
Shalom Pak Pendeta,
Saya ingin bertanya dan meminta pencerahan.
1. Bagaimana pandangan Alkitab terhadap seorang istri yang memiliki suami pemabuk, penjudi, dan sering melakukan kekerasan fisik?
2. Apakah dalam kondisi seperti ini Alkitab mengizinkan atau membenarkan perceraian?
Terima kasih sebelumnya, Tuhan memberkati.
Salam
Nanda dari Solo.
JAWABAN
Saudara Nanda,
Alkitab memandang pernikahan sebagai bagian yang sangat penting dan tidak boleh gagal. Artinya dijalani dalam takut akan Tuhan hingga akhir hidup. Untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.
Tuhan Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”(Kejadian 2:18). Dalam hal ini, Allah menyediakan namun manusia diberikan tanggung jawab untuk memilih pasangannya. Pilihannya haruslah pilihan yang bertanggung jawab, karena akan terikat oleh janji suci di hadapan Tuhan dan jemaat seumur hidupnya. Maka diperlukan keseriusan dan kesungguhan hati dalam memilih, artinya: tidak memilih pasangan sembarangan, karena harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Tetapi, terkadang atas nama cinta, ditemukan ada banyak pasangan yang salah memilih.
Menikah bukanlah hal yang sulit, namun memilih pasangan untuk menemani kita seumur hidup, membutuhkan perjuangan untuk mengenalnya secara pribadi. Apakah dia takut akan Tuhan? (baik/tidak; sopan/kasar; penyayang atau pemukul, dan lain sebagainya). Sisi yang lain, penting untuk berdoa. Bergumul dalam memilih. Kita butuh pertolongan Tuhan agar mengarahkan dan mempertemukan kita dengan pasangan yang benar. Belajar memahami ajaran Alkitab, tentang pasangan yang benar yang sesuai dengan kehendak Tuhan, yang ditandai dengan kesetiaan, kasih, dan komitmen seumur hidup.
Rasul Paulus menuliskan: “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia”(Kolose 3:19). Nasihat Paulus dengan jelas menuliskan, supaya laki-laki yang menikah (suami) bukan hanya mengasihi istrinya, tetapi juga jangan berlaku kasar terhadapnya.
Salah memilih pasangan, kebahagiaan menjadi penderitaan. Maka, ketika kita memiliki pasangan (suami) pemabuk, penjudi, pemukul, itu berarti, sebagai istri harus memiliki kekuatan yang ektra, serta ketabahan hati untuk menghadapinya. “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu (1 Petrus 3:1-2). Adalah sulit untuk mengasihi, menghormati suami yang tidak baik dalam perilakunya sehari-hari, apalagi ketika suka melakukan kekerasan. Ingin marah, membiarkan dan meninggalkannya. Tetapi, justru di sinilah menjadi pertandingan seumur hidup, sebagai istri Kristen yang takut akan Tuhan.
Pertama, istri tetaplah tunduk pada suami, dengan kata lain harus tetap menghormati dan menghargai suaminya. Memang tidaklah mudah jika menghadapi potret hidup suami yang buruk, tetapi itulah perjuangan hidup. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21). Artinya, prilaku istri yang baik akan memenangkan suamimu yang tidak baik, itulah kebenaran.
Kedua, istri tetaplah menjaga kemurnian dan kesalehan hidup. Biasanya pada situasi yang tidak kondusif dalam rumah tangga (suami-istri), cenderung akan terjadi kekacauan yang akan menghantar kepada kerusakkan hubungan bahkan terjadi perpisahan. Tetapi alkitab menuliskan “laki-laki yang tidak taat pada firman, dikalahkan dengan kemurnian dan kesalehan hidup istrinya”.
Dengan melihat pada kebenaran firman Tuhan, Alkitab tidak pernah mengajarkan untuk kita menikah dengan pasangan yang pemabuk, penjudi dan suka melakukan kekerasan. Tetapi kalaupun itu sudah terjadi dalam kehidupan rumah tangga, akibat ketidaktaatan dan kesalahan kita memilihnya, maka tidak ada alasan untuk berpisah dengan pasangan kita. Sebaliknya perjuangan untuk memperbaiki diri sendiri, tetap mengasihi dan menghormati pasangan kita, serta tetap hidup dalam kemurnian dan kesalehan di hadapan Tuhan.
Jika anda membutuhkan konsultasi teologi,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 0811-8888-804