersama mereka dan terus mengajarkan hal Kerajaan surga kepada mereka. Setelah itu Yesus mengajak murid-murid-Nya ke Betania dan mengutus mereka untuk memberitakan kabar pertobatan dan mengenai pengampunan dosa kepada seluruh bangsa. Setelah itu para murid menyaksikan Yesus naik menuju awan dan Yesus memberkati para murid-murid lalu menghilang di balik awan dan terangkat ke surga (Lk 24:50-53). Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, malaikat Tuhan berakata kepada mereka: “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis 1:10-11). Tuhan Yesus juga memerintahkan agar murid-murid menunggu hingga Roh Kudus turun atas mereka. Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini terlihat menjadi suatu moment khusus dan berdampak sangat penting bagi para murid-murid Tuhan Yesus.
Injil Lukas menuliskan bahwa murid-murid kembali ke tempat mereka berkumpul di Yerusalem dengan sukacita dan rasa syukur yang besar (Lk. 24:52). Dalam  peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ini terlihat suatu ekpresi yang jauh berbeda di dalam diri murid-murid dibandingkan ketika Yesus ditangkap kemudian mati disalib. Bahkan ketika Yesus bangkit dari kematian, bagi para murid-murid Yesus sekalipun mereka diliputi dengan perasaan senang namun juga masih muncul perasaan mencekam ketika mereka tahu Yesus telah bangkit dari kubur. Namun peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga menjadi suatu titik balik yang membuka mata rohani mereka dan memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih utuh mengenai Yesus Kristus yang mereka percayai sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Mereka dapat melihat semua urutan peristiwa yang lebih lengkap dan utuh mengenai berita nubuatan tentang Yesus di dalam Kitab. Mulai dari kelahiran Kristus, penyataan mengenai siapa diri-Nya,  aktivitas pelayanan pemberitaan Injil Kerajaan Allah serta pernyataan mujijat-mujijat-Nya hingga peristiwa kematian-Nya (Yes 7:14; Luk 1:30-35). Mereka melihat  Yesus dalam bentuk tubuh-Nya itu  terangkat naik ke surga dan mereka adalah saksi dari semua peristiwa itu dan saksi dari berita Injil Kristus.
 
Kaitan Penebusan
dan Kenaikan Yesus

Kenaikan Kristus ke surga adalah bagian yang integral dengan keseluruhan tujuan kedatangan-Nya ke dunia dalam kerangka rencana penyelamatan umat pilihan-Nya (Roma 8:29-30). Mungkin banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa tubuh bayi Yesus yang lahir di Betlehem adalah juga tubuh Yesus yang mati di kayu salib dan juga adalah tubuh yang bangkit dari kubur dan tubuh yang naik ke surga. Kisah Rasul 2:31-32 menegaskan bahwa: “Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Yesus sendiri menegaskan:”Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yoh 16:28). Ketika Yesus naik ke surga malaikat Tuhan mengatakan bahwa dengan cara yang sama Kristus akan datang untuk kedua kalinya, turun dari surga dan akan membangkitkan umat pilihan-Nya dan dan dalam sekejap mata akan diubah ke dalam tubuh yang tidak dapat binasa dan akan diangkat bersama Kristus ke surga (1 Tes 4:14-17; 1 Kor 15:51-54; Why 10:7). Kenaikan Kristus ke surga menjadi sangat penting dan merupakan hal yang berkesinambungan dengan penebusan, yang menjembatani pelayanan Yesus di bumi (sejarah) ke dalam kekekalan (Roma 8:34-39). Kristus naik ke surga untuk melengkapi dan nyempurnakan penebusan yang telah dilaksanakan di bumi. Ia naik ke surga dan masuk ke dalam Tabernakel yang menjadi Imam Besar untuk selamanya (Ibr 8:1-2). Kenaikan Kristus ke surga menjadi sangat penting juga karena Ia naik ke surga untuk menyediakan tempat di surga bagi umat tebusan-Nya (Yoh 17).
Sebelum naik ke surga Yesus juga telah memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan datang kembali untuk membawa mereka naik ke surga: “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” Ia naik ke surga dan mempersiapkan tempat bagi umat yang telah ditebus-Nya (Yoh 14:1-3). Beriman dan mempercayai Yesus yang lahir ke bumi dan yang mati di salib dan bangkit dari kubur dan beriman kepada Yesus yang telah naik ke surga adalah satu kesatuan konsep yang utuh  yang diajarkan oleh Alkitab.
Kenaikan Kristus ke surga adalah gambaran yang akan terjadi di dalam kehidupan orang percaya. Alasan Paulus menegaskan agar orang Kristen senantiasa bersyukur dan bersukacita adalah karena kesempurnaan penebusan dan keselamatan itu telah sempurna dipersiapkan dan dianugerahkan kepada semua orang Kristen (Rm 8:29-30). Tuhan Yesus juga memerintahkan agar kita mengabarkan berita pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa. Jangan terlena hanya hidup bagi diri sendiri menikmati anugerah Allah itu, kabarkanlah berita sukacita itu kepada orang lain juga (Lk 24:47-48; Mat 18:19-20).

Soli Deo Gloria.

Penulis Melayani di Gereja Santapan Rohani Indonesia Kebayoran Baru.
www.robertsiahaan.com

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top