Rheumatoid Arthritis

Penulis : dr Stephanie Pangau | Wed, 4 November 2015 - 10:36 | Dilihat : 1224
rheumatoid-arthritis.jpg

Dok, saya seorang perempuan yang sudah menikah, diberkati dengan 2 putera yang sudah dewasa. Saat ini saya telah berusia 52 tahun dan baru setahun belakangan ini saya stop haid. Mungkin perlu diketahui kalau tinggi badan saya 168 cm dan berat badan saya 67 kg.
Beberapa bulan belakangan ini saya sering merasa sakit sekali pada sendi-sendi jari-jari tangan saya kiri dan kanan dan juga pada kedua pergelangan tangan kiri dan kanan. Selain nyeri dalam sendi juga disertai bengkak, kemerahan, terasa agak panas dan terjadi kekakuan pada sendi-sendi tersebut, terutama di waktu bangun pagi.
Tiga hari yang lalu saya sudah berobat ke dokter dan dikatakan kalau saya menderita Rheumatoid Arthritis. Saya sudah diberi obat 3 macam tapi belum banyak perubahan.
Pertanyaan saya:
1. Apakah Rheumatoid Arthritis ini sama dengan penyakit radang sendi, bagaimana gejalanya?
2. Siapa saja yang bisa menderita RA?
3,  Apakah penyebabnya?
4.  Bisakah penyakit ini berpengaruh ke organ-organ lain?
5.  Pengobatan yang bagaimana yang sebaiknya saya jalankan?

Atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.

1.Ibu Fanya di Bogor yang terkasih, Rheumatoid Arthritis (RA) adalah jenis peradangan sendi yang kronis yang biasanya terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh atau simetris seperti pada kedua tangan, pergelangan tangan atau kaki atau pada kedua lutut ditandai dengan rasa nyeri di dalam sendi , kemerahan,  panas bila di raba, bengkak dan kaku terutama pada pagi hari atau setelah duduk atau jongkok  lama  bahkan bila dibiarkan bisa muncul nodul di bawah kulit yang disebut nodul rheumatoid.  Kesimetrian inilah yang membedakan RA  dari jenis arthritis yang lain.
2. RA merupakan penyakit autoimune yang paling sering menyerang perempuan dibandingkan pria. Tetapi bila penyakit ini menyerang pria cenderung keadaan terlihat lebih berat. RA biasanya terjadi pada usia pertengahan walaupun tidak menghilangkan kemungkinan anak - anak  dan siapa saja bisa terkena penyakit ini .
3. Seperti biasa penyebab RA belum diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan gabungan dari faktor  genetik atau keturunan, lingkungan dan hormonal yang bertanggung jawab atas penyakit ini. Nampaknya pada penyakit RA ada suatu hal yang memicu sistem kekebalan tubuh sehingga  menyerang sendi bahkan kadang - kadang menyerang organ lainnya .
4. Karena sistim imunitas tubuh dipicu, maka sel-sel kekebalan bermigrasi dari darah ke dalam sendi dan ke sinovium atau sendi lapisan jaringan. Selanjutnya di daerah-daerah tersebut, sel-sel kekebalan tubuh menghasilkan zat peradangan yang menyebabkan iritasi sehingga tulang rawan atau bahan bantalan pada bagian akhir tulang akan terkikis disertai terjadi pembengkakan  dan peradangan pada lapisan sendi . Bersamaan dengan tulang rawan ini terkikis maka ruang antara tulang - tulang akan menyempit, sehingga pada keadaan yang parah ,tulang - tulang bisa bergesekan satu dengan lainnya .
Proses radang lapisan sendi ini selanjutnya menimbulkan cairan yang berlebih terhadap sendi menyebabkan lapisan sendi akan mengembang dan bisa berakibat mengikis tulang- tulang yang berdekatan sehingga terjadi kerusakan pengikat antara tulang.  Semua keadaan yang berlangsung ini menyebabkan sendi-sendi men jadi sangat sakit, bengkak, kemerahan dan hangat bila disentuh. Keadaan ini bila dibiarkan tanpa pengobatan yang cepat, tepat dan agresif bisa membawa pada kecacatan tulang yang parah. Selain itu RA bisa  sampai mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, jantung, darah ataupun saraf.
5. Pengobatan RA  tergantung berat ringannya penyakit, antara lain: Dengan obat-obatan, istirahat , olah raga serta tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan sendi  yang ada. Hal pengobatan juga bergantung pada beberapa faktor seperti umur penderita, kesehatan secara  keseluruhan dan tingkat keparahan penyakit RA nya.

Kiranya jawaban ini bisa menolong Bu Fanya. Tuhan memberkati.

Dr. Stephanie Pangau MPH.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top