
Seorang anak perempuan dengan buku di tangannya, mencoba mengamati setiap huruf demi huruf yang samar terlihat oleh cahaya lampu pelita. “Kamu harus giat belajar anakku; Debora, jika kamu ingin tetap bisa bersekolah. Karena hanya dengan nilai yang baik, semoga kamu bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah,” dorongan semangat ibu Retno kepada putrinya. Perjuangan anak perempuan ini terlihat jelas, walaupun hanya ditemani pelita atau corong dari minyak tanah, dan tinggal di rumah berukuran 3×4 meter berlantai tanah, tidak akan membuat masa depannya suram.
Debora kecil terlatih dengan cambukkan motivasi untuk terus belajar dan melihat harapan besar ke depan. Bertumbuh dari kehidupan keluarga yang sulit secara ekonomi, namun punya impian yang besar bagi kemajuan masa depan. Retno, Ibunya hanya bekerja sebagai karyawan sawit dan ayahnya Alimin sebagai buruh lepas. Kenyataan ini mengobarkan api juang Debora untuk ingin membela mereka, melalui capaian pendidikan setinggi-tingginya.
Perubahan Hidup Oleh Perjuangan
Debora Nuraini membuktikan harapannya di tahun 2003, mendaftarkan diri sendiri di sekolah Kristen Makedonia (SKM), di jenjang SMP. Pada saat itu, hanya berjumlah tujuh orang peserta. “Apakah sekolah ini akan tetap ada?,” tanya Debora tanda ragu di hati melihat teman-temanya yang hanya berjumlah tujuh orang. Debora akhirnya diterima sebagai siswi SMP di SKM. Keinginan untuk terus bersekolah mendorong penyuka musik, olahraga, dan menari ini berjuang menjadi siswi berprestasi dengan mendapatkan juara kelas. Kompensasinya adalah mendapatkan potongan biaya sekolah dan asrama.
Berlanjut ke jenjang SMA, dengan tetap bersekolah di SKM. Debora bisa mengikuti seluruh proses pendidikan selama 3 tahun, dan lulus di tahun 2009. Pertolongan Tuhan melalui Yayasan MIKA yang telah mendukung dana pendidikan dan dana asrama bagi anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi, namun mau tetap bersekolah.
Impian besar yang dibarengi usaha yang sungguh, menghasilkan kesempatan yang baik. Tuhan menganugerahkan kesempatan besar bagi putri kelahiran Kapur, 26 September 1992 ini menjadi lulusan SKM terpilih dalam mengikuti tes di Teachers College Universitas Pelita Harapan (TC UPH). Puji Tuhan, Debora lulus tes lisan maupun tulisan dan diterima sebagai mahasiswa jurusan Biology Bilingual yang mendapat biaya pendidikan penuh berkat kerjasama yayasan MIKA dan TC-UPH. Selama empat tahun mengecap pendidikan di UPH, akhirnya di tahun 2013 Debora bisa lulus dengan meraih gelar sarjana pendidikan biologi.
Proses panjang yang dilalui, menghantar istri dari Matius ini kini menjadi guru dan kembali mengabdikan diri sebagai guru penuh waktu di almamaternya: SKM. Debora hadir sebagai seorang guru lulusan sarjana dengan impian yang besar. “Setiap waktu adalah kesempatan bagi saya, untuk menggunakan diri saya dan kualitas saya. Supaya saya tidak bicara omong kosong kepada murid-murid saya, bahkan kepada anak-anak saya. Makanya saya terus berusaha mengembangkan diri dan belajar banyak hal,” ungkap Debora optimis.
Kesempatan kembali diberikan kepada Debora untuk melanjutkan pendidikan di tahun 2022. Yayasan MIKA mendukung Debora untuk punya kesempatan menikmati pendidikan S2 di Teknologi Pendidikan Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Selama 2 tahun akhirnya Debora kembali meraih gelar Master Pendidikan Teknologi Pendidikan. 
Debora diberi kesempatan menjadi Guru SMA Kristen Makedonia di bidang studi Biologi dan Riset, bakatnya digunakan sebagai Pelatih tari Makedonia, dan setelah lulus dari pendidikan teknologi pendidikan, dirinya dipercayakan menjadi Kepala Pengembangan Kurikulum SKM.
Kesulitan dan Perjuangan Hingga Berprestasi
Dalam kesulitan, Ibu 3 orang anak ini menyaksikan: “Tuhan merespon dan mengulurkan tangan menolong saya. Setiap hal yang tak mampu saya hadapi dan selesaikan, namun Tuhan mengirimkan banyak orang-orang baik yang menolong dan mendukung saya”. Lanjutnya, “Setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Yang Tuhan sediakan, namun tidak selalu instan. Terkadang saya diberikan waktu oleh Tuhan, untuk bergumul dan menangis, dan berusaha jatuh bangun. Namun dalam semua itu, saya melihat sedikit demi sedikit Tuhan menambahkan kekuatan untuk menghadapi permasalahan. Oleh sebab itu, saya percaya Tuhan tidak meninggalkan saya, dan selalu menjadikan saya, biji matanya Tuhan.”
Kesulitan yang menghantarnya pada perjuangan, tanpa menyerah. Ternyata kesulitan itu bukanlah malapetaka, namun juga berkat bagi setiap orang yang punya pengharapan dalam Tuhan. Tak hanya menjadi murid berprestasi waktu sekolah, namun tekad Debora menjadi guru-pun harus berprestasi. Tekad ini digapai Debora. Debora membuktikan keyakinan dan perjuangannya. Lihatlah deretan prestasi yang telah diraihnya, diantaranya:
- National Inovative Teachers Conference: Juara III dalam perlombaan NITC (National Innovative Teacher Conference) di tingkat Nasional. Membuat Aplikasi pembelajaran biologi interaktif.
- Olimpiade Sains Nasional (OSN): Membimbing siswa dan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional Indonesian Scientific Society. Mengembangkan modul pembelajaran berbasis riset dan mewakili Kalimantan Barat di tingkat Nasional
- KemDikBud RisTek Teachers Exchange: Terpilih sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam program pertukaran guru internasional dengan Korea Selatan. Peserta Program ALCoB yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Indonesia dan Korea Selatan
- Jambore GTK Hebat Guru Inovatif 2024: Juara 1 Guru Inovatif GTK Hebat. Perwakilan Kalimantan Barat di Tingkat Nasional dalam perayaan Hari Guru Nasional (HGN)
- Program Pelatihan Teknis Kecerdasan Artifisial (2025): Peserta Terpilih perwakilan Kalimantan Barat di tingkat Nasional – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
- Study Visit tingkat Internasional Kecerdasan Artifisial (2026): Delegasi Terpilih – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bekerja sama dengan Tianjin University dan Tiangong University, Republik Tiongkok
“Saya memiliki prestasi sebagai guru karena saya senang belajar hal-hal yang baru,” tandas Debora, yakin. “Semua prestasi ini bukan instan dapat saya raih, tapi banyak jatuh bangun mulai dari saya masih kecil hingga kini. Saya mengalami banyak perubahan, dan juga usaha untuk mendapatkan prestasi tersebut. Berkat dukungan dari keluarga saya, serta diberi kemampuan oleh Tuhan, untuk mendapatkan berbagai privilege yang semestinya tidak saya dapatkan,” saksi Debora dengan penuh haru.
Rangkaian kisah Debora penuh keajaiban, menandakan kasih anugerah Tuhan yang diberikan kepadanya. Tuhan memberikan keluarga kecil yang kini dimilikinya, mereka terus bertumbuh dan dapat menikmati pendidikan di SKM bersama papa mamanya yang juga melayani di sana. “Semua karena kemurahan Tuhan,” Aku Debora sadar.
Ternyata dibalik perubahan hidup dan prestasi yang kini diraihnya, masih tetap ada harapan terdalam bagi guru favorit SKM ini. “Belum semua impian saya terkabulkan, karena saya memiliki impian besar dan harapan untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Sehingga saya bisa kembali lagi dan membangun daerah saya lebih maju lagi. Dan banyak anak-anak dan orang tua yang bisa terinspirasi dengan apa yang saya lakukan. Sehingga ketika saya memotivasi orang lain, saya tidak perlu berkata-kata banyak, karena saya telah menunjukkan terlebih dahulu dengan apa yang sudah saya lakukan,” mimpi Debora tak berakhir optimis.
“Saya terus konsisten untuk mengikut Tuhan dan menaruh kepercayaan saya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Karena langkah perjalanan hidup saya banyak sekali naik turun yang saya hadapi. Khususnya dalam iman percaya saya kepada Tuhan. Oleh sebab itu, pergumulan terbesar saya adalah bagaimana saya terus konsisten melekat pada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan punya rencana indah bagi hidup saya,” Tutur Debora menutup kisahnya.
Semua yang Debora capai, dilakukannya sebagai tanggung jawabnya mempersiapkan masa depan bagi anak-anaknya. Harapan dan impian yang besar, seringkali terlahir dari tekanan dan kesulitan yang menghimpit. Bersyukur memiliki keyakinan dan pengharapan di dalam Tuhan, yang membangkitkan gairah untuk hidup dan berbuah. Selamat menjadi berkat Ibu Debora!