Khotbah Populer

Ketakutan Memasuki Tahun Yang Baru

Tue, 1 February 2011 - 09:27 | Dilihat : 5194
Tags : Artikel Tahun Baru Tahun Baru

Terkait


 Pdt. Bigman Sirait

BAGI beberapa orang, ada kegelisahan memasuki  pergantian tahun, bahwa tahun depan bencana akan semakin sering terjadi. Apalagi di penghujung tahun lalu bencana alam beruntun datang, mulai dari banjir Wasior, tsunami Mentawai, dan meletusnya Gunung Merapi. Yang lucu adalah ketika ada orang Kristen menyikapi bencana ini dengan isu tentang akhir jaman.
Bencana dan kedatangan Yesus dikaitkan dengan Lukas 21: 10-13 yang mengatakan bahwa bangsa akan bangkit melawan bangsa, gempa bumi akan terjadi, di berbagai tempat akan terjadi kelaparan, juga akan tampak tanda-tanda yang dahsyat dari langit, dan seterus-nya. Ketika peperangan melanda dunia, muncul lagi isu bahwa Yesus akan datang. Semua isu ini merupakan ulah orang yang tidak punya kerjaan. Tetapi yang lebih kurang kerjaan lagi adalah jemaat yang menyebarkannya, tanpa  mau belajar dari apa kata Alkitab. Alkitab mengatakan: “Ujilah segala sesuatu dan perhatikanlah, dan itu harus sesuai dengan Alkitab”.


Perang tidak akan pernah berhenti. Meski manusia sudah modern, bahkan PBB memacu dan memicu semangat kebersa-maan, manusia dihargai sedemi-kian tinggi, tetapi ternyata peradaban yang maju bukan membuat perang berhenti. Manusia tetap haus darah, haus kekuasaan. Maka terjadilah bangsa melawan bangsa kerajaan melawan kerajaan. Perang fisik, perang ekonomi hingga perang teknologi, berbaur dengan sangat mengerikan. Banyak orang miskin yang makan saja susah, tapi saling tombak saling bacok. Yang lain lagi beradu teknologi dengan alat canggih, saling intai saling ancam menunjukkan kekuatan. Yang lain bermain dengan kekuatan ekonomi mengguncang pasar.


Apa yang terjadi memang sangat menakutkan. Tetapi sebetulnya itu tidak menakutkan dan mengejutkan kalau kita mau mengerti dan menyadari sinyal yang telah disampaikan Alkitab. Yang mengejutkan adalah ketika umat tidak pernah mau belajar, selalu termakan sensasi. Apalagi hamba-hamba Tuhan yang seringkali menjadi seperti paranormal. Atas nama Tuhan mereka membuat nubuat. Dan umat melahap mentah-mentah habis isu-isu seperti ini. Padahal Tuhan memberikan informasi kepada semua orang lewat firman-Nya, Alkitab. Kitalah yang malas membaca dan mempelajari, lalu bergantung pada orang tertentu. Alkitab tidak lagi diperhatikan, tak lagi dihargai, tetapi apa kata pendeta tertentu, itu yang menjadi acuan.    
Orang Kristen lebih suka mengirim dan menyebarluaskan SMS tentang isu kiamat ketimbang mengumpulkan uang untuk membantu sesama. Lebih mudah orang Kristen menyebarluaskan SMS bohong daripada menyebarkan ayat-ayat firman Tuhan. Padahal firman Tuhan yang dikirim lewat SMS bisa menghibur orang yang sedih dan menguatkan orang yang lemah. Andaikata kita belajar kebenaran Alkitab maka kita akan diberikan kepekaan. Sebenarnya, betapa mudahnya hidup menjadi anak Tuhan, hanya melakukan apa yang Tuhan katakan: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan akal budimu, dan sesama manusia seperti dirimu sendiri”. Tetapi, melakukan apa yang Tuhan katakan kelihatannya justru menjadi hal yang sulit bagi orang Kristen yang memang sangat mencintai diri. Tuhan pun baru disebut Tuhan kalau memenuhi apa yang menjadi kehendaknya. Sesama baru disebut sesama jikalau itu menguntungkan dirinya. Orang seperti ini yang tidak bisa melakukan cinta kasih secara utuh, semua bersembunyi di balik karunia di balik fenomena-fenomena.

Manusia unggul
Bangsa melawan bangsa, itu sudah terjadi. Perang tidak akan selesai. Akan terjadi gempa bumi. Ini juga sudah bisa dibaca, karena bumi memang makin tua. Para ahli sudah memperhitungkan tentang apa yang akan terjadi dengan lempengan-lempengan bumi. Gunung berapi meletus. Dan itu semua memang cocok dengan Alkitab. Cuma Alkitab tidak berbicara secara detail tentang yang mana atau di mana. Tetapi secara global Alkitab menceritakan situasi alam mendekati  kedatangan Tuhan. Maka situasi alam itu bisa dibaca dengan kemajuan teknologi yang tanpa sadar mengakui secara utuh bahwa ini akan terjadi. Semua informasi sudah diberikan Alkitab sejak ribuan tahun silam. Orang Kristen yang kebangetan, sudah ribuan tahun pun tidak pernah mau belajar, karena lebih suka sensasi, bukan membaca Alkitab.
Dikatakan kelaparan akan merajalaela. Jelas, sebab penduduk bumi terus bertambah, bahan konsumsi semakin menipis. Kelak, apa pun yang dulu tidak dimakan, mau tak mau harus diolah untuk jadi makanan. Bencana bisa meng-hancurkan persediaan makanan. Jadi itu lumrah terjadi, tidak usah kaget dan ketakutan. Alkitab sudah mengingatkan: berjaga-jagalah! Kedatangan Tuhan itu menyenangkan, kata Paulus, dalam Tessalonika. Maka aneh sikap orang Kristen saat ini yang justru ketakutan. Kalaupun hidup, layani Kristus. Kalau mati puji Tuhan, ketemu Yesus. Tetapi sekarang ini kita dibawa ke perangkap-perangkap yang kacau. Ini menjadi kesalahan orang Kristen dalam menyikapi Alkitab. Karena itu, kembalilah kepada Alkitab, bacalah Alkitab, cintailah Alkitab. Bumi akan berlalu tetapi firman Tuhan itu akan tetap. Itu dikatakan di Alkitab.


Jangan masuki tahun yang baru dengan ketakutan. Masuki tahun 2010 dengan melayani Tuhan lebih baik, hidup sungguh-sungguh, lebih rajin, lebih beretika. Karena makin hari makin banyak orang Kristen makin kehilangan etika, yang justru lebih bergairah memperkaya diri ketimbang menolong orang lain. Orang Kristen yang bangga karena mampu mengumpulkan harta, tapi tidak malu karena tidak mau berbagi dengan orang lain. Bahkan sekarang tidak sedikit pendeta yang menumpuk harta sehingga tiada beda dengan para pebisnis yang rakus. Memang tidak semua pebisnis rakus, sebab ada banyak pebisnis yang berjuang dengan uangnya untuk mem-bantu banyak orang. Pemenang Nobel dari Bangladesh memakai bank-nya untuk menolong rakyat miskin. Jadi orang Kristen jangan menepuk dada dulu. Sangat banyak orang yang bukan Kristen sungguh-sungguh mengabdikan diri untuk menolong orang lain, di tengah-tengah paceklik cinta kasih.


Maka, mari kita maju. Kita cerdas dan berkaca diri sehingga mampu menempatkan diri sebagai manusia unggulan. Bahwa akan ada aniaya, perusakan rumah ibadah, itu dari dulu juga sudah dikatakan. Mari kita perjuangkan ini dengan elegan. Tetapi ini bukan soal menang-kalah, itu jalan yang harus dilewati, bagian yang harus dialami. Kenapa harus kecewa dan takut? Sebaliknya terhormatlah kalau engkau bisa melewatinya. Terhormatlah kalau engkau bisa menjalaninya. Maka berlakulah sebagai orang terhormat supaya dalam seluruh aspek kehidupan kita nama Tuhan dipermuliakan.v

(Diringkas dari CD khotbah oleh Hans P. Tan)


 

Lihat juga

Komentar


Group

Top