Tangisanku untuk Papa

Ibu Greta,

Saya mau bertanya:

  1. Bagaimana saya dapat menjadi anak yang benar, di tengah-tengah perlakuan papa saya yang tidak peduli sama mama?
  2. Bagaimana saya tetap kuat untuk menjadi anak yang bisa menyatukan papa dan mama, dalam hubungan mereka yang kering dan hampir mati?
  3. Kadang saya letih dan tak mau buat apa-apa lagi, seperti mau membiarkan papa dengan egonya. Tapi saya juga butuh papa. Ingin cuek juga dan pura-pura seakan semua baik-baik saja. Apakah ini sikap yang bisa menolong saya supaya tetap baik-baik saja?

Salam Anak yang Menangis

Dianti, lembah tangis.

JAWABAN:

Dianti, sebagai seorang anak tentu menginginkan keluarga yang harmonis, rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman, tetapi kadang harus menghadapi situasi di mana terjadi yang tidak diharapkan seperti yang dialami saat ini, di mana Dianti melihat perlakuan papa terhadap mama, dan merasa letih menghadapi situasi yang tidak nyaman dan melelahkan. Tidak tahu harus berbuat apa, mau berdiam merasa tidak benar, mau menegur tidak berani.

Saya menghargai keinginan Dianti untuk menjadi anak yang benar dan pendamai di tengah-tengah keluarga yang sedang  mengalami permasalahan. Relasi yang tidak sehat antara papa dan mama akan berdampak terhadap kehidupan anak-anak, karena  sebagai seorang anak merasa tidak dapat hidup tanpa belai kasih dari papa dan mama, ironisnya hubungan papa dan mama terasa kering dan gersang, seolah-olah tidak dapat bertahan hidup. Melihat perilaku papa yang acuh, tidak peduli terhadap mama, tentu membuat Dianti merasa sangat  menyakitkan secara fisik dan mental.

Untuk memenuhi keinginan Dianti menjadi  pembawa damai  dalam keluarga, Dianti perlu  mengetahui  bagaimana menyelesaikan permasalahan yang ada, dan tidak mempermasalahkan perselisihan yang terjadi.

Perlu diketahui bahwa perselisihan antara orang tua bukanlah kesalahan anak dan bukan menjadi tanggung jawab anak. Tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai seorang anak, yaitu:

  1. Dianti harus tetap menghormati dan bersikap sopan terhadap kedua orang tua dan tidak memihak kepada salah satunya. Sikap ini baik untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual.
  2. Mencari waktu yang tepat, dalam suasana yang tenang untuk berbicara kepada mereka, Diskusi keluarga adalah strategi berharga yang sangat diperlukan  untuk mengatasi perselisihan dalam keluarga, di antaranya mengungkapkan perasaan sedih kalau papa dan mama berselisih.  Agar keluarga dapat berfungsi dengan benar, diperlukan waktu untuk berkumpul, waktu untuk mengatasi permasalahan  dan waktu untuk investasi dalam komitmen dan usaha.
  3. Memberikan perhatian dan menyatakan kasih kepada mereka. Yang tidak boleh dilupakan adalah mendoakan kedua orang tua.
  4. Meminta bantuan kepada orang yang dapat dipercaya, pemimpin rohani, keluarga, konselor jika diperlukan. Dalam hal ini perlu diperhatikan dalam mengutarakannya, jangan sampai dianggap untuk mengadu tapi bersifat meminta pertolongan.

Untuk menjadi pendamai dan tetap dalam kondisi baik-baik saja, Dianti perlu menjaga diri sendiri, melalui:

  1. Tetap melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang anak, baik dalam pendidikan, pekerjaan maupun di tengah-tengah keluarga. Tidak menjadi hancur karena konflik yang terjadi di keluarga
  2. Menerima keberadaan orang tua, dengan segala kelemahan dan kelebihannya. Meskipun tidak sesuai seperti yang diharapkan
  3. Memiliki support system yang baik dan mendukung, melakukan aktivitas yang positif, seperti olahraga. Hobi, mengikuti persekutuan.
  4. Memiliki tempat bercerita kepada orang dewasa yang dapat dipercaya, konselor atau menulis jurnal/diary untuk mengekspresikan perasaan dan  isi hati.

Selamat menjadi pendamai di tengah-tengah keluarga, mengubah air mata menjadi tawa.

Jika anda membutuhkan konsultasi Keluarga,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 0811-8888-804

Recommended For You

About the Author: ir Greta Mulyati MTh. Kons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *