Jaga Kesehatan dan Relasi dengan Sesama

Ardo Ryan Dwitanto, SE, MSM*

Sejauh ini kita telah   membahas bagaimana mengevaluasi level pertum-buhan pada dua aspek yaitu, aspek hikmat dan aspek relasi dengan Tu-han. Selanjutnya kita akan memba-has bagaimana mengevaluasi pada dua aspek lainnya, yaitu aspek fisik dan aspek relasi dengan sesama. Aspek Fisik/Tubuh Evaluasi pada aspek ini meliputi sejauh mana Anda menjaga kese-hatan  melalui olahraga, konsumsi makanan, istirahat, dan rekreasi. Keseimbangan dalam keempat hal itu dapat memberikan kesegaran fisik. Mengapa kita perlu menjaga kesegaran jasmani?  Menjaga kese-garan jasmani adalah salah satu langkah konkrit untuk merespon suatu kebenaran bahwa kita ini adalah bait Roh Kudus.  (band I Korintus 6: 19-20).
Ayat 20 jelas menyatakan kepa-da kita bahwa langkah konkrit yang harus kita ambil sehubungan de-ngan Roh Kudus di dalam kita ada-lah memuliakan Allah dengan tu-buh kita. Apakah kita dapat memu-liakan Tuhan dengan tubuh yang sakit-sakitan atau tidak bugar? Tu-buh kita bukan milik kita sendiri, namun milik Tuhan, maka kita perlu merawatnya, bukan merusaknya. Bila seseorang mengaku dia sakit-sakitan karena melayani Tuhan, 

maka kita perlu pertanyakan hal tersebut apakah dia benar-benar melayani Tuhan. Jika seseorang menjalankan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan mencukupi se-gala yang dia butuhkan, termasuk kebugaran fisik, untuk menjalankan kehendak Tuhan. (Filipi 4: 19)
Berikut ini ada beberapa perta-nyaan yang dapat Saudara guna-kan untuk mengevaluasi di mana-kah level pertumbuhan fisik Sau-dara: 1) Apakah Saudara berolah-raga secara teratur? Menurut per-timbangan medis, seseorang se-baiknya berolahraga paling tidak se-lama 20 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu. Saudara dapat berkonsultasi dengan dokter me-ngenai tipe olahraga apa yang paling tepat dengan keadaan Saudara.
2) Apakah Saudara mempriori-taskan waktu untuk berekreasi? Rekreasi tidak selalu liburan ke luar kota. Kita dapat berekreasi dengan beberapa cara yang lain seperti jalan-jalan ke mal, menonton film di rumah, dan ramah tamah de-ngan anggota keluarga atau te-man-teman persekutuan. Ideal-nya, Saudara perlu berekreasi se-tiap hari. 3) Apakah Saudara makan tiga kali sehari? Apakah Saudara memenuhi empat sehat lima sem-purna? Ini bukan hanya sekadar slogan, namun penting untuk diper-hatikan.  4) Apakah Saudara tidur 7-8 jam sehari? Apakah Saudara memiliki waktu tidur yang teratur?
Jawaban “tidak” atas masing-masing pertanyaan tersebut me-nunjukkan bahwa Saudara mempu-nyai masalah yang serius dalam menjaga kebugaran jasmani Saudara.

Aspek Relasi dengan Manusia  
Firman Tuhan mengatakan bah-wa kita harus mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Jelas sekali bah-wa konsekuensi dari mengasihi Tu-han adalah mengasihi sesama, ter-masuk musuh. Seseorang tidak mungkin dapat mengasihi sesama jikalau dia tidak mengasihi Tuhan. (band Lukas 10: 27)  
Kepada siapa seseorang menjalin hubungan akan menentukan kebia-saan dia. Firman Tuhan dalam I Korintus 15: 33 mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Karena itu, kita perlu mengembangkan suatu pergaulan yang dapat membantu kita untuk bertumbuh dalam kebia-saan yang baik. Tujuan kita menjalin hubungan dengan orang lain bukan supaya kita mendapatkan nama baik, namun supaya kita menjadi saluran berkat Tuhan kepada orang lain. Tuhan Yesus berkata bahwa orang-orang percaya adalah garam dan terang dunia dan Dia ingin agar terang mereka bercahaya di depan banyak orang.

“Demikianlah hendaknya terang-mu bercahaya di depan banyak orang, supaya mereka melihat per-buatanmu yang baik dan memulia-kan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5: 16).  Ayat ini Tuhan menanya-kan kepada kita apakah orang-orang di sekitar kita mengenal kita sebagai orang yang baik dan apa-kah mereka melihat bahwa per-buatan-perbuatan baik tersebut karena Allah. Banyak orang dikenal baik dan dimuliakan karena perbua-tan-perbuatan baik mereka, namun bagi orang-orang percaya perbua-tan-perbuatan baik mereka harus-lah menunjuk kepada Tuhan.
Beberapa pertanyaan yang perlu Saudara tanyakan kepada diri Saudara tentang relasi Saudara dengan sesama adalah sebagai berikut: 1) Apakah Saudara menga-sihi orang-orang yang mengasihi Saudara? 2) Apakah Saudara me-ngasihi orang-orang yang memu-suhi Saudara? 3) Apakah teman-teman Saudara membantu Sau-dara untuk makin dekat dengan Tuhan? 4) Apakah orang-orang di sekitar Saudara mengenal Saudara sebagai penyelesai masalah (trou-ble shooter)? 5) Apakah orang-orang di sekitar Saudara memulia-kan Tuhan karena kehadiran Sau-dara di tengah-tengah mereka?
Jika semua pertanyaan tersebut Saudara jawab dengan “tidak”, maka Saudara mempunyai masalah yang serius dengan relasi dengan sesama.
Saya telah membahas bagaimana kita dapat mengevaluasi sejauh mana perkembangan diri kita ditin-jau dari berbagai aspek, yaitu aspek hikmat/pengetahuan, aspek relasi pribadi dengan Tuhan, aspek jas-mani, dan aspek relasi dengan sesama manusia. Penentuan as-pek-aspek tersebut bukanlah sesu-atu yang baku. Saudara dapat meli-puti aspek-aspek yang lain, misalnya aspek pelayanan (ministry) dan aspek keuangan.
Selanjutnya, saya akan memba-has bagaimana kita dapat membuat suatu perencanaan dari pertumbu-han masing-masing aspek tersebut. Ingat seseorang memerlukan peren-canaan untuk bertumbuh. Seseorang yang tidak bertumbuh dapat disebabkan karena dia tidak merencanakan un-tuk bertumbuh. Mungkin dia memiliki visi atau cita-cita, namun dia tidak pernah membangun jembatan un-tuk menuju cita-cita tersebut.  
Evaluasi adalah langkah awal untuk membuat program pertumbuhan Saudara. Evaluasi akan menunjukkan titik mulai dari pertumbuhan Sau-dara, sehingga Saudara tidak mene-tapkan suatu cita-cita yang muluk-muluk. Berdasarkan evaluasi terse-but, tanyakan pada Tuhan apa yang ingin Dia ingin  Saudara menjadi da-lam 1 tahun ke depan? Lima tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan?  
Mengapa kita perlu bertanya ke-pada Tuhan dibandingkan kita mena-nyakan diri kita sendiri? Pertama, Tuhan lebih mengenal diri kita jauh daripada kita mengenal diri kita sendiri. Dia mengetahui bakat kita dan bagaimana bakat kita dapat digunakan secara maksimal. Dengan kata lain, Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Kedua, kita diciptakan untuk suatu tujuan yang Allah telah tetapkan untuk masing-masing pribadi, sehingga kita hidup kita akan menjadi lebih berarti jika kita menjalankan kehendak Tuhan. Ketiga, kehendak diri sendiri hanya akan membawa seseorang kepada hidup yang penuh kekacauan dan kekecewaan.v
 Ardo Ryan Dwitanto
Dosen UPH

REFORMATA:

Tabloid Kristen Berwawasan Nasional, Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan.

Pendiri: Pendeta Bigman Sirait

 

website: www.reformata.com

 

Alamat Redaksi

WISMA BERSAMA
Jl. Salemba Raya No. 24B, Jakarta Pusat 10430
Telp: +62 21 392 4229 (Hunting), Fax: +62 21 314 8543




 

 

Recommended For You

About the Author: Harry Puspito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *