Konsultasi Theologi

Perempuan Hanya Ban Serep ?

Penulis : Pdt Bigman Sirait |

Bersama Pdt. Bigman Sirait ---
PAK Pendeta, terima kasih atas jawaban atas pertanyaan saya sebelumnya. Karena saya merasa belum puas, jadi saya ingin bertanya lagi. Mungkin setelah ini kita akhiri saja, karena tidak mungkin m

Pertama, kata “penolong” dalam Alkitab tidak selalu menunjuk pada perempuan. Lihat misalnya: “Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong (EZER) kita dan perisai kita!” (Mzm 33: 20); “Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu (EZER) dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan” (Ul 33:26). 

Ada puluhan kata EZER lain di Alkitab yang dipakai hanya untuk Allah dan Hawa. Ketika dipakai untuk manusia, maka dipakailah kata lain. Dengan demikian, by nature, perempuan adalah pemimpin atas laki-laki. Sebaliknya, mengatakan laki-laki adalah pemimpin atas perempuan karena perempuan adalah penolong laki-laki sama dengan mengatakan manusia adalah pemimpin atas Allah karena Allah adalah penolong manusia.

Kedua, Bapak mengatakan Debora menjadi Hakim karena laki-laki (Barak) pada waktu itu “pengecut”. Jadi, kalau laki-laki ”pengecut”, maka perempuan yang jadi pemimpin? Kalau begitu, maka perempuan sama saja dengan ”ban serep”? Sebelumnya, ada Musa yang enggan maju berperang. Tapi saat itu Tuhan bisa memaksa Musa. Kenapa Tuhan tidak memaksa Barak?

Ketiga, langsung saja Pak Pendeta. Apa pendapat Bapak tentang gereja-gereja yang memberi peluang bagi perempuan menjadi pendeta, bahkan menjadi ketua sinode? Mereka tidak alkitabiah? Terima kasih. Tuhan memberkati pelayanan Bapak.

Lukas Setiawan

Surabaya

Komentar


Group

Top