
Dok, saya pemakai kendaraan motor. Tiba-tiba ibu jari kanan saya seperti terkunci saat ditekuk atau diluruskan, seperti bunyi “klik” saat bergerak.
Pertanyaan saya:
- Apakah ini yang disebut dengan Trigger Finger? Dan apakah ini adalah gejala dari penyakit lain?
- Apakah penyakit ini banyak dialami masyarakat di kota Jakarta, karena kepadatan di Jakarta menahan kopling motornya? Atau apakah bisa terjadi pada seseorang yang meremas pakaian yang berat seperti levis, sehingga hal ini bisa terjadi?
- Apakah ketika diketahui benar adalah Trigger Finger, kapan harus disuntik dan dioperasi? Karena saya jadi paranoid dengan diagnosa dokter yang banyak salah di Indonesia menyebabkan pasien tidak bertambah sehat malah menjadi tambah parah penyakitnya. Terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan untuk bertindak, tanpa analisa yang akurat.
Terimakasih dok, saya percaya karena dok adalah seorang Kristen yang takut akan Tuhan maka saya akan mendapatkan anjuran dan analisa yang lebih tepat.
Salam
Frangky, Kelapa Gading
Jawaban
Hallo pak Frangky, salam kenal, saya coba menjawab pertanyaannya ya..
Sebenarnya apakah yang disebut dengan Trigger Finger?
Trigger finger dalam istilah medis disebut stenosing tenosynovitis.
Ini terjadi ketika tendon jari mengalami peradangan atau penebalan sehingga sulit meluncur mulus di dalam “terowongan” (pulley) tendon.
Akibatnya:
-Jari terasa terkunci saat ditekuk atau diluruskan
-Ada bunyi “klik”
-Kadang harus dibantu tangan lain untuk meluruskan
-Bisa terasa nyeri di pangkal jari
Jawaban untuk Pertanyaannya :
I.Apakah ini Trigger Finger? Apakah ada gejala penyakit lain?
Dari cerita:
✔ Ibu jari terasa terkunci
✔ Ada bunyi klik
✔ Terjadi saat menekuk / meluruskan.
Hal ini sangat khas untuk trigger finger, terutama jika terasa di pangkal ibu jari.
Namun penyakit ini bisa juga berkaitan dengan:
– Diabetes
– Rheumatoid arthritis
– Aktivitas berat yang berulang.
– Usia >40 tahun.
Jadi sebenarnya ini bukan penyakit berbahaya, tapi kondisi mekanik akibat peradangan tendon.
II.Apakah karena sering menahan kopling motor di Jakarta? Atau meremas pakaian berat?
Jawabannya: Bisa iya, bisa tidak.
Trigger finger sering terjadi karena:
– Gerakan menggenggam berulang
– Aktivitas kuat dan repetitif
– Tekanan terus-menerus pada tendon
Contohnya:
-Menahan kopling motor lama (macet di Jakarta 😅)
-Memeras pakaian berat
-Tukang pijat
-Pekerja manual
-Penggunaan HP berlebihan
-Ibu rumah tangga dengan berbagai pekerjaannya.
Jadi benar, bisa terjadi pada siapa saja, bukan hanya pengendara motor.
Ini bukan karena “tinggal di Jakarta”, tetapi karena pola aktivitas tangan yang repetitif dan menekan tendon terus-menerus.
III.Kapan harus disuntik? Kapan operasi?
Ini penting dan perlu urutan yang benar.
->Tahap ringan
ciri-cirinya:
-Masih bisa lurus sendiri
-Nyeri ringan
Biasanya yang dilakukan cukup:
-Istirahatkan tangan
-Kurangi aktivitas berat
-Obat anti radang
-Fisioterapi ringan
->Tahap sedang :
Ciri-cirinya:
-Sering jari tangan tertentu atau beberapa jari tangan sekaligus terkunci atau locking.
-Harus dibantu tangan lain
-Nyeri makin jelas
Biasanya dokter akan menyarankan:
-Suntik steroid lokal
-Tingkat keberhasilan tinggi (sekitar 60–90%)
-Prosedurnya cepat
-Tidak langsung operasi
-> Tahap berat
Ciri-cirinya:
-Jari benar-benar tidak bisa diluruskan
-Sudah lama (>6 bulan)
-Suntik tidak berhasil
-Baru dipertimbangkan operasi kecil pelepasan pulley
Tindakan 15–30 menit
-Operasi kecil
-Sembuh relatif cepat
Tentang Kekhawatiran Salah Diagnosis:
Saya memahami kekhawatiran pak Franky. Tapi secara medis:
Trigger finger adalah diagnosis klinis sederhana.
Dokter tidak perlu MRI atau pemeriksaan rumit.
Biasanya cukup dengan:
– Wawancara
– Pemeriksaan gerakan jari
– Meraba penebalan tendon
Kalau masih ragu, boleh:
# Minta second opinion ke dokter bedah tangan
# Tanyakan opsi terapi bertahap
# Jangan langsung setuju operasi jika belum perlu
(Itu hak pasien) .
Penjelasan ini berdasarkan standar ortopedi dan bedah tangan internasional.
–>Jadi ringkasan untuk Pak Franky :
✅Gejalanya sangat sesuai dengan trigger finger
✅ Bisa terjadi pada siapa saja
✅ Aktivitas menggenggam berulang bisa menjadi pemicu
✅ Tidak langsung harus operasi
✅ Biasanya dicoba suntik dulu
✅ Trigger Finger bukan penyakit berbahaya.
Oh yah, perlu pak Frangky ketahui bahwa dokter di Indonesia masih cukup banyak yang bagus, yang hebat, pintar, terampil dan bertanggung jawab terhadap pasiennya, jadi tidak bisa digeneraliser kalau semua dokter di Indonesia sama jeleknya hanya karena kita pernah mempunyai pengalaman buruk dengan seorang dokter disini.
Kiranya jawaban diatas bisa menjawab semua pertanyaannya.
Tuhan Yesus Memberkati🙏🙏😇
Stephanie Pangau, MPH.
Sebagai dokter umum yang berfokus untuk menangani gejala dan penyakit pada pasien secara umum.
Jika anda membutuhkan konsultasi kesehatan,
silakan mengirim pertanyaan ke sekretariat yapama WA: 0811-8888-804