Membunuh, Bolehkah?

Penulis : Bigman Sirait | Thu, 5 June 2014 - 16:34 | Dilihat : 2535
Tags : Etika

Pdt. Bigman Sirait

Follow Twitter @bigmansirait

 
Jawab:
Simon yang dikasihi Tuhan,

Pertanyaan yang anda sampaikan mengingatkan kita betapa banyak hal yang perlu dibaca, gali, dan mengerti, dari Alkitab. Soal membunuh memang menjadi kontroversial ketika agama membolehkan, apalagi menganjurkan, dengan berbagai argumentasi. Mereka yang Atheis, Humanis, semakin merasa aneh dengan agama, dan menilai agama kejam. Akibatnya, pandangan negatif tentang agama semakin meninggi. Ironis.
Dalam sepuluh hukum, jelas membunuh dilarang, ini tercatat sebagai hukumyang keenam. Kecuali hukuman mati yang diatur tersendiri. Namun, membunuh dengan sengaja, dikenakan hukuman mati. Yang tertangkap berzinah, juga dihukum rajam sampai mati. Tapi, tidak boleh ada pembunuhan diantara umat Israel sebagai umat pilihan Allah. Israel, yang adalah nama yang diberikan Allah kepada Yakub, yang berarti Allah bergumul (Kejadian 32:28, 35:10), dipilih Allah sebagai umat pilihan Nya (Keluaran 3:10). Israel disebut juga sebagai anak sulung Allah (Keluaran 4:22).  Namun, harus diingat, tidak semua Israel adalah israel. Ada Israel lahiriah yang tidak diperkenan Allah, yaitu mereka yang melanggar hukum Allah, seperti yang ditulah dalam perjalan dari Mesir menuju tanah perjanjian (band; 1 Korintus 10:1-10). Israel sejati, bukan hanya Israel yang disunat secara lahiriah, tetapi juga menyunat hatinya, hidup sesuai hukum Allah (Ulangan 10:11,16).
Bangsa diluar Israel bukanlah bangsa pilihan Allah. Ini soal kedaulatan Allah dalam memilih, Roma 9:12-15; Bahwa Allah memilih Yakub, bukan Esau. Bahwa Israel adalah umat Allah yang dibedakan dari bangsa lainnya (Keluaran 33:16). Bahwa, Dia mengasihi siapa yang dikasihi Nya, itu adalah kedaulatan Allah. Hukum yang berlaku bagi Israel, bukanlah hukum yang berlaku universal. Bangsa lain tidak memakai hukum Taurat, dan mereka tidak menjalankannya. Sehingga ketika Israel berperang dan membunuh, bahkan Allah sendiri memerintah supaya jangan ada yang dilepaskan, tidak ada pelanggaran terhadap hukum Taurat disana. Legalitas membunuh bangsa lain yang tidak mengenal Allah, adalah bangsa yang berusaha menyesatkan Israel untuk berdosa pada Allah, seperti kasus bangsa Midian (Bilangan 31:7-18). Atau bangsa lain yang menjadi ancaman, dan menggangu Israel, yang sama saja menghina Allah Israel.
Jadi membunuh bangsa lain, bukanlah pelanggaran terhadap hukum Taurat (yang berlaku bagi bangsa pilihan), melainkan sebaliknya, menjadi kewajiban memusnahkan bangsa yang melawan dan menghina Allah. Inilah konteksnya. Allah adalah Allah yang benar, namun bukan berarti seluruh umat Israel benar, ada banyak yang salah, dan, itu sebab, ada hukum yang berlaku untuk menghukum yang salah. Dan, jangan lupa, Allah juga memilih Rahab orang Yerikho, Rut orang Moab, dan menyatakan kasih pada Niniwe dimasa nabi Yunus. Jadi, perlu komprehensif dalam memahami ketetapan Allah di PL.

Bagaimana dengan Iman Kristen? Apakah ini dibenarkan?   
Jelas tidak! Jangankan membunuh, membenci, dilarang oleh Alkitab. Jelas sekali dalam khotbah di bukit yang disampaikan Tuhan Yesus di Matius 5 (band; 1 Yohanes 3:15-16). Seseorang harus diampuni, jika dia mengaku salahnya. Namun mereka yang tidak mau mengaku salah, maka hukum Allah akan menimpanya. Terhadap sesama manusia, jelas sekali perintah Tuhan; Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:39). Kristen tidak membedakan orang, baik dari suku, bangsa, agamanya. Hidup mengasihi dengan berbagi adalah sikap iman Kristen yang aktual. Musuh umat Kristen bukanlah daging dan darah, tapi roh diudara, iblis (Efesus 6:12). Jadi di era kita sekarang, Iblis, dosa, itulah yang harus diperangi, dibunuh, dihabisi sampai akar-akarnya.   
   Saudara Simon yang dikasihi Tuhan, jelaslah bagi kita bahwa Alkitab sejatinya sangat komprehensif dalam menjabarkan prinsip kebenaran, baik di PL dan PB. Memang diperlukan kegairahan kita untuk menggali dan menemukan mutiara indah didalamnya. Memperhatikan teks dan konteks, dalam memahami struktur ajaran Alkitab, sangatlah menggairahkan.
Akhirnya, selamat menikmati kebenaran Alkitab yang bergerak progresif dari PL ke PB, membuat semuanya menjadi jelas dan tuntas. Tuhan memberkati kita.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top