Wabah Penyakit 2025-2026

Dokter, sepanjang bulan November 2025 hingga memasuki bulan Januari 2026, ada begitu banyak orang-orang di sekitar saya mengalami sakit: batuk, pilek, dan demam.

Pertanyaannya:

  1.  Apakah ini seperti wabah Covid di tahun 2019?
  2. Jika ini terus berkelanjutan, diakibatkan oleh apa? Apakah berkaitan dengan polusi udara akibat perang dunia dan kejadian banjir yang menyemarak di daerah Sumatera?
  3. Bagaimana menangani penyakit ini, dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar cepat selesai atau tuntas?

 Demikian pertanyaan saya, terimakasih untuk perhatian dan dukungan dokter agar kami sekeluarga sehat.

Salam

Adelita, Bogor

JAWABAN

Selamat malam Ibu Adelita, salam sehat untuk keluarga di Bogor 😁🌹

Terima kasih atas pertanyaannya—ini memang banyak dialami orang sejak November 2025 hingga Januari 2026 sekarang ini

1.Apakah ini seperti wabah Covid-19 tahun 2019?

 Kemungkinan besar: TIDAK SAMA seperti wabah Covid-19 2019.

Alasannya:

-Gejala umumnya ringan sampai sedang seperti :  batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, badan pegal-pegal.

-Tidak menyebabkan lonjakan kematian atau rawat inap besar-besaran seperti pada saat Covid-19 dulu.

-Banyak yang sembuh dalam 3–10 hari, walau bisa kambuh bila daya tahan tubuh lemah.

 Yang sedang terjadi saat ini lebih tepat disebut lonjakan infeksi saluran pernapasan musiman, bukan pandemi.

2.Jika ini berkelanjutan, disebabkan oleh apa?

 Biasanya gabungan beberapa faktor, bukan satu penyebab tunggal:

A. Perubahan Musim & Cuaca

Musim hujan → udara lembap → virus lebih mudah bertahan.

Tubuh lebih cepat lelah & imunitas menurun.

B. Polusi Udara

Polusi melemahkan pertahanan saluran napas: Tenggorokan & paru-paru jadi lebih mudah terinfeksi virus/bakteri

C. Dampak Banjir (terutama Sumatera & sekitarnya)

Lingkungan lembap → jamur & bakteri meningkat

Perpindahan orang → penularan lebih cepat

D. Banyak Virus Beredar Bersamaan:

Flu biasa

Influenza

Adenovirus

RSV : Respiratory Syncytial Virus, yaitu virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan,

terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia.

-> Seseorang bisa sembuh lalu tertular lagi dengan virus yang berbeda

👉 Perang dunia TIDAK berpengaruh langsung terhadap virus,

tetapi polusi global & perubahan iklim memang berdampak tidak langsung pada kesehatan.

3. Bagaimana penanganan & pencegahan agar cepat tuntas?

  1. Penanganan Saat Sakit
  • Istirahat cukup (ini yang paling sering diabaikan)
  • Minum air hangat yang cukup
  • Obat simptomatik sesuai keluhan (demam, batuk, pilek)
  • Bila demam >3 hari, sesak, atau lansia → periksakan ke dokter
  • Antibiotik tidak diperlukan kecuali ada infeksi bakteri atau atas indikasi, harus diberikan oleh dokter.

  • 2. Pencegahan Supaya Tidak Berulang

Ini yang paling penting:

  • Tidur cukup
  • Teratur cuci tangan sebelum makan & setelah dari luar
  • Gunakan masker di tempat ramai / udara kotor
  • Asupan nutrisi baik:

-Protein (telur, ikan, tempe)

Sayur & buah

-Vitamin D, C, Zinc (sesuai kebutuhan)

-Jaga kelembapan rumah (tidak terlalu lembap)

-Lansia → hindari kelelahan & perubahan suhu ekstrim

Kesimpulan

Ini bukan wabah seperti Covid-19 tahun 2019.

Artinya penyebabnya bisa kombinasi cuaca, polusi, banjir, dan daya tahan tubuh yang melemah.

Fokus utama: Meningkatkan imunitas keluarga + kebiasaan hidup bersih serta menghindar dari sumber penularan.

Berdoa untuk Ibu Adelita dan sekeluarga selalu sehat, dijaga Tuhan dalam setiap musim 🙏

Stephanie Pangau, MPH.
Sebagai dokter umum yang berfokus untuk menangani gejala dan penyakit pada pasien secara umum.

Jika anda membutuhkan konsultasi kesehatan,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 
0811-8888-804

 

Recommended For You

About the Author: dr. Stephanie Pangau, MPH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *