
Christian worldview sering terdengar sebagai istilah besar. Teologis, kadang terasa jauh dari ruang kelas yang riuh. Namun, sesungguhnya ia hadir dalam hal yang sangat sehari-hari. Cara kita mengajar. Menegur. Menilai. Dan berjalan bersama murid.
Worldview itu cara kita memandang dunia. Bagaimana memahami manusia. Kebenaran. Dan tujuan hidup. Christian Worldview berakar pada Firman Allah. Bukan sekadar doktrin mati. Tetapi sebuah cerita hidup yang menuntun pertanyaan dan tindakan sehari-hari.
Pendidikan yang menanam Christian Worldview membantu murid dan guru mengalami perjumpaan pribadi dengan Firman. Bukan sekadar membacanya.
Sumber
Nilai seperti mengasihi, jujur, peduli, dan adil muncul dari kisah besar Alkitab. Cerita tentang Allah yang menciptakan. Menyelamatkan. Dan memulihkan dunia.
Nilai-nilai ini meliputi memberi diri. Integritas dalam pikiran dan tindakan. Serta perhatian khusus bagi mereka yang lemah dan terpinggirkan. Dalam hal ini, Firman Allah menjadi sumber makna nilai itu sendiri.
Perjumpaan dengan Firman Allah bukan indoktrinasi. la menjadi cermin refleksi. Perjumpaan muncul melalui kisah Alkitab yang dibaca bersama. Lewat tanya jawab yang jujur. Dan renungan singkat. Firman Allah berasa hidup ketika tidak langsung disederhanakan menjadi simpulan moral.
Internalisasi
Di kelas, guru bukan hakim kebenaran. Tetapi lebih sebagai pendamping pergumulan iman. Guru menunjukkan kerentanan, membagikan pergumulan pribadi, dan menjadi contoh bahwa iman adalah jalan hidup nyata. Saat ini, banyak guru Kristen sedang berjuang menerapkan Christian worldview dalam pembelajaran mereka.
Christian Worldview perlu diinternalisasi di semua mata pelajaran. Dalam sains, menumbuhkan kerendahan hati di hadapan ciptaan. Dalam matematika, menekankan kejujuran berpikir. Dalam bahasa, menumbuhkan empati dan komunikasi yang jujur.
Integrasi Alkitab secara langsung dalam mata-mata pelajaran menunjukkan praktik Bible-Based Integration. Membuat nilai- nilai Alkitabiah bukan teori semata. Menjadi pengalaman nyata.
Kurikulum yang Hidup
Kurikulum tidak hanya tertulis. Atmosfer sekolah adalah kurikulum tak tertulis. Misalnya tentang bagaimana konflik diselesaikan. Bagaimana murid diperlakukan saat gagal. Dan apakah suara kecil didengar. Di sini, nilai menjadi hidup.
Retret, OSIS, pelayanan sosial, dan upacara sekolah adalah laboratorium nilai. Murid diuji: apakah kerja sama lebih penting daripada menang, dan apakah pemimpin dimaknai sebagai melayani. Kurikulum kontekstual dan kolaboratif mendukung iman yang bertumbuh dan hidup.
Sekolah Kristen memiliki waktu lebih lama daripada kegiatan gereja, sehingga berpotensi membentuk worldview murid secara mendalam. Pendidikan Kristen yang konsisten membantu siswa memahami nilai dan keyakinan secara jelas.
Penutup
Christian Worldview hidup ketika Firman Allah menjadi sumber nyata dalam setiap langkah. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi saksi yang berjalan bersama, menunjukkan bagaimana iman dihidupi dalam tindakan sehari-hari. Sekolah bukan hanya tempat belajar. Tapi ruang aman di mana murid bisa bergumul, bertanya, dan menemukan arah hidupnya sejalan dengan Firman Allah yang dimengerti dan dihayatinya.
Internalisasi nilai-nilai Kristen bukan proses cepat, melainkan perjalanan sabar dan konsisten. Setiap momen, sekecil apa pun, membentuk pandangan mereka tentang dunia. Sedikit demi sedikit, hari demi hari, murid belajar bukan hanya apa yang benar, tetapi siapa mereka dipanggil ‘untuk menjadi’. Di sinilah Christian Worldview menjadi hidup. Tidak hanya dipelajari, tetapi dihidupi dan dirasakan, oleh murid, guru, dan seluruh komunitas sekolah.
YMP
Malang, 1 Februari 2026
Referensi
Wolters, Albert M. Creation Regained: Biblical Basics for a Reformational Worldview(2nd ed.). William B. Eerdmans Publishing Co., 2005.
Smith, David I., & James K. A. Smith (eds.). Teaching and Christian Practices: Reshaping Faith and Learning. Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 2011.
Palmer, Parker J. To Know as We Are Known: Education as a Spiritual Journey. Harperone, 1993.
Dr. Drs. Yohanes Moeljadi Pranata, M.Pd
Praktisi dan Dosen Keguruan/Kependidikan
Pengembang Kurikulum, Pembelajaran, Asesmen, dan Bahan Ajar