Bagaimana Memahami Silsilah Yesus– Pdt. Bigman Sirait

Bapak Pengasuh yang terhormat.
Menurut silsilah, Yesus itu keturunan Daud, garis keturunan dari Yusuf.  Bukankah Yesus dikandung dari Roh Kudus, tidak dari hubungan persetubuhan Yusuf dan Maria. Jadi, menurut Bapak Pengasuh:
1. Apakah Yusuf itu puya hubungan darah dengan Yesus?
2. Silsilah ini, bersifat biologis atau imaniah
3. Bagaimana caranya kita membaca silsilah Yesus?
Anton
Tangerang

Anton yang dikasihi Tuhan,  berbicara tentang silsilah Yesus Kristus memang memiliki dimensi tersendiri. Bagai-mana memahami hal ini dengan tepat, baik dalam perspektif bio-logis maupun teologis, memer-lukan bukan saja pengetahuan tapi juga iman. Alkitab sendiri berkata: “Takut akan Tuhan adalah per-mulaan pengetahuaan” (Amsal 1:7a). Jadi, korelasi pengetahuan yang benar dengan iman yang benar sangat dekat, bagaikan raga yang menjadi hidup oleh karena jiwa. Kedua hal ini tidak boleh terpisah. Takut akan Tuhan membangun iman yang sehat, dan dengan iman ini kita dapat memahami hal-hal yang supra-pengetahuan, yang melintasi sekadar ilmu pengetahuan, seperti terjadinya alam semesta, padahal manusia diciptakan hari keenam sesudah dunia ini ada (band. Ibrani 11:1-3).  
 

Sekarang mari kita selusuri fakta Alkitab tentang silsilah Yesus Kris-tus. Dalam Matius 1 jelas tercatat silsilah Yesus Kristus, dan jelas Dia ada dalam garis keturunan Daud. Lalu beberapa bagian lagi dalam kitab Injil juga mencatat Yesus Anak Daud, sebagai gelar yang menempel pada diri-Nya (Matius 21: 9, Markus 10: 47, Lukas 20: 41). Gelar ini menunjukkan garis jelas nubuatan Perjanjian Lama (PL) tentang Mesias yang terge-napi dalam Yesus (band. 1 Tawa-rikh 17: 12-14, Yeremia 23: 5-6). Silsilah ini sangat penting karena menunjukkan keutuhan kemanusiaan Yesus Kristus.

Mengapa Yesus Kristus harus menjadi manusia? Sebuah pertanyaan yang menjadi kata kunci memahami hakekat silsilah. Alkitab mengatakan dengan tegas bahwa manusia mati apabila melanggar perintah Allah yaitu: Dilarang memakan buah pohon pengetahuan (Kejadian 2: 16-17). Manusia melanggarnya, dan mati karena dosanya. Paulus dengan jelas mengatakan upah dosa adalah maut, dan bahwa semua manusia telah jatuh ke dalam dosa, yang berarti semua manusia mati (Roma 3). Mati, baik rohani maupun jas-mani. Rohaninya langsung mati, artinya terpisah dari Allah Sang sumber hidup. Sementara fisiknya mati dimakan waktu, padahal manusia diciptakan dalam nilai kekekalan. Manusia telah menuai perbuatan dosanya dalam kema-tian yang mengerikan. Jadi semua manusia telah berdosa dan semua manusia harus dihukum, yaitu mati.

Kasih Allah yang besar itulah yang memberikan anugerah keselamatan kepada manusia (Yohanes 3: 16), sehingga manusia bebas dari hukuman. Caranya? Manusia tetap menjalani hukuman, tetapi Yesus Kristuslah yang me-nanggungnya di kayu salib. Untuk itulah, Yesus Kristus yang Allah, yang bertakhta di surga (Filipi 2: 6-9), rela melepaskan ke-Allah-anNya, dengan menjadi manusia, sama seperti kita. Dia memilih menjadi hamba di dunia, bukan raja dunia yang hebat. Dia harus menjadi manusia untuk menjalan-kan misi penebusan dosa.
Nah, itu sebab Dia harus terlahir sebagai manusia. Maka peristiwa Perjanjian Baru (PB) yang telah dinubuatkan PL sejak ratusan ta-hun lampau menjadi kenyataan yang sangat tepat. Garis Daud adalah ketetapan Allah sejak dulu, sama seperti Allah berkenan memilih Maria dan Yusuf dalam penggenapan rencana agung ini. Peristiwa penggenapan Allah menjadi manusia, yaitu kelahiran Yesus Kristus betul-betul manu-siawi, karena Maria mengan-dung sama dengan wanita lainnya. Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya, namun mereka tidak melakukan hubungan suami istri hingga Yesus dilahirkan oleh Maria (Matius 1: 18-25).

Apakah Yesus anak Yusuf? Ja-wab jelas, “ya”. Yesus adalah anak Yusuf  karena Yusuf adalah suami Maria, dan Yesus adalah anak Maria karena dilahirkan oleh Maria. Apa-kah punya hubungan darah? Jelas, “ya”, karena dari garis keturunan. Tapi jika yang dimaksud adalah gen, jelas tidak, karena Yesus bukanlah berasal dari sperma Yusuf, maupun sel telur Maria, melainkan kuasa Roh Kudus. Itu sebab Yesus Kristus menjadi manusia karena dilahirkan, tetapi manusia tanpa dosa (tidak terikat dengan dosa turunan) karena dikandung oleh Roh Kudus. Tetapi Yesus Kristus juga Allah, karena Dia memang Allah yang menyatakan diri dengan menjadi sama dengan manusia. Tetapi Dia Allah yang membatasi diri dalam kerelaan-Nya sendiri.
Jadi, dalam memahami silsilah Yesus Kristus, sangat jelas. Biologis, ya, karena Yesus memang dilahir-kan secara normal dari garis keturu-nan Yusuf. Imaniah, ya, karena, Dia Allah yang menjadi manusia. Perbedaan hakekat Yesus Kristus dengan manusia pada umumnya, sudah seharusnya. Jika tidak ada perbedaannya, maka itu bukan Allah yang menjadi manusia. Namun juga ada persamaannya, yaitu Yesus dikandung oleh perawan Ma-ria, karena jika tidak ada persa-maannya dengan manusia, itu berarti Dia bukan manusia. Yesus Kristus adalah Allah sejati dan juga manusia sejati: dua natur dalam satu diri Yesus Kristus. Itu sebab, Dia layak sebagai penebus dosa, layak mengampuni dosa, semen-tara para nabi, rasul, tidak ada yang layak untuk menebus atau meng-ampuni dosa manusia. Semuanya sama sebagai orang berdosa.

Memahami silsilah Yesus Kristus harus selalu dalam dua dimensi yang konsisten. Israel dipilih se-bagai umat Tuhan, namun mereka tidak taat dan dihukum. Setelah raja pertama Saul, lalu Daud bukan keturunan Saul, kemudian Salomo keturunan Daud. Namun Salomo berbuat dosa yang mendatangkan murka Tuhan (baca kisahnya di kitab Raja-raja dan Tawarikh), sehingga kerajaannya dirobek Tuhan. Kerajaan pecah dua, namun Tuhan tetap setia dengan janji-Nya, dan memeliharanya lewat kerajaan Yehuda. Sehingga sejarah kerajaan, hukuman dan pem-buangan karena pemberontakan terhadap Tuhan, hingga janji pengharapan dan keselamatan bagi yang taat terus berjalan. Hingga penggenapan janji akan kedatangan Mesias (bahasa Ibrani) tergenapi didalam diri  Kristus (bahasa Yunani).

Nah, Anton yang dikasihi Tuhan, kiranya jawaban ini semakin memperkaya pemahaman iman kita, betapa Tuhan nyata masuk ke dalam sejarah hidup manusia, dan betapa silsilah Yesus Kristus bukan sekadar silsilah, tepai fakta dan makna yang saling melengkapi secara luar biasa (band. Kejadian 3: 15, kisah Nuh, Abraham, Yakub, Musa, bangsa Israel, Daud, Salomo, kerajaan Yehuda, pem-buangan hingga kedatangan Ye-sus Kristus). Selamat setia mem-baca Reformata. v

Recommended For You

About the Author: Pdt Bigman Sirait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *