Berlimpah Harta

Ardo Ryan Dwitanto, SE, MSM*
Apakah seorang Kristen boleh berlimpah harta? Ada yang mengatakan, “tidak boleh”, karena kekayaan akan membuat seseorang tidak rohani. Kekayaan itu sangat identik de-ngan hal-hal duniawi, sehingga sia-pa pun yang menyentuhnya akan menjadi duniawi. Pandangan ini te-lah membawa banyak orang Kristen untuk menarik dirinya dari dunia usaha. Bagi mereka adalah mustahil untuk menjadi rohani di dunia usa-ha karena dunia usaha penuh de-ngan motivasi yang tidak rohani, seperti orientasi pada keuntungan (profit oriented). Pandangan me-reka diperkuat dengan kenyataan bahwa ada tokoh-tokoh dalam Alkitab yang tidak kaya dan rohani sekali, seperti Yohanes Pembaptis (Matius 3:4) dan bahkan Yesus Kristus.
Selain itu, pandangan yang lain mengatakan bahwa berlimpah harta bukanlah sesuatu yang salah. Mereka berpendapat bahwa ba-nyak harta adalah bukti dari Tuhan memberkati mereka. Jika mereka miskin, maka mereka berpikir bah-wa mereka sedang dikutuk. Me-reka memperkuat pandangan me-reka dengan kenyataan bahwa beberapa tokoh di Alkitab adalah orang kaya dan diberkati oleh Tuhan yaitu Abraham (Kejadian 13:2) dan Yusuf Aritmatea, salah satu murid Yesus (Matius 27:57).

Ada dua pertanyaan yang perlu direnungkan sebelum pertanyaan boleh atau tidaknya berlimpah harta dijawab, yaitu “Apakah yang membuat seseorang menjadi kaya?” dan “Mengapa berlimpah harta?”.Selengkapnya anda dapat nikmati dalam REFORMATA edisi 101

Recommended For You

About the Author: Harry Puspito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *