Khotbah Populer

Penebusan Kristus Memberi Kita Hidup Baru

Wed, 31 December 2008 - 16:09 | Dilihat : 5280
Tags : Doktrin Kristus Kristologi

Terkait


Pdt. Bigman Sirait

Follow Twitter: @bigmansirait

Menurunnya kualitas  hidup manusia, itu fakta yang tidak bisa diban-tah. Di jaman Adam manusia bisa hidup hampir seribu tahun. Teta-pi sejak jaman Nuh manusia paling banter hidup 120 tahun atau berkisar 12% dari manusia pertama. Kemudian di era Musa, umur manusia paling banter 70 tahun. Bila sekarang orang hidup 80 tahun, masih sehat, kita harus bersyukur sekali. Maka dibanding usia manusia pertama ke sekarang, yang sisa hanya sekitar 7%. Drop jauh sekali.  
Dosa membuat kualitas hidup manusia makin hari makin turun. Tetapi jangan lupa, di sana masih ada kasih karunia. Tuhan menye-lamatkan Nuh, menggambarkan penyelamatan bagi orang per-caya dari tengah kekacauan. Jaman Musa kita melihat kasih karunia Tuhan membawa umat keluar dari tanah perbudakan. Tidak ada satu orang pun yang sempurna. Tapi Tuhan kita sem-purna, dan Dia akan menyem-purnakan kita dalam kekurangan kita, kalau kita hidup menaruh harap pada Dia. 

Yang kedua, bukan saja kualitas hidup manusia yang makin parah, tapi juga kualitas bumi. Bumi makin rusak. Salah satu contoh, efek rumah kaca membuat suhu bumi makin hebat. Menurut para ahli, 2 juta tahun lagi bumi meledak karena panas. Alam makin sulit ditebak, musim semakin ekstrim. Dulu banyak minyak, sekarang krisis. Bahkan di mana-mana krisis air. Dua puluh tahun lalu udara segar, sekarang polusi, tahun depan makin polusi karena kendaraan bermotor makin bertambah. Dulu penyakit manusia menular ke manusia, sekarang dari ayam ke manusia. Semua serba turun, hanya dosa yang naik.  
Dunia ini makin hari makin jahat, karena dunia menuju titik nadirnya. Dunia menuju titik nol, kehancuran. Daud bertanya, “Siapakah manusia ya Tuhan, hanya debu yang hanya tampak sekejap lalu berlalu”. Ya, itulah kita, terutama jika bumi meledak hancur. Tsunami datang saja kita sudah babak belur, apalagi jika planet meledak. Sangat mengeri-kan. Itu fakta, dan fakta itu sedang bergerak menuju titik nadir. Tapi, dalam waktu yang jahat itu kita jangan terjebak menjadi jahat, tetapi kita coba sadar untuk hidup seperti yang Tuhan mau supaya keselamatan yang diwaris-kan menjadi milik kita, membawa kita pada Tuhan.  Kejahatan bertambah, itu bukan karena ketidakberdayaan Kristus, bukan karena kurang sempurnanya penebusan. Justru karena pene-busan Kristus bumi harus hancur. Lho? Ya, manusia harus mati supaya dapat kebangkitan tubuh yang baru. Maka penebusan yang sempurna akan memberikan yang baru, yang lama dibuang.
Kejahatan makin hebat, tetapi kita harus lulus seleksi, supaya masuk dalam kelas diperbaharui. Jadi, jangan bingung kalau dunia makin jahat. Yang bingung adalah kalau kita tidak mengerti kenapa dunia makin jahat. Jadi, pelajarilah Alkitab. Kita sedang berjalan menuju akhir jaman. Jadi jangan takut, marah, kecewa. Tidak ada yang salah ketika kita percaya pada Tuhan. Proses yang menyakitkan akan menuju pada titik kemenangan. Waktu dan kejahatan tidak bisa dicegah. Oleh karena itulah Paulus berkata, “Bagaimana menyikapi waktu dan kejahatan?” Pertama, sadarilah status hidupmu. Kau bukan lagi hidup yang lama, tetapi yang baru. Ariflah, jangan bodoh! Itu kata Paulus.
    
Merusak bumi
Manusia lama hidup dengan gaya lama, merusak bumi. Tapi itu bukan kita. Manusia bodoh merusak sesamanya. Tapi itu bukan kita. Kita hidup mengasihi sesama, memelihara bumi sedapat bisa, bertanggung jawab. Maka jangan bodoh, pergunakanlah waktu ini sebaik-baiknya. Jangan pernah berkata, “Ngapain lagi memelihara bumi, toh akan hancur”. Memang bumi akan hancur, tetapi tanggung jawab kita memelihara, harus kita lakukan, bukan malah ikut-ikutan menghancurkan. Tuhan menyuruh kita memelihara dan mengelola bumi. Orang lain merusak, biarlah itu tanggung jawab mereka. Kita yang memelihara sudah menjalan-kan kewajiban. Ingat status hidup yang baru, bukan yang lama.
Hiduplah dan bertindak dengan benar dengan cara menelanjangi dosa, sehingga kita tidak boleh pasif tetapi aktif. Kalau kita hidup sebagai orang baru, lakukanlah kebenaran. Maka waktu melakukan kebenaran, kita aktif menghancur-kan dosa. Nyatakan kebenaran. Itulah yang dikatakan Tuhan: “Jadilah garam dan terang dunia”. Itulah orang yang sudah ditebus Tuhan, mereka punya kesempatan mempergunakan waktu untuk hal yang benar. Selagi waktu membawa dunia merosot pada kejahatan, orang percaya harus menangkap orang jahat itu, membawa kepada Tuhan. Itu perjuangan kita, menolong orang yang sedang menuju kehancuran.
Kejahatan yang bertambah dengan cepat harus diimbangi dengan penyebaran Injil lebih cepat lagi. Apa yang kau punya: kemampuan, intelektual, pakai untuk memberitakan Injil. Banyak anak muda bekerja untuk sukses. Banyak anak muda yang terlalu cepat sukses, gaya hidupnya luar biasa. Mungkin dia nggak sombong tetapi egois, mobil kelas atas. Itu tidak salah, tetapi hati-hati, hidup kan bukan cuma hari ini, besok masih ada, sehingga pemakaian uang harus efisien. Kalau mobil supermewah, biayanya superma-hal, duitnya habis pun super-cepat.
Maka waktu harus kita manfaatkan. Waktu ngerumpi, jadikanlah saat membahas Injil secara populer. Dunia makin cepat menuju kehancuran, maka kita harus makin cepat menyelamatkan seberapa yang bisa kita selamatkan. Alkitab berkata, “Satu orang bertobat, malaikat bersorak sorai”, karena malaikat tahu betapa ngerinya suatu kehancuran. Sayang, manusia kurang tahu betapa berharganya satu jiwa.
Waktu akan menggilas, kejahatan makin menggila, tetapi jangan pernah takut. Kalau kau orang benar itu, yang percaya kepada Tuhan, tak ada yang perlu kau takutkan. Ini pertarungan. Ayo kejar-kejaran dengan waktu. Masuki tahun 2009 dengan kesadaran bahwa kejahatan makin menggila dan menjadi-jadi. Itu berarti kita bekerja juga harus menggila untuk menyelamatkan orang berdosa. Pertolongan Tuhan akan  memampukan kita untuk menunjukkan kualitas hidup sebagai orang percaya, yang menaik di tengah turunnya kualitas hidup orang tidak percaya. Selamat berjuang dan selamat tahun baru 2009.

 

Lihat juga

Komentar


Group

Top