Manajemen

Tiga Jenis Pembelajar

Penulis : Harry Puspito | Sat, 22 May 2021 - 21:04 | Dilihat : 677

Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. Amsal 19:25

Dunia pendidikan membeda-bedakan para murid cara belajar mereka. Misalnya, mereka mengungkapkan ada 4 (empat) gaya belajar: pembelajar visual, auditori, kinestetis, dan pembelajar membaca/menulis. Sesuai dengan namanya, pembelajar visual memahami informasi lebih baik ketika disajikan dengan cara visual. Dalam kelas mereka banyak mencoret-coret, membuat daftar dan mencatat.

Pembelajar auditori belajar lebih baik ketika didukung dengan suara. Mereka lebih suka mendengar pelajaran daripada membaca catatan-catatan. Mereka sering membaca dengan suaranya untuk menerima konsep-konsep atau gagasan-gagasan. Mereka suka membaca dengan suara untuk diri mereka sendiri. Mereka cenderung lambat dalam membaca dan sering mengulang secara verbal apa yang disampaikan oleh pengajar. Mereka suka berbicara di kelas dan bagus dalam memberikan penjelasan.

Pembelajar kinestetik belajar dari mengalami atau 'melakukan' hal-hal yang mereka pelajari. Mereka suka terlibat dengan 'memerankan' kejadian-kejadian. Untuk memahami sesuatu mereka suka menggunakan tangan mereka untuk menyentuh atau menangani. Mereka akan kesulitan untuk duduk tenang dalam belajar. Mereka sering unggul dalam olah raga atau menari. Ketika belajar mereka perlu lebih banyak break. Tipe pembelajar membaca/menulis lebih suka belajar melalui kata-kata tertulis. Mereka melajar melalui menulis, membaca, menulis, mencari arti kata dan mencari info di internet.

Para ahli menggolongkan para pembelajar yang pada umumnya adalah siswa atau mahasiswa. Lebih mendasar Buku Kehidupan Alkitab, berbicara tentang 3 (tiga) jenis orang dari cara mereka belajar secara lebih mendasar. Bahkan sebenarnya Alkitab melihat manusia yang tidak belajar, yang sering disebut sebagai 'pencemooh,' orang bodoh, atau orang bebal; ada orang yang sederhana, orang yang tidak berpengalaman; dan, ada orang yang bijak, atau berpengertian - seperti terangkum dalam Amsal 19:25.

Pencemooh adalah orang dengan pikiran tertutup, dalam hidupnya tidak belajar apa-apa, bahkan mereka melawan pengetahuan. Mereka memiliki sikap sombong, tidak hormat, dan bahkan jahat. Mereka bisa saja mengetahui sesuatu itu penting tapi mereka tidak melakukannya. Misalnya, mereka menjadi tahu kalau rokok itu merusak kesehatan bahkan bisa membunuh seseorang dalam jangka panjang. Namun mereka menolak pengetahuan itu dan berargumentasi kalau banyak orang merokok sehat dan berusia panjang; sementara mereka yang tidak merokok banyak yang tidak sehat dan berusia pendek. Pencemooh akan mendapatkan hukuman dan pukulan pada waktunya (19:29). Hanya bahasa pukulan yang mereka pahami. Mereka tidak berespon terhadap koreksi-koreksi yang bersifat verbal.

Tipe kedua adalah orang yang tak berpengalaman, kadang disebut orang yang sederhana atau naif. Mereka adalah orang yang banyak tidak tahu, orang yang baru belajar. Cara belajar mereka dari mengamati pencemooh yang mengalami hajaran karena kebodohannya. Pikiran mereka sederhana tapi tidak jahat seperti seorang pencemooh. Mereka gampang percaya, tidak kritis karena berpikir orang lain tidak akan berbohong. Mereka banyak melakukan kesalahan karena ketidaktahuan mereka. Mereka belajar ketika pencemooh dihajar, sehingga orang itu tidak bisa mempengaruhi mereka lagi.

Jenis ketiga adalah orang yang berpengertian atau orang bijak. Mereka adalah orang yang pikirannya terbuka, belajar dari teguran apa pun dan dari siapa pun. Mereka bertumbuh dalam pengetahuan dan hikmat dan hidupnya terus berubah dari pembelajarannya. Dalam kerohanian, mereka adalah pelaku Firman, bukan sekedar 'pendengar' Firman (Matius 7:24).

Siapa manusia yang paling berhikmat? Apakah Salomo? Jelas Yesus-lah manusia paling berhikmat. Dari masa muda-Nya, hikmat Yesus sudah mengherankan para orang tua. Dalam perjalanan pelayanan-Nya, ketika Yesus mengajar orang-orang dibuat heran-heran oleh perkataan-Nya. Coba perhatikan satu kisah Yesus mengajar berikut seperti ditulis oleh Markus (Markus 6:2). Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Termasuk orang yang mana Anda? Kita bisa membedakan orang dari bagaimana dia belajar. Pencemooh, orang yang tak berpengalaman, atau orang yang berpengertian? Janganlah kita menjadi kelompok yang tertama; tapi orang yang bergerak dari kelompok kedua ke kelompok ketiga. Dan, mari kita belajar dari Yesus, Manusia yang pernah dan masih hidup, yang paling berhikmat, dan yang siap mengajar kita melalui segala cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati!

Lihat juga

Komentar


Group

Top