Khotbah Populer

Hidup Tetapi Mati

Penulis : Pdt Bigman Sirait | Thu, 25 August 2011 - 10:59 | Dilihat : 8742
Tags : Artikel Spiritual Kristen Artikel Spiritual Kristen

Terkait


 Pdt. Bigman Sirait

KATA Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh. 14: 6). Ayat ini agung sekali, untuk kita mengenal Yesus.  Jalan di sini bukan jalan yang dinjak-injak, tetapi yang membawa kita kepada Tuhan. Kebenaran di sini bukan benar dalam ukuran sebuah status, tetapi yang membenarkan. Dan hidup bukan seperti hidup yang bisa kita amati, tetapi yang menghidupkan. Dia adalah Kristus yang menghidupkan hidup orang sesudah jatuh ke dalam dosa. Alkitab berkata, “Kalau kau memakan buah itu kau mati”. Manusia memakannya, lalu mati. Rohaninya mati, jasmani juga dalam proses menuju kematian. Di era Adam umur orang masih ribuan tahun. Di jaman Nuh kira-kira 120 tahun, dan di jaman Musa sisa 70 tahun.
Dari perubahan itu kita bisa melihat perubahan manusia yang sangat luar biasa. Manusia yang tadinya hidup sempurna di Taman Eden kini tidak lagi sempurna. Manusia yang punya kekekalan dalam dirinya kehilangan nilai itu. Maka manusia mengalami keterpisahan dari Allah, membuat manusia tidak bisa kembali kepada Allah. Mau kembali, jalan sudah ditutup. Yang bisa bikin manusia kembali cuma Yesus. Karena manusia sudah berdosa, tidak bisa ketemu Allah. Yesus membenarkan, lalu ketemu Allah. Karena sudah dibenarkan, manusia sekarang punya kehidupan.


Karena sudah dibenarkan manusia dilepaskan dari kuasa dosa, dan punya kehidupan. Manusia mempunyai harapan, dikembalikan ke kekekalan, dikembalikan ke gambar semula, citra yang sejati. Manusia hidup, bukan saja hidup di dalam fisik tetapi juga di dalam kerohaniannya karena sudah berdamai dengan Allah, kembali kepada khaliknya. Kalau manusia mencari lewat agama apa pun tidak akan pernah bertemu, tetapi Yesus membawanya untuk bertemu. Tetapi untuk menghidupkan manusia yang telah mati, Yesus harus mengalami kematian itu, dan menjamin kehidupan itu. Dia bangkit dari kematian. Mati-Nya membayar kematian kita, bangkit-Nya menjamin hidup kita. Mati-Nya membayar dosa kita, bangkit-Nya menjamin hidup kita. Ini kelebihan kekristenan yang harus dipikirkan orang-orang Kristen dan memegangnya teguh.


Banyak konsep tentang hidup tetapi tidak ada yang bisa menjelaskan hidup itu apa. Pertama, konsep materialisme. Materialisme maksudnya bahwa segala yang ada cuma materi, yang bisa diukur dan dilihat. Jadi orang materialisme tidak percaya adanya roh, tidak percaya yang tidak kelihatan, tidak percaya Tuhan, sekaligus tidak percaya setan. Mati bagi mereka adalah mati. Hidup adalah yang kelihatan saja. Jadi hidup mati biasa saja. Kemudian ada konsep dualisme, yang mengatakan bahwa tubuh adalah penjara. Jiwa ada di dalamnya. Karena jiwa bersifat kekal tidak mungkin mati. Jika tubuh mati, jiwa kembali. Tetapi kembali ke mana, tidak jelas. Siapa yang mengatur kembalinya jiwa itu, tidak ada yang bisa menjawab.


Apa kata Alkitab tentang hidup? Kitab Kejadian 2 : 7 mengatakan, Allah menciptakan manusia dan memberi napas kehidupan, dan mulai beraktivitas. Hidup adalah napas Allah, anugerah Allah.  Tidak ada manusia yang hidup karena ingin hidup, atau memilih hidup. Tidak ada manusia yang hidup dengan sendirinya. Manusia hidup karena Allah memberi kehidupan. Sayang, manusia tidak menaati ketentuan Alah.  “Jangan makan buah itu!” Tetapi manusia memakannya dan kehilangan hidup itu. Manusia sekarang hidup dalam dosa. Manusia sekarang hidup dalam kekacauan. Amos 5: 6 berkata, “Carilah Tuhan maka kamu akan hidup”. Karena Tuhanlah yang memberi hidup. Karena Dialah sumber hidup. Di luar Dia engkau tidak akan bisa hidup. Kalau begitu manusia harus kembali kepada Allah, manusia harus  berdamai dengan Allah, tetapi bagaimana caranya? Di situ Yesus menjawab: “Akulah jalan.  Akulah yang menyucikan dosamu sehingga engkau bisa bersekutu dengan Allah. Dengan demikian kau dapat hidup, karena Akulah kehidupan yang menghidupkan engkau”.

Struktur yang kuat
Struktur ini kuat sekali. Mau dihantam dari logika mana, silakan. Paling tidak coba bandingkan dengan agama lain. Tunjukkan di mana kelemahan konsep kekristenan ini. Kalau orang tidak bisa menerima, itu masalah lain lagi. Soal dia menerima, itu urusan Tuhan. Hanya saja, kita sebagai orang Kristen, dalam persekutuan kita dengan Tuhan, harusnya memahami hal ini. Kalau tidak, buat apa kita hidup. Itu namanya kita menghina iman kita. Buat apa percaya kepada Yesus? Buat apa percaya kepada salib jika kita tidak mengerti nilai hidup yang sudah diberikan?
Sesudah manusia ditebus Yesus, pencarian akan Tuhan sudah selesai, tetapi bukan karena manusia menemukan Tuhan tetapi karena Yesus datang mencari manusia.  Ini iman yang kuat dalam orang Kristen: “Aku hanya beriman kepada Anak Allah, kalau tidak beriman sama saja dengan mati”. Jadi banyak orang hidup yang mati. Ini istilah dari Nabi Yehezkiel: Orang-orang Israel seperti mayat  berjalan. Ini untuk menggambarkan orang yang di luar Yesus: hidup tetapi mati. Yesus mengkritik ahli-ahli Taurat, “Hai orang-orang Farisi, kalain ini tidak lebih daripada kuburan. Luarnya dilapisi marmer putih, dalamnya busuk luar biasa!”  Ini juga kritikan terhadap orang Yahudi.


Jadi hidup bukan tentang aktivitas, tetapi kualitas (mutu di dalam). Dikatakan dalam Wahyu, orang percaya tidak perlu takut, karena orang percaya mati satu kali hidup dua kali. Orang yang tidak percaya, hidup satu kali mati dua kali. Artinya, hidup setelah mati, itu hidup kekal. Sementara orang di luar Kristus, hidupnya satu kali, matinya dua kali. Sudah mati meninggalkan dunia mati pula dalam kekekalan. Mati dua kali. Karena itu, jangan takut mati.


Maka kehidupan membuat kita bergairah. Kehidupan membuat kita kuat, kita mempunyai pengharapan yang kuat akan Tuhan. Mestinya sudah sepantasnya orang Kristen kuat,  wong hidup sudah menjadi kekuatan hebat, dan mati bukan apa-apa. Lalu apa lagi yang kau takutkan? Yang paling ditakuti orang adalah kematian. Sekarang kematian sudah jelas bagi kita, yaitu hidup yang kekal. Lalu apa yang ditakutkan? Ketakutan hanya muncul karena ketidaktahuan. Ketakutan hanya muncul karena kurang iman kepada Tuhan,
Waktu kapal guncang murid-muris ketakutan. Yesus bangun menghardik ombak. Berhenti! Usai menghardik ombak, Yesus menghardik murid: Hai kalian yang tidak percaya berapa lama lagi kalian akan percaya? Tragis. Yesus bersama mereka, masih takut. Kita juga begitu, mengaku percaya kepada Yesus tetapi masih luar biasa takut. Kristus adalah kehidupan. Jadi untuk apa kita takut? Kalau kita beriman kepada Dia kenapa takut? Takutlah kalau kau hidup dalam dosa. Takutlah kalau kau hidup di luar Kristus. Takutlah kalau kau hidup tidak dalam doa, atau tidak bersekutu dengan Dia. Takutlah jika kau sudah tidak punya rasa takut lagi terhadap Tuhan. Orang yang hidup di dalam Tuhan berjalan menuju surga yang kekal. Mereka hidup menerima anugerah Tuhan yang kekal.v

(Diringkas dari CD khotbah oleh Hans P Tan)

 

Lihat juga

Komentar


Group

Top