Manajemen

Ego Dan Dosa Terbesar

Penulis : Harry Puspito | Fri, 11 September 2020 - 16:58 | Dilihat : 84

Alkitab menyatakan semua orang telah berdosa dan semua dosa membawa kepada kematian. Namun dosa apa yang kita pandang paling besar, paling buruk, paling keji sehingga kita harus sangat hati-hati untuk tidak melakukannya? Jawaban terhadap pertanyaan ini bisa beragam. Mungkin ada yang mengatakan membunuh, memperkosa, menyiksa, bunuh diri, dsb. Dalam Alkitab ada beberapa pasal yang mendaftar macam-macam dosa, seperti Amsal 6:16-19, Markus 3:28-29, 1 Korintus 6:9-10; Wahyu 21:8; dsb. Mana dari dosa-dosa ini adalah dosa yang paling buruk?

Karena orang dibebaskan dari dosa, yaitu diselamatkan melalui penebusan Kristus, dan diterima melalui iman, maka dosa yang paling besar, yaitu yang membawa kepada maut. Masuk akal kalau salah satu jawaban atas pertanyaan itu adalah dosa 'tidak percaya' hingga akhir hidup seseorang.

Dalam Alkitab Yesus pernah menyebutkan tentang adanya dosa yang tidak bisa diampuni, yaitu dosa menghujat Roh Kudus (Mat 12:31-32, Markus 3:28-29, Lukas 12:10). Dosa ini bisa jadi adalah paling buruk. Yesus sendiri menyatakan kalau semua dosa bisa diampuni, termasuk ketika orang menghujat Dia sendiri; namun mereka tidak bisa diampuni ketika mereka menghujat Roh Kudus. Kenapa demikian? Karena Roh Kuduslah yang terus bekerja menyadarkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8). Ketika manusia terus menolak pekerjaan Roh Kudus hingga akhir hidupnya maka mereka akan menerima akibat, yaitu kematian kekal.

Kita masih bisa menanyakan lebih lanjut, apa bentuk dosa-dosa yang menyebabkan menghujat Roh Kudus dan tidak percaya? Dosa apa yang menyebabkan orang menolak pekerjaan Roh Kudus dengan segala cara-Nya, dan banyak menggunakan manusia percaya lain untuk membawa orang kepada kebenaran? Ya, jawabannya sesuai dengan tema tulisan ini adalah dosa yang dalam bahasa Inggris banyak disebut sebagai 'pride' sedangkan Alkitab Indonesia menggunakan istilah-istilah seperti 'tinggi hati' (Amsal 16:5), 'sombong' (Markus 7:20-23), 'congkak' (Yakobus 4:6), dll. Ya inilah dosa yang paling besar.

Walau seseorang telah percaya, namun dalam kehidupannya yang masih diwarnai dosa, maka orang percaya masih rentan mengalami dosa kesombongan ini. Karena itu setiap orang harus waspada dengan natur kesombongannya. Ada banyak alasan mengapa kesombongan adalah dosa yang paling besar.

Istilah lain orang yang memiliki sikap yang sombong bisa dikatakan orang dengan ego yang besar. Ego adalah diri (self) yang bersifat netral bahkan baik karena dari Allah. Namun karena manusia telah jatuh dalam dosa, maka ego rentan dikuasai dosa, yang menyingkirkan Allah dari dirinya. Ego besar manusia mula-mula Adam dan Hawa diwujudkan dalam keinginan mereka untuk menjadi seperti Allah. Dosa kesombongan ini telah memisahkan seluruh umat manusia dari Sang Pencipta-Nya, mengancam manusia masuk dalam kebinasaan kekal. Betapa berbahayanya dosa kesombongan ini bukan.

Dosa kesombongan manusia ini ternyata, menurut Alkitab, adalah dari dosa kesombongan Lucifer, mahluk malaikat, yang terkesan dan bangga dengan kecantikan, hikmat, kekuasaan dan posisinya di surga sehingga menginginkan kehormatan dan kemuliaan yang hanya dimiliki oleh Allah saja (Lihat Yehezkiel 28, Yesaya 14). Akibatnya Lucifer dan pengikutnya diusir Allah dari surga dan namanya berubah dari Lucifer ("Bintang Timur") menjadi Satan ("Sang Musuh") yang bermusuhan dengan Allah dan berusaha menarik sebanyak mungkin manusia ke dalam kerajaannya.

Seseorang dengan hati yang sombong akan sulit menerima bahwa dirinya mengalami 'sakit dosa' dan memerlukan dokter, Juruselamat. Orang yang sombong dan memelihara kesombongannya akan terus menolak pekerjaan Roh Kudus yang berusaha menyadarkan kondisinya dan kebutuhannya akan keselamatan, dan menolak untuk percaya. Sedang orang percaya yang dikuasai kesombongan akan mengalami tantangan untuk bertumbuh dalam iman, sikap dan perilakunya.

Banyak alasan lain mengapa dosa ego besar ini sangat gawat di luar dampak akhirnya itu. Dosa ini tidak mudah dilihat. Diri sendiri maupun orang lain tidak mudah mendapati orang dengan kesombongan sebagai telah hidup dalam dosa. Malah mungkin orang demikian dilihat punya percaya diri, dan dimaklumi karena memiliki sesuatu untuk dibanggakan.

Dosa kesombongan menjadi dasar banyak dosa-dosa dan masalah-masalah lain. Oleh karena melihat diri besar, maka dia menuntut perhatian dan penghargaan orang lain. Tidak mungkin orang demikian mengasihi orang lain dengan tulus dan mengutamakan orang lain. Dirinya merasa berhak mendapatkan apa yang diinginkan, selalu tidak puas, karena itu orang dengan ego besar, banyak komplain dan sulit bersyukur.

Untuk mendapatkan perhatian orang, orang yang ego bersikap menyenangkan orang lain, daripada Tuhan. Penampilan luar menjadi penting. Bahkan ketika melakukan kehidupan agamawinya, seperti berdoa, berpuasa dan memberikan sedekah untuk mendapatkan pujian manusia. Tuhan Yesus menyebut orang-oran seperti ini munafik (Lihat Matius 6) dan mengecam keras mereka (Matius 23).

Demikian jahatnya dosa kesombongan Alkitab menyatakan tidak saja Allah membenci mereka tapi juga secara aktif menentang orang dengan kesombongan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6). Tidak heran bapa gereja memasukkan dosa kesombongan ini ke dalam 'tujuh dosa maut' bersama dengan envy (iri hati), wrath (kemarahan), greed (ketamakan, serakah), lust (nafsu birahi), sloth (kemalasan), gluttony (rakus)

Karena sombong adalah dosa, maka solusinya tidak ada lain adalah melakukan pengakuan dan mohon pengampunan dari Tuhan (1 Yohanes 1:9) yang akan mengampuni dan menyucikan dari segala dosa kita. Di luar itu kita perlu membangun sikap dan kararakter rendah hati dalam diri kita dengan berbagai disiplin rohani yang menolong kita semakin mengenali Allah kita dan memiliki hubungan yang intim dengan Dia sehingga tertutup ruangan bagi ego menjadi besar. Tuhan memberkati!

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top