Ketika Yang Buta Melihat Dan Yang Melek Tidak

Kisah dalam Yohanes 9, sejatinya menimbulkan aroma tak sedap di kehidupan beragama Yahudi. Betapa tidak, di sana ada orang buta yang tak bisa melihat sejak lahirnya. Dia tak pernah mampu menikmati keindahan dunia ciptaan Allah. Dia tak pernah bisa membedakan benda, apalagi mengenal keceriaan warna. Si buta hidup hanya meraba dan coba merasakan perbedaan tiap benda yang disentuhnya berdasarkan pengalaman dari hari ke hari. Bertahun-tahun hidup dijalaninya, masa depan tidak dipahaminya. Mimpi untuk bisa melihat, tak mampu diangankannya. Realita masa itu tak menyediakan apa pun yang mungkin untuk lebih meningkatkan nilai kehidupan. Pekerjaan sebagai pengemis, telah menjadi pilihan satu-satunya yang dipunyainya, yang lain tidak ada. Bagi orang beragama dia tercela, buta divonis sebagai buah dosa. Sudah menderita, terpuruk pula.

SIMAK BAGAIMANA PENDETA BIGMAN SIRAIT MENGULAS TOPIK INI DALAM REFORMATA EDISI 96, DAPATKAN REFORMATA DITOKO BUKU DAN KOLPORTASE GEEREJA TERDEKAT SEKITAR ANDA

Recommended For You

About the Author: Pdt Bigman Sirait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *