Penunggu Rumah Yang Bikin Resah

Pdt. Bigman Sirait

Bapak Pendeta, kami baru saja membeli rumah, dan kami cukup senang dan puas dengan rumah tersebut. Kami sudah hampir empat bulan menempati rumah itu tanpa ada masalah. Tetapi belum lama ini saya merasa sedikit “terganggu” dengan informasi dari seseorang yang selama ini kenal baik dan akrab dengan penghuni pertama rumah tersebut. Berdasarkan ceritanya, pemilik pertama, sewaktu baru menempati rumah itu sekitar 30 tahun silam, mengubur sesuatu yang gaib di beberapa lokasi rumah. Dia memberitahu ini setelah mendengar cerita istri saya yang pernah melihat pemandangan tidak lazim selama beberapa detik di kamar. 
 Penghuni pertama itu orang Kristen juga, dan aktif di gereja. Dan sewaktu keluarga itu meninggalkan rumah itu mereka tidak mengambil kembali barang gaib yang ditanam di bawah keramik itu. Saya sendiri dulu heran dengan sebuah keramik yang pecah dan terbuka di dekat kamar mandi, pemasangannya tidak sesuai dengan yang lain. Menurut seorang kawan yang bisa melihat hal-hal gaib, benda yang ditanam di rumah itu sifatnya baik, tidak mengganggu. Sekalipun demikian, saya kini merasa kurang tenang, apalagi jika sendirian di malam hari. Bagaimana kami menyikapi masalah ini? Terimakasih untuk nasihat Pak Pendeta.
Tama
Tangerang, Banten

Tama yang dikasihi Tuhan, senang Anda bisa memanfaatkan ruang konsultasi ini, sehingga jarak Jakarta dan Banten terasa dekat. Kisah soal rumah ada penunggu-nya, atau ada sesuatu yang ditanam adalah kisah yang merata ada di berbagai tempat di negara kita. Maklum, bicara soal mistis, itu bukan soal masa lalu, tapi juga masa kini. Cara berpikir yang mistis bahkan mewarnai kehidupan orang Kristen. Dan lebih ironis, ini bisa ada dalam ritual ritual gereja tertentu. Atau paling tidak khotbah pendeta yang berbicara dunia gaib, alias dunia roh, tapi tak memiliki dasar teologis yang benar. Di situasi seperti ini kebenaran ajaran Alkitab seringkali diabaikan, atau bahkan diperalat dengan memelintir beberapa ayat. 
Mari kita telusuri apa kata Alkitab soal dunia gaib. Ketika umat Israel terbuang di Mesir sebagai budak, maka Tuhan mengutus Musa sebagai pemimpin pembebasan. Musa menghadap Firaun dan menyampaikan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Firaun menggugat dengan menuntut mukjizat. Ini memang kebiasaan orang kafir, tapi banyak juga dipakai orang Kristen. Maka Harun melemparkan tongkat sesuai perintah Tuhan, dan tongkat kemudian menjadi ular. Kuasa Tuhan dinyatakan! Tapi awas, perhatikan pula apa yang dilakukan oleh para penyihir Mesir yang ada di istana Firaun. Mereka juga melemparkan tongkatnya, dan sama dengan tongkat Harun, tongkat mereka juga berubah menjadi ular (Keluaran 7: 8-10). Artinya, para penyihir itu bisa menduplikasi mukjizat yang ada. Dengan kekuatan apa? Jelas dengan kekuatan setan.
Setan bisa meniru berbagai mukjizat, dari tongkat jadi ular, fenomena alam, hingga kesembuhan supranatural. Yang berbeda adalah pada kuasanya. Tongkat Harun yang berubah menjadi ular, dengan segera bisa menelan ular pada penyihir Mesir. Ingat fenomenanya bisa ditiru setan, dan dengan itu dia menipu semua orang, termasuk orang Kristen yang berkajang dengan berbagai fenomena mukjizat. Tapi kuasa Tuhan melebihi semuanya, maka celakalah mereka yang terjebak pada fenomena, bukan kebenaran Firman Tuhan.
Nah, Tama yang dikasihi Tuhan, sampai di sini kita melihat dengan jelas bahwa setan bisa muncul dalam berbagai fenomena. Sementara kebenaran Alkitab bersifat final, jelas, tanpa salah, dan teruji. Kebenaran yang tidak menonjolkan fenomena, melainkan aktualisasi yang teruji. Selain sihir seperti di atas, dalam Alkitab juga ada praktek pemanggilan arwah yang dilakukan bahkan oleh Raja Saul. Saul yang kemudian menghalalkan segala cara demi mempertahankan kekuasaannya yang terancam.
Alkitab dengan tegas melarang seluruh praktek perdukunan dengan, oleh, alasan apa pun juga (Keluaran 22: 18-20). Jangan ada ilah lain di hadapan Tuhan, jelas dilarang dalam 10 Hukum Taurat. Ini menyangkut pada kekuatan lain yang disebut gaib, mukjizat, yang memang ada dan menyesatkan. Tuhan tidak menghendaki hal seperti itu dilakukan umat-Nya.
Nah, sekarang mari kita melihat kasus yang Anda alami. Dikatakan ada sebuah benda yang memiliki kekuatan gaib ditanam di bawah rumah yang Anda beli. Lalu ada kawan berkata, bahwa ini kekuatan yang sifatnya baik. Harus dipahami bahwa dalam ilmu gaib ada yang disebut aliran hitam dan putih. Aliran hitam itu untuk kejahatan seperti menyantet (bisa mengakibatkan sakit, bahkan kematian). Lalu aliran putih disebut untuk kebaikan (penyembuhan, atau tolak santet). Namun harus diingat, Alkitab tidak pernah membedakan ilmu gaib sebagai hitam atau putih, semua sama jahat dalam pandangan Alkitab. Jangan lupa dalam 2 Korintus 11: 14, dikatakan, bahwa iblis itu bisa tampak seperti malaikat terang (tindakan palsu, ilmu putih, dan lain sebagainya).
Jadi tidak ada kekuatan gaib untuk tujuan baik. Itu hanya ada dalam dunia penganut ilmu gaib. Dan tentang rekan Anda yang bisa melihat hal-hal yang gaib, hal seperti itu tak dikenal di dalam Alkitab. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Yang pasti, Anda tak perlu gelisah akan cerita yang ada, kecuali Anda memang tidak percaya penuh kepada Yesus Kristus. Jika Anda percaya kepada Yesus Kristus, maka ingatlah bahwa, Dia telah mengalahkan setan, maut, secara mutlak. Jadi, tidak ada yang perlu Anda takutkan dari sebuah kekuatan gaib. Jangan lupa, Alkitab berkata, bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4: 4). Maka sekali lagi, Anda tak perlu takut, karena di dalam Yesus Kristus Tuhan, Roh di dalam kita lebih besar dari roh gaib apa pun, di kolong langit ini. Oleh karena itu, seharusnya Anda tak perlu repot-repot memikirkan cerita soal benda gaib yang ditanamkan.
Lalu, perlu juga diketahui, sebuah benda disebut gaib, sangat bergantung pada sikap si pemilik benda, bukan benda itu sendiri. Jika Anda percaya dan mempercayakan diri pada sebuah benda gaib, maka akan ada kekuatan gaib. Namun, benda yang sama tidak bermakna apa-apa bagi orang yang tidak percaya pada kegaiban seperti itu. Anda toh tidak percaya, maka benda itu tidak ada apa-apanya. Atau dengan kata lain, biarkan saja di sana, kenapa harus dipusingkan. Kalaupun disingkirkan, yang berubah hanyalah tekanan psikis saja. Merasa aman, karena merasa sudah tidak ada lagi bendanya. Padahal, secara logika sederhana saja, jika betul benda itu mempunyai kekuatan gaib, dibuang ke mana saja pasti kekuatannya bisa ke mana saja bukan? Kalau tidak bisa, ya tidak gaibkan.
Anda menjadi kurang tenang karena sudah dikuasi oleh cerita yang ada, yang coba Anda lawan, tapi pikiran masih simpang siur, antara percaya dan tidak. Langkah kemudian adalah berdoa bersama keluarga. Kehidupan doa yang baik mengalahkan setan apa pun.
Dan terakhir, jalani semuanya dengan tenang, dengan percaya pada pemeliharaan Tuhan. Jangan biarkan diri dijajah oleh perasaan yang salah atau takut akibat cerita yang ada. Malam hari tidak lebih dari suasana sepi, dan kalau setan bekerja pasti siang malam, bukan cuma malam. Jangan meladeni cerita yang ada, karena yang pasti Roh di dalam kita lebih besar dari semuanya. Akhirnya selamat memenangkan pertarungan yang ada, Tuhan menyertai.v

Recommended For You

About the Author: Pdt Bigman Sirait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *