Sudut Pandang (SUP)

Kiamat Di Tahun 1914

Penulis : Pdt Bigman Sirait | Fri, 1 July 2011 - 13:12 | Dilihat : 8304
Tags : Doktrin Akhir Jaman Eskatologi

Terkait


Pdt. Bigman Sirait

Follow Twitter: @bigmansirait

ISU soal kiamat memang selalu menarik dibicarakan. Lihat saja faktanya, entah sudah berapa banyak ramalan yang mengatasnamakan nubuat terbukti gagal total, tetap saja masih banyak yang percaya. Adalah Charles Taze Russel (1852-1916) yang lahir 16 Februari di Allegheny, daerah Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Russel lahir dari keluarga Kristen kaya yang berlatar belakang gereja Presbyterian. Ayahnya seorang pengusaha jaringan toko pakaian. Sejak remaja dia terlibat membantu usaha ayahnya. Dalam bergereja dia merasa tidak puas,dan di usia 17 tahun Russel keluar, dan masuk ke gereja Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist). Dia tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah (Yesus sama seperti Adam), adanya hukuman kekal, neraka, semua ditolaknya. Dia sangat dipengaruhi ajaran ajaran soal perhitungan perhitungan kedatangan Yesus yang kedua, atau istilah umumnya kiamat.
Dalam kelompok ini, perhitungan soal kiamat terbilang sering. Pertama mereka percaya kiamat akan terjadi tahun 1853-54. Ternyata salah. Namun itu tak menghentikan perhitungan oleh kelompok ini. Seorang pemimpin kelompok ini, Jonas Wendell, berkata kiamat akan terjadi tahun 1874. Lagi-lagi terbukti kiamat tak kunjung tiba. Namun kelompok ini tak segera bubar sekalipun ada yang hengkang. Salah satunya adalah Russel, yang ditahun 1876 berpindah ke kelompok Adventist lainnya di bawah pimpinan Nelson H Barbour. Di sini Barbour juga bernubuat dan mengatkan bahwa kiamat tahun 1878. Dan kita yang hidup di tahun 2011 tentu tahu apa jawaban atas ramalan berlabel nubuat dari Tuhan.
Russel muda yang terus bertumbuh, kini terlibat langsung dalam hitung-menghitung tahun kiamat. Dia mulai menyatakan sikap tak sependapat pada perhitungan Barbour, dan kemudian memberi perhitungan tersendiri. Russel mengaku mendapat wahyu, bahwa kiamat akan terjadi tahun 1914. Dia berasumsi akan ada masa panen, atau peralihan selama 40 tahun (Wandel percaya kiamat tahun 1874). Sementara 40 tahun angka yang biasa dipakai dengan dasar 40 tahun perjalanan Israel menuju tanah perjanjian (panen atau peralihan dari perbudakan menuju kemerdekaan). Ini berarti kiamat tahun 1914, dan akan diikuti kerajaan seribu tahun. Pada masa panen, peralihan itulah terjadi Perang Armageddon. Yang selamat dan melintasi masa panen, peralihan, sejumlah 144.000 orang terpilih.
Dari mana datangnya angka 1914? Asumsi Russel. Russel percaya umur bumi 7.000 tahun (6 hari penciptaan, 1 hari perhentian, 7 hari sama dengan 7.000 tahun, sehari buat Tuhan sama dengan seribu tahun buat manusia, 2 Petrus 3: 8). Dari 7.000 tahun , ada 6.000 tahun masa dosa berkuasa. Sebuah tafsir yang diselewengkan, karena jelas surat Petrus mengacu kepada kebesaran Tuhan yang tak terduga oleh manusia. Dalam ayat 10, Petrus berkata bahwa Tuhan akan datang bagai pencuri, tak terduga, tak bisa dihitung (tapi Russel malah menghitung). Berdasarkan Imamat 26:18, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kiamat, Russel berhitung. Pembalasan 7 x lipat atas dosa, diartikan sama dengan 7 masa. Sementara 7 masa = 7 tahun = 84 bulan (dengan asumsi 1 bulan = 30 hari) = 2.520 hari. Dalam wahyu 12: 6,14, disebutkan 1.260 hari, yang adalah 3,5 masa (7 masa = 2.520 hari). Lalu kembali dengan tafsir hitungan Tuhan, maka 2.520 hari (7 masa) = 2.520 tahun.
Nah, Yerusalem sebagai gam-baran kota Allah dianggap dihapuskan ketika jatuh ke tangan Babel (tahun 606 SM). Akan dipulihkan pada 7 masa, maka itu berarti 2.520 – 606 (SM) = 1914 M. Semua cara berhitung Russel menabrak prinsip tafsir Alkitab yang sehat, yaitu Alkitab menafsir Alkitab. Yang terjadi Russel menafsir Alkitab menurut dirinya sendiri dan melegalitasnya sebagai wahyu dari Allah. Sebuah pembodohan, tapi itu pula yang terjadi di masa kini. Russel kembali meleset dengan mulusnya, dan kemudian dengan enteng merevisinya menjadi kiamat tahun 1918. Pada waktu itu sedang terjadi perang dunia, yang membuat Russel sangat percaya diri.
Kali ini Russel tak perlu merevisi wahyunya, karena tahun 1916 dia meninggal dunia. Yang hebat adalah bahwa ini tak memberi efek jera pada para penafsir, karena masih tetap berlanjut. Muncul lagi angka, tahun 1921, 1941, 1975, bahkan hingga 1992. Sementara versi lainnya (bukan Saksi Yehowa), seperti tahun 2000, 2011, 2012 dan 2018, dengang berbagai asumsi yang semuanya tak berdasar. Main comot dan asal tafsir ayat. Padahal jelas Tuhan Yesus sudah berkata, dan berkali kali, bahwa kedatangan-Nya tidak ada seorang pun yang tahu, tidak malaikat, bahkan juga tidak Yesus Anak Manusia (Allah yang mengosongkan diri). Karena itu, dengan mudah kita dapat berkata, betapa luar biasanya gairah kesesatan. Lihatlah apa yang dilakukan Russel si pendiri Saksi Yehuwa, yang mengaku nabi yang mendapat wahyu, namun perilaku yang sangat memprihatinkan.
Russel beberapa kali dihukum karena kecurangan dan kebo-hongannya, bahkan masuk penjara. Dia menipu dalam usaha gandum yang disebutnya sebagai Miracle wheat, dan juga menggelapkan pajak. Lebih hebatnya, Russel yang meramalkan dunia kiamat ternyata gagal memimpin keluarganya sendiri. Dia bercerai dari istrinya karena skandal wanita lain (WIL). Sebuah ironi yang sangat memilukan dari orang yang merasa sangat rohani dan dekat dengan wahyu ilahi.
Ini bisa jadi pembelajaran bagi umat di masa kini. Jika kita mencermati, berbagai asumsi tentang kiamat di era kini juga muncul dengan berbagai asumsi. Menghitung satu generasi dari tahun kemerdekaan Israel tahun 1948. Ada yang beramsumsi satu generasi itu 40 tahun, maka kiamat berarti 1988. Lalu ada juga yang beramsumsi satu generasi 70 tahun, maka itu berarti kiamat tahun 2018. Lalau ada berbagai variabel lainnya. Yang pasti ini semua spekulasi atas nama nubuat atau wahyu. Bahwa umat tetap kecanduan adalah fakta yang tampak kasat mata. Ada banyak kelompok, persekutuan doa, bahkan gereja formal, yang spesialisasinya mencermati dan menghitung kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Tak sedikit yang bahkan rajin berkunjung ke Israel untuk melihat tanda-tanda jaman, dan kedekatan kiamat. Berbagai pergolakan di Israel, dari sosial, politik dalam dan luar negeri, hingga ekonomi, menjadi sasaran pengamatan dan tafsir.
Seperti Russel si pendiri Saksi Yehowa, muncul soal tahun kiamat, perang Armageddon, masa panen atau peralihan, juga lokasi. Russel percaya Yesus akan datang kembali di San Diego, California. Di sini akan didirikan Beth-Sarim, yakni istana raja raja tempat kediaman orang percaya. Dari tempat ini seluruh pemerintahan dunia akan dimonitor melalu radio. Semua akan diatur dari sini sebagai pusat pemerintahan dunia. Jadi tidak heran, jika dalam banyak tafsir dari pengkhotbah masa kini muncul juga istilah kota Tuhan, atau Petra di Yordania sebagai tempat berkumpulnya orang percaya. Atau soal radio, yang sekarang disebut chips, hanya saja ini akan dikuasai oleh antikris. Ada banyak kesamaan, karena memang pola dasarnya sama. Ada beberapa perbedaan, dan itu lebih kepada koreksi dan penyesuaian dengan situasi masa kini. Jangan lupa, Russel bukan yang pertama meramal kiamat, paling tidak di jamannya. Ramalan kiamat oleh Wandel tahun 1874, kemudian dikoreksi oleh Barbour tahun 1878, lalu oleh Russel oleh tahun 1914. Dan sekarang oleh pengkhotbah masa kini tapi tidak berbaju Saksi Yehowa (dan tidak pernah rela disamakan, sekalipun nyaris mencopy pola pikir Russel dan kawan kawan). Russel memang mempunyai pengaruh yang cukup besar, begitu juga dengan pengkhotbah masa kini. Tetapi besarnya jumlah pengikut ternyata bukan bukti penyertaan Tuhan, itu sudah jelas dan telah menjadi fakta sejarah. Ingat kisah Gideon dengan 30.000 tentara, yang ternyata hanya 300 yang Tuhan kehendaki.
Semoga dalam waktu yang ada kita belajar mengenali kebenaran ajaran sehat tentang akhir jaman. Dan, jika Anda sudah berada di tengah tafsir yang salah, ambil sikap dan keluarlah. Semoga hati nurani masih hidup dan Anda mencintai kebenaran yang seutuhnya, selagi ada waktu. Kiamat memang isu hebat, tapi awas, jangan tersesat. Karena itu kenalilah pengkhotbah di sekitar Anda. Selamat cermat.v

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top