Khotbah Populer

Meski Disalib, Yesus Buktikan Kuasa-Nya

Mon, 2 May 2011 - 09:51 | Dilihat : 7176
Tags : Artikel Jumat Agung

Terkait


 Pdt. Bigman Sirait

MANUSIA gagal mengenali kebenaran. Itulah yang tergambar dalam Lukas 23: 35 - 43. Yesus, anak Allah  yang tersalib itu dicemooh. Kala itu, bahkan pemimpin agama, gagal mengenal Yesus. Di masa kini pun, mungkin ada pendeta yang tidak mengenal Dia dengan baik.  Hamba Tuhan berkhotbah tentang Dia, tetapi belum tentu melakukan apa yang Dia mau. Bahkan mungkin ada yang memperjualbelikan nama Yesus, mencari keuntungan dalam nama Yesus.
Ketika Yesus disalib, para ahli Taurat berteriak, “Hei, Engkau, katanya Mesias, maka selamatkan dirimu!” Tragis dan ironis. Para tentara juga turut mengejek, lalu memberikan anggur asam kepada-Nya. Anggur asam punya dua fungsi. Kalau diminum bisa membuat rasa sakit berkurang, tetapi di lain sisi membuat orang lebih lama menderita. Mereka memberi Yesus anggur asam supaya Dia lebih lama menderita. Jika Yesus lebih lama tergantung di salib, orang-orang akan lebih lama menikmati “tontonan” itu. Sadis dan maniak!


Ahli Taurat, tentara, dan orang banyak menjadikan Yesus yang tersalib hanya sebagai tontonan. Menyedihkan. Padahal di antara mereka mungkin banyak yang pernah merasakan mukjizat “lima roti dan dua ikan”. Mungkin ada yang menyaksikan Yesus membangkitkan Lazarus, menyembuhkan orang sakit, membuat orang buta bisa melihat, orang lumpuh berjalan. Sekarang mereka menonton-Nya. Cepat sekali mereka berubah. Tapi itulah manusia. Kemarin mereka berteriak-teriak, “Yesus tolong sembuhkan kami”. Sekarang mereka hanya melipat tangan sambil menonton Yesus tersalib.
Ketika orang ramai mengolok-olok, di sisi kiri dan kanan Yesus terjadi  perdebatan antara dua penjahat yang juga disalibkan. Yang satu berkata, “Hei, kalau Kau anak Allah, selamatkan diri-Mu dan juga kami”. Penjahat yang satu lagi langsung menegur, “Jangan berkata begitu. Kita ini layak disalib, karena setimpal dengan kesalahan kita, tetapi Dia tidak bersalah”. 


Mengejutkan. Seorang penjahat bisa simpati kepada Yesus, sementara imam-imam, ahli-ahli Taurat itu, yang selalu bicara agama itu, malah menyalibkan Yesus. Bagaimana penjahat ini memiliki kesadaran? Kasih Kristus menuntun orang untuk memiliki kesadaran, sehingga tahu kesalahan dan kekurangannya. Itu sensitivitas yang selalu ada pada anak-anak Tuhan, sekaligus menjadi keunggulan. Kesadaran itu menjadi sensor yang membuat kita peka terhadap sebuah situasi, dan apa yang harus kita kerjakan dalam  hidup. Dan penjahat yang satu ini mendapatkannya. Ia tahu siapa dirinya dan berkata, “Kitalah yang layak dihukum setimpal dengan kesalahan kita”.
Di sini kita bisa melihat kedua penjahat itu menjadi gambaran orang berdosa, sama-sama orang celaka, sama-sama orang jahat. Tetapi yang satu mendengar Yesus dengan nalarnya,  tetapi yang satu lagi mendekati Yesus dengan cinta kasihnya karena kuasa Tuhan yang menariknya. Semua orang bisa bereaksi kepada Yesus, tetapi berbeda kualitasnya. Semua orang bisa datang kepada Yesus, tetapi beda sikapnya. Semua orang boleh melayani Yesus tetapi berbeda motivasi. Ada yang melayani dengan segenap hati, melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi ada juga orang yang melayani Yesus dengan hitung-hitungan. Dia sebut nama Yesus tetapi sebetulnya tidak penting nama itu baginya. Yang penting orang menghormati dirinya. 

Di  Firdaus
Ketika penjahat itu berkata, “Yesus, ingatlah aku jika Engkau datang sebagai raja”, Yesus menjawab, “Hari ini juga engkau bersama-Ku di dalam Firdaus”. Dan hari itu juga orang itu mendapatkan keselamatan, suka cita, Dia ada di Firdaus.    
Yesus menyelamatkan orang dari kayu salib. Dia tidak kalah sekalipun tersalib. Kalau Dia kalah tak mungkin menyelamatkan orang lain. Kalau Dia kalah tak mungkin Dia bisa menjanjikan Firdaus. Maka, salib itu hebat, unggul, luar biasa, agung. Salib tidak punya kelemahan, tak kenal kekalahan, justru keunggulan. Itu yang ada dan tampak nyata di kayu salib. Salib itu sangat ajaib.
Waktu Yesus menyatakan, “Hari ini engkau bersamaku di dalam Firdaus”, maka pada saat itu juga kita mendapatkan Firdaus itu. Kalau kita percaya Yesus, hari ini juga kita berada di Firdaus. Hari ini artinya saat ini!


Nah kalau kita sadar betul sebagai orang yang diselamatkan Tuhan, Dia sudah berkata, “Hari ini engkau bersama-Ku di Firdaus”, dan kita sedang berjalan menuju surga. Maka waktu berjalan menuju surga hati kita suka cita luar biasa. Kalau ada persoalan apa pun kita menjadi kuat menanggungnya. Paulus mengatakan, “Hidupku Kristus, mati keuntungan”. Karena mati berarti kita tiba di surga.
Ketika Yesus berkata, “Hari ini engkau ada bersama-Ku dalam Firdaus”, di situ Yesus membuktikan keilahian-Nya. Yesus anak Allah yang hidup. Meski disalib, Ia selamatkan manusia. Dia menyelamatkan kita yang justru menyalibkan-Nya. Dia menyelamatkan kita yang melawan-Nya. Betapa Dia baik. Kalau di hati kita hidup kasih-Nya, dan Ia membimbing kita, mari kita pakai hidup kita untuk menyenangkan Dia.
Maka apa pun yang terjadi pada diri kita, jangan pernah takut, kalau hidup bersama Dia. Sekalipun ketakutan menyergap, berdoalah, “Yesus ingat aku, tolong aku”.  Jujurlah kepada Dia jika sedang takut maka Dia akan menolong. Hidup kita penuh pertarungan, tetapi jangan takut, sebab Yesus telah berjanji akan menyertai kita sampai akhir jaman. Biarlah kita menjadi pemenang dalam pergumulan hidup.
Maka mari kita pakai seluruh kemungkinan kerja, karya, biar Tuhan dimuliakan dan diagungkan. Dan kita menjadi kuat dengan mengingat selalu nama yang ajaib itu, nama Yesus itu. Dia menyertai hingga kesudahan jaman ini. Dunia-surga adalah perjalanan yang penuh pertarungan, tetapi jangan menjual surga untuk dunia. Jangan pula pernah takut terhadap ancaman dunia. Karena perlindungan sudah jauh lebih luar biasa.     Tuhan menolong, memimpin dan memberkati kita. Biarlah kita melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Apa yang ada dalam hidupmu, pakailah untuk melayani Dia. Ingat, engkau tidak akan miskin atau menjadi pecundang karena melayani Tuhan. Tuhan bisa pakai dengan banyak cara, terserah Dia mau pakai kita sebagai apa.v 
(Dirigkas dari CD khotbah oleh Hans P. Tan)

    

Lihat juga

Komentar


Group

Top