Kartu Kredit: Kecil-kecil Cabe Rawit

Ardo Ryan Dwitanto, SE, MSM*

BENTUKNYA kecil dan kebanyakan berbentuk  persegi panjang. Beberapa dirancang sangat menarik dan lucu. Mudah sekali menggunakannya hanya dengan menggesek. Hanya dengan sekali gesek seseorang da-pat mendapatkan barang impian-nya lebih cepat. Bukan hanya itu saja, barang ini dapat memberikan suatu prestise bagi pemegangnya. Makin tinggi jenisnya, makin tinggi presetise yang ditawarkan. Tak terelakkan lagi, barang ini bukan saja alat pembayaran, melainkan juga sebagai identitas diri. Apakah barang itu? Ya, barang itu adalah kartu kredit.  

Di sisi yang lain, ada banyak nasa-bah kredit yang akhirnya terjebak dalam suatu kehidupan yang tidak lepas dari hutang. Mereka tidak menyangka bahwa kartu kredit bukan hanya memberi kemuda-han, namun juga dapat menjadi batu san-dungan bagi pemakainya. Memang, permasalahannya bukanlah pada kartu kreditnya, melainkan peme-gangnya. Seperti kata pepatah “the man behind the gun” yang ber-bahaya bukan gun-nya.   
Karena itu, di samping keuntu-ngan-keuntungannya, penting sekali bagi para calon nasabah kartu kredit untuk mempertim-bangkan “ancaman” dari kartu kre-dit. Pada akhirnya, mungkin sese-orang dapat memutuskan bahwa kartu kredit bukanlah ide yang ba-gus atau dapat juga ide yang bagus. simak selengkapnya dalam Tabloid REFORMATA edisi 107

Recommended For You

About the Author: Harry Puspito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *