
Christy Flowrenchya A. S. N, S.Pd – Seorang perempuan muda yang penuh semangat dan kreativitas. Lahir di Sanggau, 4 Juni 2002, Christy telah menunjukkan bakatnya dalam dunia fashion dan desain busana.
Terlahir dari seorang ibu yang adalah seorang guru sekaligus penjahit, mengantarkan Christy akhirnya kepencut juga untuk memasuki dunia ini dan mulai bertarung dalam menunjukkan minat, bakat, serta kemampuannya, kini.
Teringat masa kecil bersama barbienya, potongan-potongan kain sisa jahitan ibunya diambil dan dijadikan pakaian bagi boneka barbienya. Ternyata kemampuan kecil yang ditunjukan sejak SD adalah percikan kemampuan yang terbentuk dari melihat sang ibu serta bakat alami dari proses mengasah diri, serta pemberian Tuhan.
Merintis Butik JbF
Dengan latar belakang Sarjana Pendidikan Tata Busana, Christy memutuskan untuk menjadi freelancer dengan menjalankan butiknya, Jalinan by Flow (JbF). Tepatnya di Pesona Gintung Residence Blok K9, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Sejak Agustus 2025 Christy mulai menerima jahitan, dan kini dapat dipercaya oleh beberapa pelanggan, walaupun berada di lingkungan yang baru. Sebagai penjahit baju, ia menciptakan pakaian yang unik dan stylish, memenuhi kebutuhan fashion para pelanggannya.
Sejak masuk kuliah, Christy sudah diarahkan untuk membuka usaha sendiri. Didukung keluarga, jalan itu terbuka lebar sesuai bakat minat dan studinya saat ini. Bermodalkan ilmu yang didapat, pengalaman mencontoh ibunya saat bersama, serta fasilitas mesin yang diwariskan kepadanya, Christy memutuskan,” inilah langkah tepat yang harus kuambil.”
Butik “Jalinan by Flow”, kini jadi milik putri bungsu dari Tumpal H.L. Saragi Napitu dan Sarni Kurnia Bakara ini. “JbF punya arti merangkai hubungan, ide kreatif, dan material dalam satu kesatuan untuk sebuah karya,” ungkap Christy yakin.
Melalui keluarga dan sahabat, Christy mendapatkan pelanggan yang memercayainya untuk mengerjakan order model yang diinginkan. Diakui dirinya saat-saat tertentu merasa letih karena proses penjahitan yang dilakukan sendiri tanpa ada bantuan. Mulai dari mengambil ukuran, menentukan model (jika pelanggan kesulitan memilih sendiri), memilih Jenis kain, membuat pola dasar, memecah pola sesuai model, menjahit, fitting, hingga menyelesaikan, semua proses ini dilakukan sendiri. “Harapan ke depan usaha ini dapat semakin berkembang, orang mengenali usaha saya, memercayai saya untuk membuat baju yang ada di pikiran mereka, dan punya karyawan,” tandas Christy antusias dan yakin.
Kemandirian
Di luar kesibukannya, Christy menikmati membaca cerita fiksi, memasak, dan mendengarkan podcast. Ia juga sangat dekat dengan keluarga, terutama orang tuanya, Tumpal H.L. Saragi Napitu dan Sarni Kurnia Bakara, serta kedua saudaranya.
Christy adalah contoh perempuan yang mandiri, kreatif, dan penuh semangat. Dengan passion-nya di dunia fashion, ia terus berinovasi dan menciptakan karya-karya yang inspiratif.
“Sebagai individu yang bekerja di bidang Fashion kita harus selalu update fashion terkini: warna terkini, model terkini. Intinya melek fashion,” tutur lulusan Makedonia ini sambil menimpali; ”bersabar dalam proses. Kesalahan jahitan, mesin eror, dan lain-lain harus tetap sabar. Konsisten, disiplin pada waktu, itu harga yang harus diberikan”.
“Menjahit itu seru mendatangkan rejeki,” ucapan Ompung Boru (nenek) yang terngiang, itu dinikmati Christy kini dengan menekuni jahitan, merealisasikan pemikiran orang, “saya suka tantangan order model yang ditawarkan pelanggan”. Membuat sesuatu yang orang tidak bisa, saya bisa. Seperti menjahit baju bagi orang gendut agar tetap cantik.
Pilihan gadis kelahiran Sanggau, 4 Juni 2002 ini telah mengantar dirinya untuk fokus dan terjun menggeluti JbF. Ada proses panjang, namun langkah awal untuk memulai penuh harapan menggapai sebuah kesuksesan di depan sana. Christy menyadari jika kini dia ada di titik ini, karena campur tangan Tuhan yang dirasakannya. Dukungan keluarga dan potensi diri yang diberikan Tuhan, telah menuntunnya untuk melihat kesuksesan di depan bagi JbF yang mulai dirintisnya. Sukses bagi Christy.